Pelaku Teror Prancis Sempat Hubungi Keluarga Sebelum Beraksi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Pelaku Teror Prancis Sempat Hubungi Keluarga Sebelum Beraksi

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 11:40 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Nice, Prancis, Beritasatu.com - Tiga orang terbunuh, salah satunya adalah perempuan berusia 60 tahun yang dipenggal pelaku, dalam sebuah serangan teror di Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020) waktu setempat, bertepatan dengan hari lahir Nabi Muhammad SAW.

Kepolisian Tunisia dan Prancis menyebut nama tersangka adalah Brahim Aouissaoui, seorang pria Tunisia kelahiran 1999 yang tiba di Eropa pada 20 September lalu di Lampedusa, sebuah pulau di Italia yang berada di lepas pantai Tunisia dan merupakan tempat masuknya imigran dari Afrika.

Di Sfax, Tunisia, keluarga pelaku mengatakan bahwa Aouissaoui sempat menghubungi mereka melalui video call beberapa jam sebelum serangan teror. Mereka mengatakan tidak ada keanehan atau indikasi Aouissaoui akan melakukan serangan. Keluarga mengaku kaget mendengar serangan teror sadis tersebut.

"Adik saya adalah orang yang ramah dan tidak pernah menunjukkan ekstremisme. Dia menghormati semua orang dan menghargai perbedaan sejak masih anak-anak," kata Yassin, kakak Aouissaoui.

Pelaku tiba di Nice pada Kamis dini hari menggunakan kereta api dan menuju ke sebuah gereja di mana dia menusuk seorang pengurus gereja berusia 55 tahun dan memenggal seorang perempuan berusia 60 tahun. Dia juga membunuh seorang perempuan berusia 44 tahun yang melarikan diri ke sebuah kafe untuk membunyikan alarm. Polisi kemudian mengonfrontasi pelaku, lalu dia berteriak "Allahu Akbar", kemudian dia ditembak dan dilumpuhkan.

Polisi menemukan barang bukti berupa sebuah Alquran, dua telepon, pisau sepanjang 30 cm dengan bilah 17 cm. Polisi juga menemukan sebuah tas yang ditinggalkan pelaku dan dua pisau yang tidak digunakan dalam serangan tersebut.

Salah satu korban serangan teror di Nice bernama Simone Barreto, seorang ibu berusia 44 tahun dengan tiga anak. Dia adalah korban yang lari ke sebuah kafe untuk membunyikan alarm. Barreto pindah ke Prancis dari Brasil waktu masih remaja.

"Dia menyeberang jalan, berlumuran darah," kata Brahim Jelloule, manajer kafe Unik. "Dia masih sadar dan memberi tahu telah terjadi serangan di gereja".

Korban lainnya adalah Vincent Loques, pengurus gereja Notre Dame. "Dia adalah orang yang jujur, humoris, senang bercanda," kata Jean-Francois Gourdon, rekan korban.

Dua minggu lalu seorang guru di pinggiran Paris dipenggal oleh seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya yang marah karena guru tersebut menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW di dalam kelasnya.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siaga Serangan Teror, Prancis Tingkatkan Keamanan Dalam dan Luar Negeri

Presiden Emmanuel Macron mengerahkan ribuan pasukan untuk menjaga tempat beribadah dan sekolah-sekolah.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Ini Ucapan Macron yang Diduga Menyinggung Umat Islam

"Hari ini, Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia," kata Macron.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Republikan Perkirakan Stimulus Fiskal Tercapai Awal Tahun Depan

Republikan dan Demokrat hingga kini belum mencapai kesepakatan seberapa besar stimulus yang perlu digelontorkan.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Mental Pemuda Australia

Pandemi Covid-19 telah berdampak buruk kepada kesehatan mental dari 75% pemuda Australia berusia 18-24 tahun.

DUNIA | 30 Oktober 2020

BMKG: Gempa dan Tsunami Yunani Tidak Berdampak ke Indonesia

BMKG menyebutkan bahwa tsunami yang ditimbulkan akibat gempa magnitudo (M) 7,1 di Yunani tidak berdampak ke Indonesia.

DUNIA | 30 Oktober 2020

Kemlu: Tidak Ada Korban WNI dalam Serangan Gereja di Prancis

Serangan teror yang berpusat di Gereja Notre-Dame Basilika telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

DUNIA | 30 Oktober 2020

Biden dan Trump Bentrok di Florida

"Semua orang tahu siapa Donald Trump. Kita harus tunjukkan ke dia siapa kita."

DUNIA | 30 Oktober 2020

Dubes RI di Tiongkok: Sarang Burung Walet Indonesia Menjanjikan

Saat ini Indonesia memproduksi 40% sarang burung walet dunia.

DUNIA | 30 Oktober 2020

Moderna Persiapkan Peluncuran Global Vaksin Covid-19

Perusahaan sudah mengantongi pemesanan senilai US$ 1,1 miliar dari sejumlah negara.

DUNIA | 30 Oktober 2020

Trump Klaim Pimpin Hasil Jajak Pendapat

Presiden AS sekaligus kandidat petahana Republik, Donald Trump, mengklaim keunggulan dalam hasil jajak pendapat di beberapa negara bagian

DUNIA | 30 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS