Trump Tolak Perubahan Aturan Debat Capres AS
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Trump Tolak Perubahan Aturan Debat Capres AS

Jumat, 2 Oktober 2020 | 06:30 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

London, Beritasatu.com - Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis (1/10/2020) mengatakan dirinya tidak akan menerima perubahan aturan debat calon Presiden AS 2020.

"Buat apa menerima perubahan aturan debat dari Komisi Debat untuk debat kedua dan ketiga, kalau saya menang di debat pertama?" cuit Trump di akun Twitternya.

Debat kedua akan dilakukan pada 15 Oktober di Miami, dan 22 Oktober di Nashville, Tennessee.

Kepada reporter, pejabat-pejabat kampanye Trump mengatakan Trump menantikan debat kedua dan ketiga melawan capres Demokrat Joe Biden. Salah satu anggota tim sukses menuduh perubahan aturan debat yang diusulkan Komisi Debat Capres AS akan menguntungkan Biden.

"Kami merasa percaya diri tetapi sebaiknya tidak ada perubahan dari kesepakatan awal, dan tampaknya kubu Biden mendesak perubahan karena kandidat mereka kalah dalam debat Selasa," kata Jason Miller dari tim sukses Trump.

Biden juga mengatakan dirinya tidak akan mundur dari debat kedua. "Ya saya akan berpartisipasi dalam debat berikutnya," kata Biden kepada reporter.

Perubahan yang diusulkan Komisi Debat belum diumumkan, tetapi sejumlah pihak menilai debat pertama sangat mengecewakan dan memalukan. Moderator Chris Wallace dinilai tidak mampu mengendalikan debat, Trump terus menginterupsi Biden hingga Biden hilang kesabaran.

Anthony Scaramucci, mantan kepala komunikasi Trump di Gedung Putih, menyebut debat capres AS mengecewakan. Debat tidak menghasilkan pemenang yang jelas, justru memalukan AS sebagai negara. "Saya tidak menyukainya (debat). Menurut saya, mayoritas rakyat AS juga tidak menikmati debat," kata dia. Menurut Scaramucci, dibutuhkan sistem debat yang lebih baik dan terkendali.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Demi Keamanan Negara, AS Tolak Visa 4.000 Siswa Tiongkok

Amerika Serikat (AS) menargetkan hanya sekitar 1% dari 400.000 atau 4.000 siswa Tiongkok yang dicurigai terlibat masalah keamanan AS.

DUNIA | 1 Oktober 2020

AS Larang Impor Minyak Sawit Malaysia

Amerika Serikat (AS) telah melarang impor minyak sawit dari perusahaan Malaysia FGV Holdings.

DUNIA | 1 Oktober 2020

Kuwait Angkat Putra Mahkota Jadi Emir Baru

Putra Mahkota Kuwait Sheikh Nawaf Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah pada Selasa (29/9) dinobatkan sebagai emir baru setelah kematian Emir Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah.

DUNIA | 1 Oktober 2020

Paus Fransiskus Bantah Audiensi dengan Menlu Pompeo

Vatikan menyatakan pada Rabu (30/9), telah menolak permintaan dari Menlu Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo untuk audiensi dengan Paus Fransiskus.

DUNIA | 1 Oktober 2020

Pemerintah Terus Upayakan Pembebasan 4 Sandera WNI

Pemerintah terus mengupayakan pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf (Abu Sayyaf Group/ASG).

DUNIA | 1 Oktober 2020

Meksiko Sulit Beri Angka Pasti Kematian Akibat Covid-19

Sejumlah pejabat telah mengakui, pada masa lalu, angka pencatatan sangat rendah, karena hanya mencakup mereka yang meninggal setelah hasil tes positif.

DUNIA | 1 Oktober 2020

Covid-19 Renggut 1.031 Nyawa di Brasil

Angka itu meningkatkan jumlah kematian di negara terparah ketiga di dunia itu menjadi 143.952 kasus kematian.

DUNIA | 1 Oktober 2020

Jerman Terbitkan Peringatan Covid-19 di 11 Negara Uni Eropa

Peringatan itu terjadi ketika prevalensi infeksi virus corona melebihi 50 per 100.000 penduduk selama seminggu.

DUNIA | 1 Oktober 2020

BPOM AS Perluas Penyelidikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Perluasan penyelidikan FDA membuat salah satu kandidat vaksin Covid-19 paling maju ini semakin tertunda.

DUNIA | 1 Oktober 2020

Kasus Covid-19 di Kalangan Kaum Muda AS Meningkat

Kasus mingguan Covid-19 di antara orang berusia 18 hingga 22 tahun naik 55,1 persen.

DUNIA | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS