Impor Migas Penyebab Neraca Perdagangan Juli Defisit
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Impor Migas Penyebab Neraca Perdagangan Juli Defisit

Kamis, 15 Agustus 2019 | 18:14 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pada awal Juli lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno soal defisit neraca perdagangan yang melebar akibat impor migas. Namun, impor migas ternyata masih mengalami kenaikan sepanjang Juli lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia Juli 2019 mengalami defisit US$ 63,5 juta, padahal bulan sebelumnya RI mencatat surplus US$ 200 juta. Salah satu penyebab defisit adalah naiknya impor migas. Sektor migas mencatat defisit sebesar US$ 142,4 juta, walaupun sektor nonmigas surplus US$ 78,9 juta.

Nilai impor Indonesia Juli 2019 mencapai US$ 15,51 miliar atau naik US$ 4,02 miliar (34,96 persen) dibanding Juni 2019. Hal tersebut disebabkan oleh naiknya nilai impor migas Juli 2019 sebesar 2,04 persen menjadi US$ 1,75 miliar dan impor nonmigas naik 40,72 persen menjadi US$ 13,77 miliar.

Peningkatan impor migas dipicu oleh naiknya nilai impor minyak mentah sebesar US$ 77,9 juta (19,11 persen), tetapi nilai impor hasil minyak dan gas mengalami penurunan masing-masing US$ 16,5 juta (1,52 persen) dan US$ 26,4 juta (12,14 persen).

Secara kumulatif, nilai impor Januari–Juli 2019 adalah US$ 97,68 miliar atau turun 9 persen (US$ 9,66 miliar) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing US$ 4,08 miliar (24,42 persen) dan US$ 5,58 miliar (6,16 persen). Lebih lanjut penurunan impor migas disebabkan oleh turunnya impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah US$ 2,04 miliar (39,15 persen), hasil minyak US$ 1,87 miliar (19,05 persen), dan gas US$ 173,1 juta (10,26 persen).

Neraca perdagangan secara kumulatif pada Januari-Juli 2019 tercatat mengalami defisit sebesar US$1,98 miliar.

Pertamina sebagai importir migas terbesar telah mengurangi ketergantungan impor hingga 35 persen dengan membeli minyak mentah dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyampaikan, hingga 2 Agustus 2019, total kesepakatan pembelian minyak mentah dan kondensat dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mencapai 123.600 barel minyak mentah per hari (MBCD) dari 39 KKKS. Dengan upaya ini, Pertamina telah menekan impor minyak mentah sampai 35 persen dibandingkan impor tahun sebelumnya yang mencapai 339.000 barel per hari (MBPD).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perang Dagang dalam Perspektif Rhenald Kasali

Menurut Rhenald, perang dagang AS-Tiongkok dimotori oleh Presiden Trump.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Astra Agro-Pemerintah Bersinergi Siaga Cegah Karhutla

Untuk mitigasi ancaman kebakaran, tim Fire Protection Astra Agro juga melakukan pengawasan intensif melalui patroli darat dan udara.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Pertamina Tahan Tumpahan Minyak dengan Penampung Fluida

Berhasil menampung sekitar 5.000 liter minyak mentah per hari, di mana setelahnya minyak akan akan dipindahkan ke kapal penampung.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Pesawat Komersial Mendarat Perdana di Runway 3 Soetta

Akhirnya proyek Runway 3 sudah bisa dimanfaatkan guna mendukung Bandara Soekarno-Hatta dalam mempercepat pertumbuhan perekonomian.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Bursa Asia Ditutup Mixed, Eropa Melemah

Nikkei 225 Jepang naik 0,98 persen ke 20.655,13, Topix Tokyo naik 0,87 persen 1.499,5, Hang Seng Hong Kong naik 0,08 persen ke 25.302,28.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Semester I-2019, CIMB Niaga Bukukan Laba Rp 1,98 triliun

Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih yang naik sebesar 5,5 persen menjadi Rp 6,32 triliun.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

IHSG Ditutup Terpangkas 9 Poin ke 6.257

Sebanyak 142 saham menguat, 290 saham melemah, dan 138 saham stagnan.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Terlempar dari 5 Besar, Advan Benahi Strategi Komunikasi

5 besar smartphone di Indonesia: Oppo (26 persen), Samsung (24 persen), Xiaomi (19 persen), dan Vivo (15 persen), Realme (7 persen).

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Mengekor Asia, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.272 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.265- Rp 14.305 per dolar AS.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Ketangguhan B30 Diuji Sepanjang 640 Kilometer Tiap Hari

B30 merupakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dicampur dengan bahan bakar nabati sebanyak 30 persen.

EKONOMI | 15 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS