Sri Mulyani: Perbankan Harus Adopsi Teknologi agar Tidak Punah
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Sri Mulyani: Perbankan Harus Adopsi Teknologi agar Tidak Punah

Kamis, 15 November 2018 | 13:53 WIB
Oleh : Nida Sahara / FMB

Jakarta - Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengatakan disrupsi teknologi saat ini memang tidak bisa dihindari. Untuk itu industri perbankan harus bisa menghadapi dan mengadopsi teknologi supaya tidak mengalami kepunahan seperti dinosaurus.

Sri Mulyani menyebut, tantangan tidak mudah, selama 20 tahun terakhir 1997-1998 perbankan terus mengalami ujian yang tidak mudah tetapi terus mengalami kebangkitan. Ujian terberat itu 2008-2009 disebut global financial crisis yang mengancam seluruh ekonomi dunia, tetapi perbankan bisa survive.

"Disrupsi ini tidak bisa dihindari, taetpi bagaimana respon itu sangat tergantung dari leadership. Saya harap seluruh perbankan mampu menghadapi ini sehingga tidak mengalami seperti dinosaurus," kata Sri Mulyani dalam sambutan di acara Indonesia Banking Expo 2018, Jakarta, Kamis (15/11).

Pihaknya juga menyebut revolusi industri 4.0 juga perlu dimaknai secara positif. Dengan adanya perubahan industri 4.0 juga sebagai solusi akselerasi pembangunan Indonesia. Dari sisi pemerintah, pihaknya juga turut meningkatkan inklusi keuangan, karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses untuk masuk ke internet atau digital.

"Masih 50 persen masyarakat yang excluded, belum masuk, kita punya unicorn yang dibanggakan itu bisa jadi fondasi ekonomi dan bisa masuk untuk penetrasi ke masyarakat di manapun berada," ungkap dia.

Sri Mulyani juga mengungkapkan, industri perbankan harus bisa menerima revolusi 4.0 dan harus masuk juga ke dalam era tersebut. Namun, mengembangkan teknologi digital, industri keuangan, khususnya perbankan, merupakan bisnis kepercayaan. Sehingga, dalam transformasi digital, perbankan diharapkan jangan melupakan good corporate governance (GCG).

"Pandangan saya sama, fondasi bisnis bank adalah trust dan confidence. Dalam transformasi ini GCG tidak bisa ditawar, perubahan tidak bisa dihindari, maka yang menjadikan seseorang atau institusi berhasil dalam menghadapi era perubahan adalah adaptasi yang cukup kuat," terang Sri Mulyani.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, secara umum, terdapat beberapa disrupsi teknologi yang dapat merubah masa depan perbankan. Sebut saja Cloud, API, Robotic Process Automation, Artificial Intelligence, dan Blockchain. Semua disrupsi ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya kadang tampak sangat menarik.

"Namun perlu kita sadari bahwa dampak dari transformasi digital harus dipahami secara jelas oleh para pemangku kepentingan. Perbankan diharapkan dapat lebih terbuka dan membuka kerja sama dengan pihak lain. Pergeseran penghasilan perbankan dari pendapatan bunga ke pendapatan nonbunga dan tuntutan akan inovasi dan investasi di transformasi digital merupakan langkah yang tidak bisa dihindari," jelas Tiko sapaan Kartika.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ini Syarat Kemhub agar Merpati Terbang Lagi

Komunitas penerbangan nasional akan menyambut baik Merpati guna mendukung dan menyemarakkan industri penerbangan.

EKONOMI | 15 November 2018

Menaker Berharap Siswa BLK Semarang Ikuti Kompetisi Fashion di Paris

"kejuruan menjahit kita up grade agar tak sekedar menjahit di rumah atau menjadi buruh garmen, tapi juga kita proyeksi menjadi fashion designer kedepan."

EKONOMI | 14 November 2018

Rupiah Menguat Tipis Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 14.768,5 per dolar AS atau terapresiasi 18 poin (0,12 persen).

EKONOMI | 15 November 2018

Sesi I, IHSG Menguat 0,8%

IHSG menguat 0,83 persen ke 5.906,77.

EKONOMI | 15 November 2018

Peraturan Baru Taksi Daring Berlaku Desember

Mahkamah Agung telah tiga kali membatalkan peraturan menteri perhubungan yang mengatur taksi daring.

EKONOMI | 15 November 2018

2.513 Siswa BLK Semarang Mendapat Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat kompetensi di bidang pelatihan vokasi ini merupakan wujud pengakuan bahwa lulusan BLK sudah kompeten di bidang yang mereka pelajari

EKONOMI | 14 November 2018

Neraca Perdagangan Oktober Defisit US$ 1,82 Miliar

Ekspor Indonesia Oktober 2018 mencapai US$15,80 miliar, sedangkan impor US$17,62 miliar.

EKONOMI | 15 November 2018

Rupiah Dibuka Menguat

Rupiah berada di level Rp 14.764 per dolar AS atau terapresiasi 22,5 poin (0,15 persen).

EKONOMI | 15 November 2018

IHSG Menguat Jelang Rapat BI dan Pengumuman Neraca Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1 persen ke 5.917,25.

EKONOMI | 15 November 2018

Bursa Asia Melemah Seiring dengan Turunnya Harga Minyak

Nikkei 225 turun 0,56 persen ke 21.724,11, Topix Tokyo turun 0,57 persen ke 1.631,89, Hang Seng Hong Kong naik 0,09 persen ke 25.676,6.

EKONOMI | 15 November 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS