IHSG Anjlok, Menko Airlangga Hartarto: Sikap Pemerintah Masih Wait and See
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

IHSG Anjlok, Menko Airlangga Hartarto: Sikap Pemerintah Masih Wait and See

Jumat, 28 Februari 2020 | 20:49 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Pasar keuangan yang mengalami pelemahan karena dampak virus corona, berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut melemah. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan melemahnya pasar modal, tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga terjadi secara global.

“Tentu kita bicara saham global, dia anjlok. Indeks (saham) di Tiongkok itu turun, anjlok. Dengan demikian, efeknya adalah global, bukan Indonesia saja,” kata mantan ketua Asosiasi Emiten Indonesia itu di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Melihat IHSG semakin melemah karena dampak virus corona, Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah bisa saja menyiapkan langkah untuk bisa menopang pertumbuhan ekonomi di tanah air. Hanya saja, semua langkah tersebut tetap saja tergantung pada pemantauan pasar modal. Untuk itu, pemerintah akan terus menunggu dan memantau perkembangan pasar modal.

“Jadi kalau efek global terhadap pasar modal ya kita wait and watch. Walaupun kita bisa menyiapkan hal-hal yang tentu bisa menopang, tetapi ini kita masih menunggu,” ungkap Airlangga Hartarto.

IHSG pada penutupan perdagangan sore ini Jumat (28/2/2020) turun 82,9 poin (1,49 persen) ke level 5.452,7. Sementara kapitalisasi pasar (market capitalization) sebesar Rp 6.325 triliun atau turun Rp 96 triliun dari Rp 6.421 triliun. Indeks sempat terkoreksi hingga 4 persen di akhir sesi pertama.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Omnibus Law, APBMI Jatim Tolak Penghapusan Izin Khusus

APBMI meminta dilibatkan dalam pembahasan RUU Omnibus Law.

EKONOMI | 28 Februari 2020

DPR Apresiasi Kinerja BLK Padang

DPR puji kinerja BLK Padang

EKONOMI | 28 Februari 2020

Bank BJB Bukukan Kenaikan Laba Jadi Rp1,56 Triliun

Sektor kredit yang menjadi ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan tumbuh 8,7 persen y-o-y menjadi Rp 81,9 triliun.

EKONOMI | 28 Februari 2020

Potensi Dampak Virus Corona di Indonesia Menurut Grant Thornton

Pariwisata diperkirakan akan menjadi sektor yang paling berdampak akan merebaknya wabah virus corona ini.

EKONOMI | 28 Februari 2020

APBI Minta Aturan Angkutan Ekspor Ditinjau Ulang

APBI menilai, aturan tentang penggunaan kapal nasional mengancam ekspor batu bara.

EKONOMI | 28 Februari 2020

KAI Dukung Pembatasan Truk Kelebihan Muatan

Saat ini, KAI menjalankan 258 KA barang perhari dengan 75 relasi di Jawa dan Sumatera.

EKONOMI | 28 Februari 2020

IHSG Melemah, 3 Saham Top Cap Ini Justru Menguat

IHSG melemah 1,5 persen pada penutupan perdagangan hari ini. Sebanyak enam saham top 10 cap mencatat koreksi, sementara tiga perusahaan menguat.

EKONOMI | 28 Februari 2020

Rupiah Ditutup Susut 292 Poin ke Rp 14.317 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.060- Rp 14.317 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Februari 2020

Sempat Sentuh 5.288, IHSG Ditutup Turun 1,49% ke 5.452

IHSG sempat mencapai rekor tertinggi di 5.456 dan terendah 5.288.

EKONOMI | 28 Februari 2020

Pimpin Ratas, Jokowi Tekankan Pentingnya Pembangunan Data Center

Jokowi menekankan pentingnya pembangunan data center di Indonesia karena perusahaan rintisan lokal masih gunakan pusat data di luar negeri.

EKONOMI | 28 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS