Presiden Minta Dibuatkan Aplikasi Pemantau Kemudahan Berbisnis
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Presiden Minta Dibuatkan Aplikasi Pemantau Kemudahan Berbisnis

Rabu, 12 Februari 2020 | 11:06 WIB
Oleh : Novy Lumanauw, Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan diperlukan aplikasi dashboard monitoring untuk memantau pergerakan akselerasi kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business (EODB) di Indonesia.

Presiden Jokowi telah memerintahkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk membuat dashboard monitoring dan evaluasi secara berkala.

“Buat dashboard monitoring dan lakukan evaluasi secara berkala sehingga kita bisa pastikan perbaikan di beberapa komponen yang masih bermasalah,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Presiden Targetkan Kemudahan Berbisnis di RI Naik ke Peringkat 40

Ia mengatakan, permasalah utama yang harus dibenahi di negeri ini adalah menyederhanakan prosedur dan waktu untuk memudahkan investor mengurus perizinan.

“Prosedur yang ruwet dan waktu yang panjang sebagai contoh, terkait waktu memulai usaha di negara kita membutuhkan 11 prosedur dan waktunya 13 hari. Kalau kita bandingkan dengan Tiongkok prosedurnya hanya empat dan waktunya sembilan hari. Artinya kita harus lebih baik dari mereka,” katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi secara khusus menekankan bahwa EODB tidak hanya ditujukan kepada pelaku usaha menengah dan besar, tetapi juga usaha mikro dan usaha kecil.

“Fasilitas berusaha ini diberikan kemudahan-kemudahan, baik dalam penyederhanaan maupun, mungkin, tidak usah izin, tetapi hanya registrasi biasa,” katanya.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mitsubishi Targetkan Penjualan 46.900 Unit Kendaraan Niaga

Di 2020 ini, KTB memprediksi pasar kendaraan niaga akan bertumbuh sekitar 7 persen, setelah tahun lalu menyusut 19 persen.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Presiden Targetkan Kemudahan Berbisnis di RI Naik ke Peringkat 40

Presiden Jokowi menyatakan, peringkat EODB Indonesia yang saat ini berada di peringkat 73 harus dinaikkan ke urutan 40 dunia.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Rupiah Menguat ke Rp 13.659 per Dolar

Rupiah berada di level Rp 13.659 per dolar AS atau terapresiasi 15,5 poin (0,11 persen).

EKONOMI | 12 Februari 2020

Omnibus Law Bukan Satu-satunya Faktor Penentu Datangkan Investor

Bahas Omnibus Law harus libatkan banyak pihak.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Virus Korona Masih Menghantui Bursa

Jumlah korban yang meninggal dunia setelah terjangkiti virus baru ini menembus angka 1.000.

EKONOMI | 12 Februari 2020

IHSG Fluktuatif Pagi Ini

Sempat menguat di pembukaan, IHSG melemah 0,14 persen ke 5.946,38.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Paramount Land Bidik Pra Penjualan Rp 2,2 Triliun

Penjualan produk eksisting Paramount Land sepanjang Januari 2020 sudah mencapai nilai Rp 110 miliar.

EKONOMI | 11 Februari 2020

ACP Maksimalkan Penjualan Cisauk Point

Hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) Cisauk Point semakin memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki.

EKONOMI | 11 Februari 2020

Paramount Land Luncurkan Produk Komersial

Paramount Land meluncurkan Arcadia Grande Commercial Center di Gading Serpong.

EKONOMI | 11 Februari 2020

Dapat Suntikan Dana 18 Juta Euro, UpCloud Lirik Indonesia

Dengan suntikan dana € 18 juta, UpCloud berencana untuk ekspansi bisnis. Salah satu negara tujuannya termasuk Indonesia.

EKONOMI | 11 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS