Komisi XI DPR Berencana Pilih Anggota BPK RI 16 September
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Komisi XI DPR Berencana Pilih Anggota BPK RI 16 September

Selasa, 10 September 2019 | 20:19 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi XI DPR RI berencana melakukan pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada 16 September mendatang, setelah sebelumnya sudah menyelesaikan tahap seleksi hingga uji kelayakan kepatutan.

Namun kepastian soal itu masih harus menunggu pendapat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang belum ada kejelasan.

"Rencananya tanggal 16 itu kan. Tapi tergantung dari proses di DPD RI, mereka bisa selesai tidak minggu ini," kata Anggota Komisi XI DPR Eva Kusuma Sundari, Selasa (10/9/2019).

Sesuai UU, kata Eva, DPR RI memang yang berhak untuk memilih anggota BPK RI yang definitif. Namun harus dengan pertimbangan dari DPD RI. Maka pihaknya pun menunggu.

Masalahnya, DPD RI sendiri belum bersedia memproses pengajuan nama calon komisioner BPK RI itu. Pemicunya adalah adanya dua versi calon anggota BPK yang disampaikan ke mereka oleh pimpinan DPR RI.

Versi pertama adalah jumlah pendaftar awal sebanyak 64 orang. Sementara versi kedua adalah 32 orang. Ke-32 orang calon ini adalah dari 64 orang tadi, namun sudah lolos tes tahap awal pembuatan makalah di Komisi XI DPR.

DPD RI menunggu kejelasan dari DPR, manakah yang harus mereka pertimbangkan. Apakah 64 orang, atau 32 orang. Keinginan DPD RI adalah agar 64 nama tadi diseleksi oleh DPD, bukan hanya 32 nama seperti diserahkan Komisi XI DPR.

Menurut Eva, bila DPD RI bertahan dengan sikap itu, maka proses seleksi dan pemilihan anggota BPK RI itu tak akan bisa selesai. Padahal waktu yang tersisa sudah mepet. Anggota BPK baru seharusnya dipilih paling lama 16 September mendatang.

Kalaupun DPD RI ingin mengetes ke-64 calon yang merupakan pendaftar awal, menurut Eva, tetap saja yang akan diteruskan oleh Komisi XI DPR RI adalah 32 nama yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan.

"Jadi kalau DPD mengambil keputusan dengan 64 calon, jadinya kan sia-sia. Pertimbangannya takkan dipakai DPR yang sudah mengetes 32 nama yang lolos tes makalah," ujar Eva.

Menurut Eva, menyaring 32 dari 64 nama lewat tes makalah adalah mekanisme Komisi XI DPR mengurangi calon yang ikut ke tes selanjutnya yakni uji kelayakan dan kepatutan.

"Bagaimana kita mau kasih pertimbangan lagi untuk 64 orang, ya tak selesai-selesai. Yang 32 kemarin itu saja DPR sudah banyak klenger kok mengetesnya," tukas Eva.

"Jadi saran saya, DPD mending kasih pertimbangan untuk 32 calon saja. Kita fokusnya ke situ."



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

November, Jokowi Akan Rilis LinkAja Syariah

Untuk tahap awal, LinkAja syariah hanya melibatkan bank syariah milik bank pemerintah.

EKONOMI | 10 September 2019

Rupiah Melemah 18 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.026- Rp 14.055 per dolar AS.

EKONOMI | 10 September 2019

Jack Ma Tinggalkan Alibaba dengan Kekayaan Rp 540 Triliun

Mantan guru Bahasa Inggris yang karismatik itu mendirikan Alibaba 20 tahun silam.

EKONOMI | 10 September 2019

Pemadaman Listrik, PLN Bayarkan Kompensasi Rp 840 M

Total kompensasi kerugian akibat blackout pada awal Agustus 2019 yang dibayarkan kepada pelanggan PLN sebesar Rp 840 miliar.

EKONOMI | 10 September 2019

Anggarkan Rp 2,9 Triliun, Kemhub Kembangkan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Kemhub mengalokasikan sebesar Rp 353,99 miliar pada 2019 dan Rp 2,6 triliun pada 2020.

EKONOMI | 10 September 2019

Mayoritas Top 10 Market Cap Menguat Hari Ini

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memimpin kenaikan terbesar dengan mencatat gain 2,64 persen.

EKONOMI | 10 September 2019

PTPP Raih Kontrak Pembangunan 2 PLTU Senilai Rp 2,1 Triliun

PTPP optimistis kedua PLTU tersebut dapat beroperasi pada tahun 2022.

EKONOMI | 10 September 2019

IHSG Ditutup Naik 10 Poin ke 6.336

Sebanyak 223 saham menguat, 219 saham melemah, dan 165 saham stagnan.

EKONOMI | 10 September 2019

Indonesia Bidik Pasar Mebel AS

Pemerintah Indonesia tengah membidik pasar negara yang tengah terlibat perang dagang, terutama Amerika Serikat.

EKONOMI | 10 September 2019

Makin Lengkap, Grab Luncurkan Layanan Clean & Fix

Tiga layanan yang dihadirkan dalam fitur Clean & Fix antara lain service AC, service mesin cuci, hingga service kulkas.

EKONOMI | 10 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS