Tanpa Katalis yang Kuat, IHSG Diprediksi Kembali Tertekan
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-0.96)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.35)   |   DBX 1076.27 (7.25)   |   I-GRADE 169.305 (0.42)   |   IDX30 499.8 (-0.42)   |   IDX80 132.38 (-0.05)   |   IDXBUMN20 374.254 (3.4)   |   IDXG30 135.455 (0)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.05)   |   IDXQ30 146.053 (-0.32)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.27)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (1.57)   |   IDXV30 131.098 (0.77)   |   INFOBANK15 988.482 (3.85)   |   Investor33 429.242 (-0.22)   |   ISSI 170.543 (-0.31)   |   JII 620.021 (-2.8)   |   JII70 214.017 (-0.68)   |   KOMPAS100 1185.8 (0.59)   |   LQ45 922.358 (-0.15)   |   MBX 1613.53 (1.07)   |   MNC36 321.576 (-0.47)   |   PEFINDO25 321.335 (-3.22)   |   SMInfra18 295.407 (2.01)   |   SRI-KEHATI 367.139 (0.09)   |  

Tanpa Katalis yang Kuat, IHSG Diprediksi Kembali Tertekan

Jumat, 29 November 2019 | 08:51 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Menurut riset PT Valbury Sekuritas Indonesia, Kamis (28/11/2019), sentimen positif pasar yang terbilang terbatas pada perdagangan saham hari ini, Jumat (29/11/2019) hanya dapat memberikan tekanan kembali bagi indeks acuan BEI yakni IHSG secara beruntun untuk kali ketujuh akan berakhir di zona negatif. Pasalnya, belum ada kekuatan katalis yang mampu untuk menopang bagi indeks domestik ini ke teritorial positif.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Omnibus law perpajakan akan menjadi prioritas pemerintah untuk melakukan transformasi ekonomi dan mengantisipasi perubahan terkait digital ekonomi. Sasaran Omnibus law perpajakan adalah menurunkan Pajak Pengahasilan (PPh) dari 25 persen secara bertahap ke 20 persen, yakni pada 2021 diturunkan menjadi 22 persen dan pada tahun 2023 akan menjadi 20 persen.Pemerintah juga menyampaikan untuk perusahaan yang melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan ditambah lagi penurunan PPh sebesar 3 persen selama 5 tahun sejak perusahaan tersebut melakukan pencatatan di BEI. Selain itu. Pemerintah akan menghapus pajak dividen kepada perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspansi. Pemerintah juga fokus pada pajak teritorial yaitu wajib pajak (WP) orang Pribadi (OP) yang telah bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari akan dikenakan pajak dari negara tersebut, sedangkan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia hanya dikenakan pajak dari Republik Indonesia. Hal lainnya, mengenai pengurangan penalti pajak beserta bunga yakni bagi WP yang kurang bayar pajak lebih dari 2-3 tahun maka akan dikenakan denda sebesar 2 persen per bulan.

Berita lainnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ketetapan formula harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi akan segera diumumkan. Sebelumnya, Kementerian ESDM telah mengirimkan surat permohonan pertimbangan perubahan formula harga BBM jenis Solar ke Kementerian Keuangan. Perubahan dilakukan karena formula yang ada tidak sesuai dengan nilai keekonomian. Pemerintah melakukan perubahan sebagai antisipasi, ada potensi kuota Solar subsidi meningkat pada tahun ini. Karena Data Kementerian ESDM memang mencatat konsumsi solar subsidi sudah mencapai 13 juta kiloliter pada Oktober 2019. Artinya, rata-rata penggunaan volume solar subsidi mencapai 1,3 juta kiloliter per bulan.

Sentimen pasar dari luar negeri:
Dari eksternal, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani Undang-Undang (UU) demokrasi di Hong Kong. Dengan disahkannya RUU pro-demokrasi Hong Kong, AS bisa menjatuhkan sanksi bagi para pejabat Tiongkok dan Hong Kong yang diduga melanggar hak asasi manusia (HAM), termasuk larangan visa dan pembekuan aset. Sikap AS ini mendapat kecaman pemerintah Tiongkok karena dinilai sebagai upaya campur tangan urusan dalam negeri dan mengancam siap mengambil langkah tegas untuk membalas AS.

Perspektif teknikal
Support Level : 5920/5887/5829
Resistance Level : 6011/6070/6102
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down

Rekomendasi perdagangan hari ini:

UNVR: Trading Buy
• Close 41800, TP 42300
• Boleh buy di level 41150-41800
• Resistance di 42300 & support di 41150
• Waspadai jika tembus di 41150
• Batasi risiko di 40900

TLKM: Trading Buy
• Close 3820, TP 3880
• Boleh buy di level 3780-3820
• Resistance di 3880 & support di 3780
• Waspadai jika tembus di 3780
• Batasi risiko di 3750

ASII : Trading Buy
• Close 6400, TP 6500
• Boleh buy di level 6350-6400
• Resistance di 6500 & support di 6350
• Waspadai jika tembus di 6350
• Batasi risiko di 6275

GGRM: Trading Buy
• Close 50375, TP 50700
• Boleh buy di level 50100-50375
• Resistance di 50700 & support di 50100
• Waspadai jika tembus di 50100
• Batasi risiko di 49850

AALI: Trading Buy
• Close 12275, TP 12400
• Boleh buy di level 12150-12275
• Resistance di 12400 & support di 12150
• Waspadai jika tembus di 12150
• Batasi risiko di 12075

CTRA: Trading Buy
• Close 975, TP 1020
• Boleh buy di level 945-975
• Resistance di 1020 & support di 945
• Waspadai jika tembus di 945
• Batasi risiko di 920



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Setelah Anjlok Kemarin, IHSG Diprediksi Berbalik Menguat

Kami berharap IHSG diperdagangkan mixed cenderung naik.

EKONOMI | 29 November 2019

IHSG Lanjutkan Pelemahan Kemarin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,2 persen ke kisaran 5.941.

EKONOMI | 29 November 2019

Potensi Industri Halal Dinilai Masih Besar

Halal Expo Indonesia (HEI) 2019 menargetkan 50.000 pengunjung selama berlangsungnya pameran.

EKONOMI | 29 November 2019

Xynexis International Raih Top Digital Awards 2019

Pada Rabu (27/11), Xynexis Internasional mendapat penghargaan tahun kedua pada acara TOP DIGITAL Awards 2019.

EKONOMI | 29 November 2019

Jokowi: Saya Tahu Siapa yang Suka Impor Migas

"Ada yang senang impor dan tidak mau diganggu impornya. Ini yang mau saya ganggu."

EKONOMI | 29 November 2019

Presiden: Ekonomi Tumbuh 5% Harus Disyukuri

Presiden mengatakan di kelompok G-20, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih nomor tiga yang terbaik.

EKONOMI | 29 November 2019

BPK Bangun Sinergi dengan Entitas Melalui Workshop

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) gelar workshop Implementasi Kode Etik BPK untuk membangun sinergi dengan entitas.

EKONOMI | 28 November 2019

Kinerja Pertumbuhan Industri Manufaktur Belum Sesuai Harapan

Minimnya kinerja pertumbuhan industri manufaktur, kurang mendukung perekonomian nasional dan penciptaan lapangan kerja.

EKONOMI | 28 November 2019

MIS Group Dorong Tumbuhkan Ekosistem Ekonomi Kerakyatan

PRAJA 2019 bisa menjadi jendela informasi dan menginspirasi masyarakat dalam menjawab posisi dan kontribusi koperasi di era transformasi ekonomi.

EKONOMI | 28 November 2019

Platform CorporateEDU Bantu Perusahaan Tingkatkan Kemampuan Karyawan

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan dan institusi di Indonesia adalah bagaimana meningkatkan keahlian dan kemampuan para pekerjanya.

EKONOMI | 28 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS