Pajak Naik, Permintaan Barang Impor di Hargadunia.Com Diyakini Tetap Tinggi
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-6.4)   |   COMPOSITE 4945.79 (-39.24)   |   DBX 931.257 (3.24)   |   I-GRADE 131.318 (-1.79)   |   IDX30 415.488 (-6.92)   |   IDX80 108.562 (-1.33)   |   IDXBUMN20 273.68 (-2.25)   |   IDXG30 115.596 (-1.18)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-6.96)   |   IDXQ30 121.636 (-2.04)   |   IDXSMC-COM 210.245 (0.19)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (0.2)   |   IDXV30 102.795 (-1.19)   |   INFOBANK15 787.375 (-15.3)   |   Investor33 363.773 (-5.92)   |   ISSI 144.695 (-0.44)   |   JII 523.846 (-2.73)   |   JII70 177.783 (-0.58)   |   KOMPAS100 971.12 (-10.68)   |   LQ45 760.321 (-10.32)   |   MBX 1369.12 (-13.17)   |   MNC36 271.592 (-3.83)   |   PEFINDO25 259.811 (2.03)   |   SMInfra18 233.526 (-0.76)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-5.09)   |  

Pajak Naik, Permintaan Barang Impor di Hargadunia.Com Diyakini Tetap Tinggi

Sabtu, 8 September 2018 | 15:09 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta - Pemerintah telah mengumumkan akan menaikkan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 atau pajak impor barang konsumsi hingga 10 persen. Upaya ini dilakukan salah satunya untuk menekan laju impor yang selama ini membebani nilai tukar rupiah.

Di Indonesia, ada beberapa platform e-commerce atau marketplace yang secara khusus menjual barang-barang impor, salah satunya Hargadunia.com. Terkait adanya regulasi baru tersebut, manajer marketing Hargadunia.com Taufik Darmawan menyampaikan, meskipun nantinya regulasi ini akan berimbas pada kenaikan harga barang-barang impor, pada prinsipnya pihak Hargadunia.com akan mengikuti setiap regulasi yang berlaku di Indonesia.

"Kita kan berbisnis di Indonesia, pastinya harus ikut regulasi di sini. Kalau memang pajaknya harus naik, tinggal menyesuaikan harga saja. Saat ini ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sedang melemah, kita juga melakukan penyesuaian harga," kata Taufik Darmawan kepada Beritasatu.com, Sabtu (8/9).

Taufik juga tak merasa khawatir kenaikan pajak barang impor ini akan berimbas pada penurunan jumlah dan nilai transaksi. Menurut Taufik, konsumen yang sering belanja produk-produk impor sebetulnya tidak terlalu "peduli" dengan harga. Mereka biasanya adalah para kolektor atau orang-orang yang memang sangat membutuhkan barang tersebut.

"Kalau pun harganya naik, kebanyakan dari mereka sudah paham karena ada pajak-pajak yang harus dibayar. Umumnya mereka tetap beli karena memang sangat butuh dengan barang tersebut dan barangnya memang tidak ada di Indonesia, atau untuk para kolektor, misalnya mereka mencari barang-barang limited edition. Jadi pasti tetap akan dibeli walaupun harganya naik," ujar Taufik.

Di Hargadunia.com, beberapa barang impor yang paling banyak dibeli seperti produk busana, part mesin, barang-barang hobi, hingga produk elektronik. "Jadi memang produk-produk yang dibeli itu sangat segmented dan sebenarnya tidak mengganggu pasar produk lokal. Contohnya ada beberapa atlet yang membeli peralatan olahraga karena memang alat tersebut tidak dijual di Indonesia," ujarnya.

Hargadunia.com menyebut platform mereka sebagai international shopping online marketplace, di mana platform mereka menjual jutaan produk yang sudah terintegrasi dengan Amazon, Ebay, Jomashop, Puritan, Toys r Us, Target, Shopbop, Walmart, Lego, Individual Seller, Personal Shopper, dan lainnya.

Berbeda dengan toko online lainnya seperti Lazada, Blibli, Shopee, Bhinneka, dan yang lainnya, Hargadunia khusus sebagai platform barang-barang toko online luar negeri dengan tujuan agar konsumen dapat membeli dengan mudah langsung dengan penjual di luar negeri tanpa perlu memikirkan barang hilang, bea cukai, biaya kirim, dan biaya lainnya yang tidak terduga.

"Harga yang kita tampilkan di website ini sudah include dengan pajak dan biaya-biaya lainnya, jadi konsumen tinggal bayar harga yang tertera di platform kami saja. Untuk pengiriman, kami juga membuat berbagai macam promo. Misalnya bebas biaya pengiriman dari Amerika untuk barang-barang dengan berat maksimum 1 kilogram yang kami berikan sampai 9 September nanti," ujar Taufik.

Ke depannya, Hargadunia.com juga tidak hanya mengimpor barang-barang dari luar negeri saja, tetapi juga membantu para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia untuk memasarkan produk-produknya di luar negeri melalui platform e-commerce global.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

DBS: Melemahnya Rupiah Sulit Dijustifikasi

Menurut DBS, defisit neraca berjalan diprediksi melebar ke 2,5 persen dari PDB tahun ini

EKONOMI | 8 September 2018

Benahi BUMN, Ini Strategi dari Erick Thohir

Staf khusus Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) Arya Sinulingga menjelaskan strategi perombakan jajaran pengurus BUMN.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Belanja Iklan TV Asian Games Mencapai Rp 747 M

Bukalapak dan Grab menjadi pengiklan terbesar.

EKONOMI | 8 September 2018

Menteri Puspayoga: Fondasi Ekonomi Indonesia Kuat di Tangan Koperasi

Jangan khawatir fondasi ekonomi Indonesia ada di koperasi yang tidak tergantung pada impor, yang kena itu kan yang impor," kata Puspayoga. 

EKONOMI | 8 September 2018

Pembangunan Kawasan Perbatasan Buka Keterisolasian

Pembangunan kawasan perbatasan buka keterisolasian.

EKONOMI | 7 September 2018

Kemenpar Gelar Misi Penjualan Wisata Toba di Yogyakarta

Penyelenggaraan misi penjualan ini bertujuan untuk meningkatkan perjalanan wisnus ke Danau Toba sekaligus mendukung program Pesona Indonesia.

EKONOMI | 7 September 2018

Indonesia - Korsel Akselerasi Kerja Sama Industri Manufaktur

Indonesia - Korsel kerja sama industri manufaktur.

EKONOMI | 7 September 2018

Xiaomi Perkecil Jarak dengan Samsung

Di urutan ketiga dalam daftar ini ditempati Oppo dengan market share 18 persen, keempat Vivo sebesar sembilan persen, dan kelima Advan enam persen.

EKONOMI | 7 September 2018

Pengiriman Smartphone di Indonesia Capai 9,4 Juta Unit

“Xiaomi sebagai 'kuda hitam' yang telah menghadapi berbagai tantangan pertumbuhan di masa lalu, berhasil menduduki posisi kedua pengiriman smartphone terbesar."

EKONOMI | 7 September 2018

Fondasi Ekonomi Indonesia Kuat pada Koperasi

Fondasi ekonomi kuat pada koperasi.

EKONOMI | 7 September 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS