Presiden Instruksikan Kabinetnya Tingkatkan Kemudahan Berbisnis
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Presiden Instruksikan Kabinetnya Tingkatkan Kemudahan Berbisnis

Kamis, 21 November 2019 | 11:44 WIB
Oleh : Novy Lumanauw, Carlos KY Paath / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas dengan topik Percepatan Kemudahan Berusaha di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Jokowi menginginkan peringkat Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business/EODB) Indonesia naik dari peringkat 73 menuju posisi 40-50.

Pada lima tahun lalu, indeks EODB Indonesia berada pada peringkat 120 dan dalam waktu tiga tahun, melaju ke posisi 72 pada tahun 2018. Namun, pada tahun ini, melorot ke peringkat 73.

“Oleh sebab itu, solusi yang kita kerjakan tidak boleh sepotong-sepotong. Kita membutuhkan reformasi struktural, kita membutuhkan deregulasi, dan kita membutuhkan debirokratisasi sehingga kemudian kita betul-betul bisa potong, kita sederhanakan,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

KPPOD Temukan 347 Perda Hambat Investasi

Presiden Jokowi mengungkapkan, diperlukan kesamaan persepsi berupa keinginan bersama untuk sebuah kenaikan peringkat dalam kemudahan berusaha di Indonesia, yaitu di angka 40 atau di peringkat 40-50.

Setiap menteri Kabinet Indonesia Maju, kata Kepala Negara, wajib mempelajari dan mengkaji permasalahan yang ada secara detail, di mana poin-poin kelemahan, dan titik-titik yang menjadi penghambat dari kemudahan berusaha. Apabila kelemahan dan titik-titik kelemahan dapat teratasi, indeks EODB dapat diperbaiki.

“Saya juga minta kepada Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman dan Investasi untuk mengawal langkah-langkah perbaikan, reformasi di semua titik-titik tengah itu agar semuanya ter-delivered dengan baik,” kata Kepala Negara.

Ia mengatakan reformasi pelayanan perizinan terus dilakukan agar prosesnya makin cepat dan terintegrasi, mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah. Sistem terintegrasi ini, lanjutnya, harus menjadi sebuah desain sehingga benar-benar dapat dikontrol dan diawasi proses-proses yang ada.

“Kita bisa melihat, kita bisa mengontrol, kita bisa mengawasi proses-proses yang ada. Di mana berhentinya, di mana ruwetnya, itu bisa kita kontrol dan kita awasi,” kata Presiden Jokowi.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Terus Mendorong Ekspor Gula Palma

Pemerintah terus dorong ekspor gula palma.

EKONOMI | 21 November 2019

Rayakan HUT Ke-42, BPJSTK Selenggarakan Lomba Foto

Peringati HUT ke-42 BPJS TK gelar lomba foto.

EKONOMI | 21 November 2019

Lima Tahun ke Depan Pemerintah Bangun Tol 2.500 KM

Pemerintah bangun jalan tol sepanjang 2.500 KM ke depan.

EKONOMI | 21 November 2019

KPPOD Temukan 347 Perda Hambat Investasi

Sebanyak 67 persen merupakan perda terkait pajak retribusi, lalu disusul perda terkait perizinan sebanyak 18 persen.

EKONOMI | 21 November 2019

Politisi PDIP Sebut Erick-Ahok Mirip Gorbachev

Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir dengan Ahok sebagai partnernya akan berdampak signifikan terhadap kondisi perekonomian ke depan.

EKONOMI | 21 November 2019

Bu Dewi, Menyulap Desa Terbelakang Jadi Destinasi Wisata

Program Bu Dewi yang telah memperoleh penghargaan The Best Nusantara CSR Awards 2019 by LaTofi School of CSR.

EKONOMI | 21 November 2019

Rupiah Terdepresiasi ke Kisaran Rp 14.100 per Dolar

Rupiah berada di level Rp 14.112 per dolar AS atau terdepresiasi 17,5 poin (0,12 persen).

EKONOMI | 21 November 2019

Wall Street, Bursa Asia, hingga IHSG Kompak Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,6 persen ke kisaran 6.121.

EKONOMI | 21 November 2019

IHSG Rawan Koreksi Hari Ini

Valbury rekomendasikan saham ASII, TLKM, UNTR, GGRM, CPIN, PWON.

EKONOMI | 21 November 2019

Pelaku Pasar Nantikan Pengumuman Suku Bunga BI

Mirae memperkirakan IHSG dalam fase konsolidasi hari ini.

EKONOMI | 21 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS