Terlempar dari 5 Besar, Advan Benahi Strategi Komunikasi
INDEX

BISNIS-27 448.028 (0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (1.97)   |   DBX 964.111 (2.04)   |   I-GRADE 139.821 (0.07)   |   IDX30 426.948 (1.13)   |   IDX80 113.317 (0.26)   |   IDXBUMN20 291.67 (2.94)   |   IDXG30 118.931 (0.13)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.71)   |   IDXQ30 124.715 (0.17)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.37)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (1.88)   |   IDXV30 106.644 (0.69)   |   INFOBANK15 836.821 (-2.31)   |   Investor33 373.706 (-0.05)   |   ISSI 150.561 (0.49)   |   JII 547.285 (2.47)   |   JII70 187.054 (0.82)   |   KOMPAS100 1020.57 (0.6)   |   LQ45 786.439 (1.99)   |   MBX 1410.93 (0.2)   |   MNC36 280.006 (0.2)   |   PEFINDO25 280.13 (0.96)   |   SMInfra18 241.99 (0.64)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.59)   |  

Terlempar dari 5 Besar, Advan Benahi Strategi Komunikasi

Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:11 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Upaya Advan menjadi salah satu pemain penting di pasar smartphone menemui tantangan berat. Pada kuartal kedua 2019, tidak ada lagi nama Advan dalam daftar “top five smartphone vendors in Q2 2019” yang dirilis lembaga riset Canalys. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, Advan selalu masuk di lima besar. Posisinya kini digeser pendatang baru realme (7 persen). Sementara nomor satu hingga empat berturut-turut yaitu Oppo (26 persen), Samsung (24 persen), Xiaomi (19 persen), dan Vivo (15 persen).

GM Marketing Advan, M. Aria Wahyudi menyampaikan, lengsernya Advan dari posisi lima besar sebetulnya merupakan hal yang wajar dalam sebuah bisnis. Apalagi para pesainnya punya dukungan modal yang sangat besar untuk bisa menjadi pemain utama di pasar smartphone Indonesia.

“Ini kondisi yang normal dalam sebuah bisnis, pasti ada naik turunnya. Tetapi tentunya ini jadi bahan evaluasi bagi Advan. Kami sadar, yang dihadapi bukan perusahaan main-main. Mereka mungkin sudah menggelontorkan uang ratusan miliar untuk bisa mencapai posisi seperti sekarang. Tetapi kami yakin betul, dengan rencana yang sudah disusun matang, kami akan coba mengambil posisi itu kembali, meskipun memang tidak mudah,” kata Aria Wahyudi, di acara peluncuran Advan G2 Pro, di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Sadar kalau modal yang dimiliki para vendor smartphone asal Tiongkok sangat besar, Advan mencoba berkompetisi dengan cara lain, salah satunya dengan lebih intens mengkomunikasikan berbagai keunggulan Advan kepada konsumen. Hal tersebut sejauh ini diakui Aria belum berjalan maksimal.

“Untuk melawan perusahan yang modalnya besar, kita harus smart. Mesti hati-hati dan pintar melihat pasar ketika ingin meluncurkan sebuah produk, serta lebih efektif berkomunikasi. Advan punya produk yang bagus-bagus, tetapi sejauh ini belum terkomunikasikan dengan baik, misalnya dari sisi spesifikasi dan harga yang terjangkau. Jadi ke depan kami akan melakukan strategi komunikasi yang lebih intim ke konsumen agar dapat respon yang lebih positif,” kata Aria.

Dari data internal perusahaan, Aria mengatakan penjualan Advan sebetulnya tetap memperlihatkan tren naik. Hanya saja memang beberapa vendor smartphone Tiongkok mengalami kenaikan yang lebih signifikan.

“Secara market, kita itu tetap tumbuh kok. Tetapi memang tidak sesignifikan mereka. Market share Advan juga masih sekitar 5 persenan. Tentu kita akan berupaya terus untuk bisa kembali masuk lima besar dengan strategi yang sudah kita siapkan,” ujar Aria.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mengekor Asia, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.272 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.265- Rp 14.305 per dolar AS.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Ketangguhan B30 Diuji Sepanjang 640 Kilometer Tiap Hari

B30 merupakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dicampur dengan bahan bakar nabati sebanyak 30 persen.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Fokus pada Nasabah, Manulife Optimistis Peringkat AAJI Naik

Manulife Indonesia berada di posisi ketiga pada peringkat perusahaan asuransi jiwa versi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengacu pada nilai aset.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Pengembang Minta Peraturan Perjanjian Pendahuluan Jual Beli Rumah Direvisi

Peraturan Menpupera Nomor 11/PRT/M/2019 dinilai memberatkan pengembang.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Walhi DKI Kecam Upacara Kemerdekaan di Pulau Reklamasi

Perhelatan upacara kemerdekaan di Pantai Maju atau Pulau D berdasarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 71 Tahun 2019.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

ESDM: Kebakaran Kilang Balikpapan Tak Pengaruhi Produksi Pertamina

Hingga saat ini masih belum diperlukan evakuasi pekerja.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Juli, Upah Nominal Buruh Tani Nasional Naik 0,16%

Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Siang Ini, Rupiah dan Mata Uang Asia di Zona Merah

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.271-Rp 14.305 per dolar AS.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Aksi Jual Warnai Bursa Asia Siang Ini

Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 42,9 (0,17 persen) mencapai 25.259.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Sesi Siang, IHSG Anjlok 1,08% ke Level 6.199

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 103.271 miliar saham senilai Rp 4,284 triliun.

EKONOMI | 15 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS