Laba Kuartal III Maybank Naik 2,1%
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Laba Kuartal III Maybank Naik 2,1%

Jumat, 29 November 2019 | 15:48 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset catat kenaikan laba bersih 2,1 persen secara tahunan pada kuartal III 2019 menjadi RM 2,0 miliar dibandingkan RM1,96 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan pendapatan juga mengalami kenaikan 14,1 persen, yang berasal dari kenaikan signifikan pendapatan nonbunga bersih sebesar 38,6 persen dan kenaikan pendapatan bunga bersih 6,0 persen.

Dibandingkan kuartal kuartal II 2019, laba bersih mengalami kenaikan 3,0 persen didukung kenaikan pendapatan operasional bersih 10,3 persen. Hal ini disebabkan oleh pendapatan investasi dan perdagangan yang lebih besar serta meningkatnya marjin bunga bersih (NIM) sebesar 13 basis poin (bps) secara kuartalan.

Sementara, untuk periode sembilan bulan hingga September 2019, pendapatan operasional bersih tumbuh 5,3 persen secara tahunan didukung kenaikan pendapatan non bunga sebesar 12,5 persen dan pertumbuhan pendapatan non bunga 2,6 persen. Tetapi PBT Group turun tipis menjadi RM 7,75 miliar dari RM 7,81 miliar per September 2018, sementara laba bersih sebesar RM 5,75 miliar dibandingkan RM 5,79 miliar tahun lalu.

“Ketidakpastian iklim operasional masih berlanjut dan kami tetap berhati-hati mengingat kondisi geo-politik yang berkepanjangan. Meskipun demikian, kami ditopang dengan hasil yang stabil dan akan fokus untuk mewujudkan peluang di regional, terutama di ASEAN dan Greater Tiongkok,” ucap Maybank Chairman, Datuk Mohaiyani Shamsudin dalam siaran pers, Jumat (29/11).

Sementara, Group President & CEO Datuk Abdul Farid Alias mengatakan, grup fokus pada kedisiplinan penentuan harga, posisi modal dan likuiditas yang kuat serta manajemen risiko dan efisiensi operasional yang baik menjadi prioritas utama dalam beberapa bulan mendatang.

“Tahun ini merupakan tahun yang menantang bagi beberapa nasabah kami karena terjadinya pertumbuhan yang melambat di perdagangan global. Oleh karena itu, kami secara proaktif bekerja sama dengan debitur untuk merestrukturisasi fasilitas pinjaman mereka. Sementara itu, kami akan terus berhati-hati dalam mengelola kualitas aset kami serta meningkatkan portofolio kami,” ujarnya.

Sementara, secara keseluruhan grup mencatat pertumbuhan sebesar 3,4 persen didukung operasional Malaysia yang tumbuh 5,3 persen di atas pertumbuhan industri sebesar 3,8 persen, serta ekspansi kredit di pasar seperti Greater Tiongkok dan Indo-Tiongkok.

Simpanan grup naik 5,5 persen, didukung pertumbuhan yang kuat masing-masing sebesar 7,5 persen, 6,0 persen dan 4,5 persen di Malaysia, Singapura dan Indonesia, sebagai bagian dari strategi Group untuk fokus pada penurunan biaya dana serta menjaga posisi likuiditas yang kuat. "Ini menghasilkan peningkatan LDR Group menjadi 92,5 persen per September 2019 dari 94,4 persen tahun lalu," sebutnya.

Grup juga catat peningkatan NIM menjadi 2,32 persen. Tetapi, untuk periode sembilan bulan, NIM Group turun tipis sebesar 5 bps menjadi 2,27 persen dari 2,32 persen tahun lalu karena dampak reduksi Base Lending Rate (BLR). Terkait permodalan, rasio likuiditas grup juga pada tingkat yang sehat sebesar 141,5 persen, jauh di atas persyaratan peraturan sebesar 100 persen.

Lebih lanjut, diakui Mohaiyani mengingat perang perdagangan yang sedang berlangsung yang mempengaruhi bisnis secara global, terutama di Singapura, grup mencatat rasio kredit bruto naik tipis menjadi 2,67 persen dari 2,65 persen pada periode yang sama tahun lalu. "Manajemen portofolio kredit grup yang proaktif akan terus menjadi fokus utama mengingat prospek yang dinamis di iklim global," tutupnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pelabuhan Patimban Dipersiapkan Jadi Pintu Ekspor Otomotif

Pada tahap pertama, investasi yang diperlukan kurang lebih sebesar Rp 29 triliun. Total hingga selesai pada tahun 2027 bisa mencapai Rp 50 triliun.

EKONOMI | 29 November 2019

Pelabuhan Benoa Akan Jadi Kawasan Wisata Terpadu Kelas Dunia

Diharapkan Pelabuhan Benoa nantinya menjadi pelabuhan cruise sekaligus kawasan wisata terpadu berkelas dunia.

EKONOMI | 29 November 2019

Membuka Pasar Kendaraan Listrik di IIMS Motobike Expo 2019

Pemerintah terus berupaya membuka pasar bagi kendaraan listrik, yang tergetnya akan berkontibusi sebesar 20% dari total produksi kendaraan bermotor.

EKONOMI | 29 November 2019

2025, Produksi Sepeda Motor Ditargetkan 10 Juta Unit per Tahun

Pemerintah ingin Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara pada 2030.

EKONOMI | 29 November 2019

DPR Ajak Pengusaha Dukung Omnibus Law

Iklim usaha yang kondusif diperlukan untuk mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi nasional.

EKONOMI | 29 November 2019

Kadin Teken Nota Kesepahaman dengan Kementerian BUMN

“Kadin akan terus membantu pemerintah meningkatkan daya saing dunia usaha sebagai pelaku ekonomi yang andal,” kata Rosan.

EKONOMI | 29 November 2019

Ini Para Penerima Penghargaan Kadin Awards 2019

Penerima penghargaan antara lain Dirut Bank Mandiri Achmad Baiquni, Dirut BJB Yuddy Renaldi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dll.

EKONOMI | 29 November 2019

Industri Jasa Keuangan hingga November Akhir Terkendali

OJK akan selalu memantau perkembangan ekonomi global dan berupaya memitigasi dampak kondisi yang unfavourable terhadap kinerja sektor jasa keuangan domestik.

EKONOMI | 29 November 2019

Penyelesaian Aturan Turunan UU TKI Molor

Aturan turunan UU PPMI belum tuntas disusun.

EKONOMI | 29 November 2019

Jumlah Investor Baru BEI Catatkan Rekor Baru pada 2019

Jumlah investor saham di BEI pada 2019 ini mencatatkan rekor baru melampaui rekor yang dicetak pada 2018.

EKONOMI | 29 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS