Harga Minyak Mentah Dunia Naik 3% Setelah Penyebaran Korona Mereda
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Harga Minyak Mentah Dunia Naik 3% Setelah Penyebaran Korona Mereda

Kamis, 13 Februari 2020 | 10:28 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak naik lebih dari 3 persen pada akhir perdagangan Rabu (12/2/2020), ketika Tiongkok melaporkan jumlah terendah harian kasus virus korona baru sejak akhir Januari, yang memicu investor untuk berharap bahwa permintaan bahan bakar di konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu mulai pulih.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik 1,78 dolar AS atau 3,3 persen menjadi menetap di 55,79 dolar per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret ditutup 1,23 dolar AS atau 2,5 persen lebih tinggi menjadi 51,17 dolar AS per barel. Itu adalah penyelesaian tertinggi untuk kedua kontrak berjangka sejak Januari.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah AS naik 7,5 juta barel pekan lalu, lebih tinggi dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 3 juta barel.

Margin penyulingan bensin AS naik ke level tertinggi sejak Agustus karena kenaikan tajam 4,4 persen pada kontrak berjangka bahan bakar.

Menurut data hingga Selasa (12/2/2020), tingkat pertumbuhan kasus virus korona baru di Tiongkok telah melambat ke level terendah sejak 30 Januari. Namun, para pakar internasional tetap berhati-hati dalam meramalkan kapan wabah akan berakhir.

"Laporan dari Tiongkok menunjukkan pengurangan jumlah kasus virus baru yang memaksa akumulasi tambahan di berbagai kelas aset hari ini," Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois, mengatakan dalam sebuah laporan, mencatat saham energi juga meningkat di tertinggi baru di pasar saham.

Pembatasan perjalanan dari dan ke Tiongkok dan karantina telah mengurangi penggunaan bahan bakar. Dua kilang terbesar Tiongkok mengatakan mereka akan mengurangi pemrosesan sekitar 940.000 barel per hari (bph) sebagai akibat dari penurunan konsumsi, atau sekitar 7 persen dari proses pengolahan tahun 2019 mereka.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan global dalam permintaan minyak karena virus korona sebesar 230.000 barel per hari -- penilaian yang cukup moderat dibandingkan dengan peramal lainnya.

Pemerintah AS pada Selasa memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk tahun ini sebesar 310.000 barel per hari.

Kekhawatiran permintaan dari wabah mendorong Brent dan WTI ke level terendah dalam 13 bulan pada Senin (10/2/2020). Meskipun ada kenaikan baru-baru ini, kedua kontrak acuan masih turun lebih dari 20 persen dari tertinggi yang dicapai pada Januari.

Di sisi pasokan, OPEC merekomendasikan pemangkasan lebih lanjut 600.000 barel per hari minggu lalu untuk membendung penurunan harga minyak. OPEC sekarang menunggu tanggapan dari Rusia, apakah Moskow akan membantu melaksanakan pemotongan tersebut.

"Jelas, perkembangan yang sedang berlangsung di Tiongkok membutuhkan pemantauan dan penilaian yang berkelanjutan," kata OPEC.

Sebagian besar perusahaan minyak Rusia menginginkan pembatasan produksi global OPEC tetap di tempatnya selama satu kuartal lagi.



Sumber:Reuters, ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rupiah Stabil di Kisaran Rp 13.670

Rupiah berada di level Rp 13.673 per dolar AS atau terapresiasi 1 poin (0,01 persen).

EKONOMI | 13 Februari 2020

IHSG Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham Valbury Hari Ini

Valbury merekomendasikan saham BBRI, ADRO, KLBF, WIKA, LSIP, AALI.

EKONOMI | 13 Februari 2020

IHSG Dibuka Positif, Bursa Asia Mixed

IHSG dibuka menguat 0,18 persen ke kisaran 5.923,61.

EKONOMI | 13 Februari 2020

Kekhawatiran Korona Mereda, Wall Street Ukir Rekor Baru

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 275,08 poin atau 0,94 persen, menjadi berakhir di rekor tertinggi baru 29.551,42.

EKONOMI | 13 Februari 2020

Bidik Marketing Sales Rp 3,8 Triliun, PPRO Genjot Penjualan Rumah Tapak

Tahun ini PPRO menargetkan laba bersih Rp 346 miliar.

EKONOMI | 13 Februari 2020

Jokowi Ingin Kemudahan Berusaha Naik ke Peringkat 40

Menurut Jokowi, selama ini masih dibutuhkan 11 prosedur dan waktu hingga 13 hari untuk memulai usaha di Indonesia.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Omnibus Law Diyakini Bisa Hilangkan Dampak Negatif Virus Korona

Regulasi baru ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 0,2% sampai 0,3% di 2020.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Kemhub dan KKP Setuju Perlindungan Pelaut di Bawah Kemnaker

Kemhub sepakat pelaut yang bekerja di luar negeri dilindungi UU PPMI.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Vasanta Innopark Tutup Atap Dua Menara Apartemen

PT Sirius Surya Sentosa merencanakan serah terima unit (handover) kedua tower ini kepada pelanggan awal 2021.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Pemerintah Beri Diskon Tarif Listrik untuk Industri

Saat ini harga listrik untuk industri sekitar US$ 7,1-7,2 sen per kilowatt hours (kwh).

EKONOMI | 12 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS