BI Tahan Suku Bunga di 5%
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

BI Tahan Suku Bunga di 5%

Kamis, 23 Januari 2020 | 15:12 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Januari 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,75 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memaparkan, kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Strategi operasi moneter juga terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial yang akomodatif ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi sejalan dengan siklus finansial yang di bawah optimal dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran dan kebijakan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, Perry mengatakan Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi. Koordinasi Bank Indonesia dengan pemerintah dan otoritas terkait menurutnya juga akan terus diperkuat.

Dalam kajiannya, Perry Warjiyo memaparkan prospek pemulihan ekonomi dunia di 2020 mulai terlihat dan mendukung berlanjutnya penurunan ketidakpastian pasar keuangan global. Beberapa indikator dini global terkait indeks manufaktur, indeks pemesanan ekspor, indeks produksi, dan indeks keyakinan membaik dalam dua bulan terakhir 2019, didorong stimulus kebijakan yang ditempuh di banyak negara serta optimisme pascakesepakatan phase 1 trade deal AS-Tiongkok.

"Secara keseluruhan, optimisme perbaikan ekonomi global berdampak pada menurunnya ketidakpastian pasar keuangan global dan mendorong peningkatan aliran modal asing ke negara berkembang. Prospek pemulihan global tersebut memperkuat momentum peningkatan pertumbuhan ekonomi domestik dan arus masuk modal asing, meskipun risiko geopolitik perlu terus dicermati,” papar Perry.

Dari sisi domestik, Perry mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tetap berdaya tahan yang ditopang oleh perbaikan ekspor dan konsumsi rumah tangga yang tetap baik. Sementara itu, investasi terus membaik, termasuk secara spasial didorong investasi terkait hilirisasi nikel di Sulawesi. Peningkatan investasi ini diprakirakan berlanjut didorong pembangunan infrastruktur serta kenaikan keyakinan pelaku usaha sejalan dengan kebijakan pemerintah, termasuk implementasi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan IV 2019 juga diprakirakan terus membaik ditopang naiknya aliran masuk modal asing dan terkendalinya defisit transaksi berjalan. Aliran masuk investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik pada triwulan IV 2019 tercatat neto 6,36 miliar dolar AS, lebih tinggi dari perkembangan triwulan III 2019 sebesar neto 4,88 miliar dolar AS. Sementara itu, defisit transaksi berjalan yang terkendali didukung oleh membaiknya neraca perdagangan, yang pada Desember 2019 tercatat defisit 0,03 miliar dolar AS, menurun tajam dibandingkan dengan defisit bulan sebelumnya sebesar 1,39 miliar dolar AS.

Dengan perkembangan tersebut, defisit transaksi berjalan 2019 diprakirakan sekitar 2,7 persen PDB dan pada 2020 tetap terkendali dalam kisaran 2,5-3,0 persen PDB. Sementara itu, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2019 meningkat menjadi 129,2 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Perry melanjutkan, nilai tukar Rupiah juga terus menguat didukung kinerja Neraca Pembayaran Indonesia yang membaik. Pada 22 Januari 2020, Rupiah menguat 1,74 persen (ptp) dibandingkan dengan level akhir Desember 2019. Perkembangan ini melanjutkan penguatan pada 2019 yang tercatat 3,58 persen (ptp) atau 0,76 persen secara rerata. Inflasi 2019 juga tetap rendah dan terkendali, di mana nflasi IHK 2019 tercatat 2,72 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi 2018 sebesar 3,13 persen dan berada dalam kisaran sasarannya sebesar 3,5 persen±1 persen.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Telkomsel Perkuat Jaringan 4G di 5 Lokasi Super Prioritas Wisata

Di kawasan Danau Toba, layanan 4G Telkomsel telah menjangkau hampir 100 persen.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Wabah Virus Korona Bisa Picu Lonjakan Permintaan Sarung Tangan

Mewabahnya virus corona bisa memicu kenaikan permintaan cetakan sarung tangan perseroan tahun ini

EKONOMI | 23 Januari 2020

RedDoorz Luncurkan Layanan Sewa Kos

Hingga kini, KoolKost telah mengoperasikan Iebih dari 100 jaringan properti kos di 14 kota di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini Menguat

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 69,02 poin (2,28 persen) mencapai 2.991.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Jeda Siang IHSG Naik 8 Poin

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 54.376 miliar saham senilai Rp 2,610 triliun.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Pelaku Pasar Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kasus serupa dengan virus korona pernah terjadi di 2003, yaitu wabah SARS yang mengakibatkan sektor pariwisata di Asia mengalami penurunan.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Rupiah Siang Ini Menguat saat Mata Uang Asia Tertekan

Sementara yen Jepang di pasar spot exchange menguat 0,23 (0,21 persen) mencapai 109,6 yen per dolar AS.

EKONOMI | 23 Januari 2020

2020, PP Presisi Targetkan Kontrak Baru Naik Jadi Rp 7 Triliun

Perseroan telah menyiapkan beberapa strategi untuk mendorong kinerja.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Ini 10 Topik Utama Hari Ketiga WEF Davos

Tema yang dibahas mulai masa depan Eropa sampai tips karier pendiri Alibaba, Jack Ma.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Emas Antam Capai Rp 772.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 360,8 juta.

EKONOMI | 23 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS