Harapan Presiden untuk Pabrik Baru Chandra Asri
INDEX

BISNIS-27 503.122 (3.27)   |   COMPOSITE 5724.74 (38.65)   |   DBX 1066.46 (5.9)   |   I-GRADE 166.255 (1.33)   |   IDX30 491.004 (3.79)   |   IDX80 129.735 (1.18)   |   IDXBUMN20 364.991 (2.88)   |   IDXG30 133.352 (1.26)   |   IDXHIDIV20 441.973 (3.34)   |   IDXQ30 143.512 (0.71)   |   IDXSMC-COM 247.38 (2.02)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (4.18)   |   IDXV30 127.096 (1.4)   |   INFOBANK15 976.214 (3.91)   |   Investor33 422.656 (2.94)   |   ISSI 167.54 (1.34)   |   JII 607.336 (5.33)   |   JII70 209.626 (2)   |   KOMPAS100 1162.4 (9.2)   |   LQ45 904.834 (7.73)   |   MBX 1587.29 (11)   |   MNC36 315.598 (2.2)   |   PEFINDO25 317.232 (0.51)   |   SMInfra18 287.626 (3.29)   |   SRI-KEHATI 361.444 (2.42)   |  

Harapan Presiden untuk Pabrik Baru Chandra Asri

Jumat, 6 Desember 2019 | 14:37 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FMB

Cilegon, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik baru PT Chandra Asri Petrochemical di Kota Cilegon, Provinsi Banten, pada Jumat (6/12/2019).

Pabrik tersebut memproduksi polietilena yang menjadi bahan baku produk pendukung infrastruktur serta sejumlah industri lain dan ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri.

"Kita tahu semuanya PT Chandra Asri ini adalah pionir industri petrokimia yang ada di Tanah Air. Oleh karena impor kita di bidang petrokimia masih besar, kita harapkan bahwa investasi penanaman modal yang terus menerus di bidang ini harus terus kita berikan ruang agar nantinya yang namanya impor bahan-bahan petrokimia itu betul-betul setop dan kita justru bisa mengekspornya," ujar Presiden Jokowi.

Presiden Optimistis Indonesia Mampu Ekspor Produk Petrokimia

Presiden Jokowi mengapresiasi investasi yang dilakukan untuk pembangunan pabrik baru tersebut yang hasil produksinya dapat dijadikan produk substitusi impor. Sebagaimana diketahui, impor minyak dan gas serta petrokimia untuk kebutuhan industri nasional masih terlampau besar sehingga memberatkan neraca perdagangan.

"Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh negara kita ini adalah defisit transaksi berjalan, juga yang namanya defisit perdagangan karena barang-barang yang kita produksi di dalam negeri, bahan bakunya kebanyakan masih impor, termasuk di dalamnya adalah yang paling besar adalah petrokimia dan juga yang namanya impor minyak dan gas," ujarnya.

Ia mengungkap, berdasarkan data yang diterima, kebutuhan domestik polietilena sebagai bahan baku industri mencapai 2,3 juta ton per tahun. Sementara kapasitas produksi nasional untuk bahan baku tersebut baru mencapai 780.000 ton.

"Artinya kita masih impor 1,52 juta ton. Jangan berikan dong peluang-peluang seperti ini ke negara lain. Kalau kita bisa membuat sendiri kenapa harus impor?" kata Presiden Jokowi.

Pembangunan pabrik baru polietilena tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi di dalam negeri sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada impor komoditas tersebut. Kepala Negara berharap bahwa di masa mendatang industri nasional mampu memproduksi sendiri seluruh bahan-bahan petrokimia sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan bahkan melakukan ekspor ke negara lainnya.

Bangun Pabrik Baru, Chandra Asri Hemat Devisa Rp 8 T

"Pembangunan pabrik baru polietilena PT Chandra Asri Petrochemical merupakan langkah konkret. Seperti ini yang diperlukan oleh negara kita, bukan wacana-wacana," katanya.

Lebih jauh, investasi yang dilakukan oleh industri juga dipandang akan berdampak pada pembukaan lapangan kerja yang besar sehingga dapat menyerap tenaga-tenaga kerja yang berada di sekitar wilayah industri atau pabrik-pabrik yang didirikan.

"Inilah pentingnya kenapa saya selalu menyampaikan penanaman modal dan investasi. Larinya ke mana sih? Pembukaan lapangan kerja yang sebesar-besarnya yang akan membantu dan berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi, tidak hanya di Cilegon dan Banten saja, tetapi juga perekonomian nasional kita," kata Presiden.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra dalam laporannya mengatakan, pabrik baru berkapasitas 400.000 ton per tahun tersebut dibangun dengan nilai investasi sebesar USD380 juta. Pabrik baru tersebut menjadikan kapasitas produksi perusahaan meningkat menjadi 736.000 ton per tahun.

Hasil produksi pabrik tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri nasional sebagai produk substitusi impor mengingat hingga saat ini sejumlah produk petrokimia masih harus diimpor untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah selama ini melalui insentif pajak dan tax holiday yang sangat berguna dalam mendatangkan investasi," kata Erwin.

Ke depannya, Erwin melanjutkan, pihaknya akan kembali berinvestasi untuk mengembangkan kompleks pabrik petrokimia kedua mereka dengan nilai investasi berkisar antara Rp 60 triliun hingga Rp 80 triliun yang diperkirakan akan selesai dalam waktu empat tahun.

"Kami berharap agar kompleks petrokimia Chandra Asri dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo berharap agar investasi yang akan kembali dilakukan tersebut dapat segera meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi ketergantungan impor petrokimia sehingga beban defisit negara menjadi berkurang. Bahkan, Kepala Negara berharap agar penyelesaian pengembangan kompleks baru tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari target semula.

"Segera selesaikan pabriknya. Kalau bisa jangan sampai empat tahun, dua tahun selesai. Dikebut," kata Presiden Jokowi.

Mendampingi Presiden Jokowi pada peresmian tersebut di antaranya ialah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dua Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dan Adamas Belva Syah Devara, serta Gubernur Banten Wahidin Halim.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Optimistis Indonesia Mampu Ekspor Produk Petrokimia

Presiden Joko Widodo optimistis bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara pengekspor produk petrokimia dalam waktu empat tahun mendatang.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Bangun Pabrik Baru, Chandra Asri Hemat Devisa Rp 8 T

Chandra Asri turut menghemat devisa negara hingga Rp 8 triliun dengan mendirikan pabrik baru senilai Rp 5,7 triliun yang memproduksi polyethylene di Cilegon.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Turun Tipis, Cadev November Tercatat US$ 126,6 Miliar

Posisi cadangan devisa setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

EKONOMI | 6 Desember 2019

PSI Apresiasi Erick Thohir Copot Dirut Garuda

Keputusan Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Dirut Garuda dipuji berbagai kalangan, termasuk PSI.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Ini 10 Orang Terkaya di RI Versi Forbes

Hartono bersaudara (Budi dan Michael Hartono) masih menduduki posisi orang terkaya RI selama 11 tahun berturut-turut dengan total aset mencapai US$ 37,3 miliar.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.000

Rupiah berada di level Rp 14.033,5 per dolar AS atau terapresiasi 34,5 poin (0,25 persen).

EKONOMI | 6 Desember 2019

Di Bawah Tekanan Jual Investor Asing, IHSG Mampu Menguat

IHSG menguat 0,18 persen ke kisaran 6.162,94.

EKONOMI | 6 Desember 2019

Kemhub Jatuhkan Sanksi Denda ke Garuda Indonesia

Kementerian Perhubungan akan menjatuhkan denda kepada Garuda Indonesia karena pelanggaran aturan yang memasukkan kargo ke pesawat dan tidak dilakukan pencatatan

EKONOMI | 6 Desember 2019

Cegah Penyimpangan, Kementerian BUMN Fokus Perkuat Peran Komisaris

Peran komisaris dinilai penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

EKONOMI | 6 Desember 2019

IPO Terbesar di Dunia, Saudi Aramco Salip Microsoft dan Apple

Saudi Aramco menyalip Microsoft Corp dan Apple Inc sebagai perusahaan terbuka terbesar di dunia.

EKONOMI | 6 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS