IPO, Ginting Jaya Energi Dapat Pernyataan Efektif dari OJK
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

IPO, Ginting Jaya Energi Dapat Pernyataan Efektif dari OJK

Jumat, 1 November 2019 | 20:05 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Ginting Jaya Energi Tbk resmi mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelenggarakan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 31 Oktober 2019. Perusahaan akan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 November 2019 dengan kode WOWS. Di samping itu, OJK menyatakan bahwa Ginting Jaya Energi Tbk termasuk kategori saham syariah.

Ginting Jaya Energi didirikan pada tanggal 7 Maret 2011 berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan. Perusahaan menjalankan kegiatan usaha di bidang utilitas dan penyewaan dengan spesialisasi penyewaan jasa perawatan sumur minyak rig workover dan well services (WOWS) dan enhanced oil recovery (EOR).

CEO Ginting Jaya Energi Tbk Jimmy Hidayat mengatakan akan melepas 750.000.000 lembar saham yang mewakili 30,29 persen modal yang dikeluarkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana. Dengan IPO ini, selain mendapatkan dana segar untuk pengembangan usaha, Ginting Jaya Energi akan mendapatkan status perusahaan publik. Dari hasil bookbuilding di harga Rp 375-Rp 450, terbentuk harga per lembar saham sebesar Rp 450, sehingga target peraihan dana IPO mencapai Rp 337,5 miliar.

Ginting Jaya Energi Tbk telah menunjuk Jasa Utama Capital Sekuritas dan MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Adapun 63,56 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk penambahan tujuh rig work over dan well services (WOWS) perseroan. Pembelian aset tetap untuk mendukung operasional sebesar 16,74 persen, pelunasan sebagian utang leasing dengan perusahaan pembiayaan yang merupakan pihak ketiga sebanyak 13,06 persen dan untuk modal kerja sebesar 6,64 persen dengan rincian sebanyak 80 persen dari modal kerja.

“Pada 2019 kami menargetkan pendapatan senilai Rp 185 miliar. Target ini meningkat sebesar 10,02 persen dibanding tahun 2018,” ujar Jimmy Hidayat.

Adapun laba bersih pada 2019 perseroan menargetkan perolehan Rp31 miliar. “Ini berdasarkan pada nilai kontrak yang kami dapatkan tahun ini,” tambahnya.

Pada April 2019, Ginting Jaya Energi Tbk mendapatkan kontrak senilai Rp390 miliar untuk layanan WOWS yang dengan masa kontrak selama dua tahun. “Karena kontraknya 2 tahun, jadi tahun ini kami dapat separuh dari total nilai kontrak senilai Rp390 miliar,” jelasnya. Ditambahkan Jimmy, pendapatan perusahaan tahun 2020 pasca-IPO diproyeksikan akan naik 1,5 kali lipat dengan laba bersih tumbuh hingga 250 persen

Ginting Jaya Energi memiliki 9 unit rig WOWS yang beroperasi di Sumatera Selatan. Jimmy Hidayat lebih jauh menuturkan, potensi bisnis WOWS di Indonesia diprediksi mencapai sekitar Rp 23 triliun per tahun. Return on Investment (ROI) dalam industri ini cukup tinggi dengan profit margin yang besar dan EBITDA hingga 60 persen. Salah satu keunggulan bisnis WOWS adalah kebal terhadap fluktuasi harga minyak. Hal ini terbukti pada 2017 dan 2018, pendapatan Ginting Jaya Energi Tbk mampu bertumbuh meski saat itu harga minyak dunia anjlok hingga US$ 45 per barel.

Jika dibandingkan dengan perusahaan jasa penyewaan rig WOWS dan EOR lain yang telah mencatatkan sahamnya di bursa efek Amerika, Kanada, dan Tiongkok, harga saham Ginting Jaya Energi Tbk -dengan kode WOWS- yang dilepas ke publik, masih terdiskon 50 persen. Dengan tambahan tujuh unit rig di tahun 2020 dan target penambahan hingga 23 unit pada 2023, maka Ginting Jaya Energi Tbk akan menjadi perusahaan penyedia jasa penyewaan rig WOWS terbesar di wilayah Asia Pasifik. Ginting Jaya Energi Tbk akan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 November 2019 dengan kode WOWS.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BCA dan AIA Jamin Manfaat 500% Premi Tahunan Program Pensiun

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT AIS Financial (AIA) meluncurkan asuransi dana pensiun bernama Proteksi Retirement Maksima (RetirePlan) di Jakarta, Rabu (30/10).

EKONOMI | 1 November 2019

Fesyar Indonesia 2019 Targetkan Transaksi Rp 2,86 Triliun

BI Jatim telah menyiapkan sejumlah kejutan di Fesyar Indonesia 2019.

EKONOMI | 1 November 2019

Danone Aqua Gelar Jelajah Kebaikan Aqua

Inisiatif ini diwujudkan melalui pameran edukatif dan interaktif yang digelar di atrium utama Mall Gandaria City pada 1 – 3 November 2019.

EKONOMI | 1 November 2019

TwoSpaces Kembangkan Ekosistem Bisnis Berbasis Teknologi

TwoSpaces menawarkan integrasi multifungsi ruang mulai dari co-working, co-retail, co-warehouse, hingga co-living.

EKONOMI | 1 November 2019

Iperindo Keluhkan Revisi Aturan Impor Kapal Bekas

Kemdag mengizinkan untuk impor kapal bekas seluruh tipe dengan usia maksimal 30 tahun, dari sebelumnya usia 15-20 tahun dan tidak semua tipe.

EKONOMI | 1 November 2019

Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Melemah 4,5 Poin

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.036 Rp 14.071 per dolar AS.

EKONOMI | 1 November 2019

CPO Rotterdam Bisa di Atas US$ 700 di Q1 2020

B30 akan meningkatkan permintaan biodiesel yang diamanatkan Indonesia menuju 8,5 juta ton tahun depan.

EKONOMI | 1 November 2019

Bursa Asia Ditutup Bervariasi, Eropa Dibuka Menguat

Nikkei 225 Jepang naik 0,47 persen ke 22.974,13, indeks Topix Tokyo naik 0,86 persen ke 1.662,68, Hang Seng Hong Kong turun 0,39 persen ke 26.786,76.

EKONOMI | 1 November 2019

Tahun Depan Kemhub Siapkan 26 Trayek Tol Laut

Anggaran subsidi yang dialokasikan untuk 26 trayek tol laut senilai Rp 436 miliar.

EKONOMI | 1 November 2019

Pendapatan XL Axiata Tumbuh 11%

Kenaikan pendapatan didorong oleh kenaikan pada pendapatan layanan sebesar 16 persen.

EKONOMI | 1 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS