Indef: Manfaatkan Inisiatif Jalur Sutera untuk Mengakses Pasar Tiongkok
INDEX

BISNIS-27 447.461 (0.25)   |   COMPOSITE 5059.22 (10.65)   |   DBX 933.73 (1.67)   |   I-GRADE 135.366 (0.21)   |   IDX30 427.201 (-0.41)   |   IDX80 111.513 (-0.08)   |   IDXBUMN20 284.629 (0.24)   |   IDXG30 118.405 (-0.12)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-0.33)   |   IDXQ30 125.347 (-0.25)   |   IDXSMC-COM 215.54 (0.32)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-0.09)   |   IDXV30 105.043 (0.25)   |   INFOBANK15 803.622 (4.64)   |   Investor33 371.182 (0.72)   |   ISSI 148.056 (0.03)   |   JII 539.107 (-2.06)   |   JII70 182.679 (-0.45)   |   KOMPAS100 996.599 (1.25)   |   LQ45 780.316 (-0.24)   |   MBX 1404.61 (2.89)   |   MNC36 278.843 (0.67)   |   PEFINDO25 265.576 (-1.77)   |   SMInfra18 242.356 (-0.64)   |   SRI-KEHATI 313.434 (0.96)   |  

Indef: Manfaatkan Inisiatif Jalur Sutera untuk Mengakses Pasar Tiongkok

Minggu, 12 Mei 2019 | 10:01 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho mengungkapkan, kerja sama ke depan dengan Tiongkok melalui Inisiatif Jalur Sutera atau Belt and Road Initiative (BRI) seharusnya bukan lagi berada pada pembangunan infrastruktur yang memudahkan barang konsumsi Tiongkok langsung dapat dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Menurut Andry, ke depan kerja sama perlu bertujuan pada pengembangan industri domestik yang berbasis ekspor. Dengan cara ini, ke depan Indonesia dapat mengambil manfaat, mulai dari harapan reindustrialisasi, hingga perbaikan curent account deficit.

"Industri kita tidak semapan industri Tiongkok. Maka kita yang seharusnya difasilitasi oleh Tiongkok, bukan head-to-head. Contoh paling sederhana adalah e-commerce. UMKM kita dipaksakan untuk head-to-head dengan UMKM dari Tiongkok di marketplace mereka, atau ironinya di marketplace kita sendiri. Banyak di antara kita membeli produk yang tarif pengiriman 0 persen dan hanya menunggu tidak lebih dari satu minggu mendapatkan produk langsung dari Tiongkok. Dari harga saja, IKM dan UMKM kita pasti sudah kalah oleh Tiongkok. Maka caranya bukanlah head-to-head, tetapi bermitra," kata Andry Satrio Nugroho di acara diskusi Indef, di Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Yang perlu dilakukan menurut Andry adalah kerja sama agar produk yang dihasilkan bisa langsung tepat sasaran tanpa perlu bersaing sengit dengan IKM dan UMKM Tiongkok.

"Ini bisa mencontoh durian Thailand. MoU yang diteken tahun lalu oleh pemerintah Thailand dan Alibaba, membuat UMKM Thailand bisa menjual durian monthong sebanyak 2 juta ton melalui Alibaba. Ketika diposting pertama kali, 80.000 durian monthong terjual dalam waktu 1 menit saja. Distribusi sudah kuat, marketplace sudah ada dan disediakan oleh Alibaba, pasarnya di Tiongkok sudah ada. Inilah bentuk kerja sama yang komprehensif dan saling menguntungkan," kata Andry.

Industri Indonesia dikatakan Andry memang tidak begitu mengambil peran di rantai pasok dunia, hanya memiliki GVC participation rate sebesar 37,1 persen dari total ekspor di bawah negara berkembang yang sebesar 41,4 persen, tetapi menurut Andry, Tiongkok adalah sumber di mana industri Indonesia bisa berkembang.

"Sebanyak 19,5 persen konten produk dari Tiongkok berada pada produk ekspor dari industri kita. Artinya bahan baku industri terbesar berasal dari Tiongkok. Lalu, sebanyak 13,3 persen produk industri kita menjadi bagian dari produk mereka. Ini artinya, kita juga mengekspor bahan baku untuk produk industri mereka. Angka ini terbesar jika kita bandingkan dengan Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat," urai Andry.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

AS-Tiongkok Kembali Memanas, Perdagangan RI Ikut Terancam

Penurunan PDB Tiongkok akan menurunkan permintaan ekspor ke Indonesia.

EKONOMI | 11 Mei 2019

Sosialisasi Tiket Daring Kapal Merak-Bakauheni Ditingkatkan

Tarif layanan kapal yang diberangkatkan dari Terminal Eksekutif Rp 50.000 per orang dewasa dan Rp 34.000 per orang anak-anak.

EKONOMI | 11 Mei 2019

Menteri ESDM Meresmikan SPBU Satu Harga di Manggarai Timur

Menteri ESDM Ignatius Jonan resmikan SPBU BBM Satu Harga di Manggarai Timur.

EKONOMI | 11 Mei 2019

Menpar Temui Menhub Bahas Sektor Transportasi Untuk Pariwisata

Pariwisata membutuhkan dukungan sektor lain termasuk dari sisi transportasi.

EKONOMI | 11 Mei 2019

Garuda Kembali Sabet Gelar Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia

Garuda Indonesia satu-satunya maskapai asal Asia yang berhasil mempertahankan predikat tersebut selama lima bulan berturut-turut.

EKONOMI | 11 Mei 2019

Mendag Ajak Investor Liechtenstein Investasi di Infrastruktur dan Energi

Mendag menggelar kunjungan kerja di Swiss dan Liechtenstein pada 8-11 Mei 2019.

EKONOMI | 11 Mei 2019

Kunjungi Smesco, Wapres Argentina Terkesima Melihat Kerajinan Indonesia

Wapres Brazil kagum dengan kerajinan Indonesia.

EKONOMI | 11 Mei 2019

Pakar: HGU Tak Bisa Diakses Publik

Selama ini banyak orang yang salah kaprah menerjemahkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

EKONOMI | 11 Mei 2019

PT INALUM Anggarkan Rp 98 Triliun untuk Tiga Proyek Besar

Holding BUMN pertambangan, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) mengalokasikan US$ 7 miliar (Rp 98 triliun) anggaran belanja modal tahun ini.

EKONOMI | 10 Mei 2019

Pertamina Pastikan Pengamanan BBM dan Elpiji Hingga Lebaran

Pasokan elpiji akan ditambah, baik elpiji subsidi maupun nonsubsidi.

EKONOMI | 10 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS