Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp 405,1 T Tangani Virus Corona
INDEX

BISNIS-27 426.538 (9.14)   |   COMPOSITE 4842.76 (86.03)   |   DBX 923.5 (4.3)   |   I-GRADE 127.867 (2.68)   |   IDX30 404.318 (9.27)   |   IDX80 105.647 (2.39)   |   IDXBUMN20 263.312 (8.62)   |   IDXG30 113.239 (2.01)   |   IDXHIDIV20 361.834 (7.99)   |   IDXQ30 118.461 (2.52)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.87)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (4.81)   |   IDXV30 99.778 (2.72)   |   INFOBANK15 760.318 (20.93)   |   Investor33 353.585 (8.19)   |   ISSI 142.238 (2.16)   |   JII 514.346 (8.02)   |   JII70 174.038 (3.24)   |   KOMPAS100 945.162 (21.52)   |   LQ45 740.002 (16.7)   |   MBX 1338.07 (26.39)   |   MNC36 264.409 (6.09)   |   PEFINDO25 251.635 (6.23)   |   SMInfra18 228.656 (3.83)   |   SRI-KEHATI 297.818 (7.21)   |  

Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp 405,1 T Tangani Virus Corona

Selasa, 31 Maret 2020 | 17:24 WIB
Oleh : Novy Lumanauw, Lenny Tristia Tambun / FMB

Bogor, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah akan mengucurkan dana stimulus sebesar Rp 405,1 triliun pada APBN Tahun 2020 dalam rangka penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

“Pertama, pemerintah memutuskan total tambahan belanja dan pembiayaan APBN Tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 adalah sebesar Rp 405,1 triliun,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers melalui video conference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020).

Presiden Jokowi mengungkapkan dana Rp 405,1 triliun akan dialokasikan untuk belanja bidang kesehatan sebesar Rp 75 triliun, perlindungan sosial Rp 110 triliun, insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat Rp 70,1 triliun, serta pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit serta penjaminan dan pembiayaan dunia usaha, khususnya terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) senilai Rp 150 triliun.

“Anggaran bidang kesehatan akan diprioritaskan untuk perlindungan tenaga kesehatan, terutama pembelian APD, pembelian alat-alat kesehatan seperti test kits, reagen, ventilator dan lain-lainnya, dan upgrade rumah sakit rujukan, termasuk wisma atlet, insentif dokter, perawat dan tenaga rumah sakit juga untuk santunan kematian tenaga medis serta penanganan permasalahan kesehatan lainnya,” kata Presiden Jokowi.

Selanjutnya, anggaran perlindungan sosial akan diprioritaskan kepada penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang naik dari 9,2 juta keluarga menjadi 10 juta keluarga, juga akan dipakai untuk Kartu Sembako yang dinaikkan dari 15,2 juta orang menjadi 20 juta penerima.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, anggaran perlindungan sosial juga akan dipakai untuk Kartu Prakerja yang dinaikkan anggarannya dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun untuk bisa meng-cover sekitar 5,6 juta orang, yang terkena PHK, pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil. Juga akan dipakai untuk pembebasan biaya listirk 3 bulan untuk 24 juta pelanggan 450 KVa dan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan 900 KVa, termasuk di dalamnya juga untuk dukungan logistik sembako dan kebutuhan pokok yaitu Rp 25 triliun.

“Untuk stimulus ekonomi bagi UMKM dan pelaku usaha akan diprioritiaskan untuk penggratisan PPh 21 untuk para pekerja sektor industri pengolahan, penghasilan maksimal Rp 200 juta, pembebasan PPN impor untuk wajib pajak kemudian impor tujuan ekspor, terutama untuk industri kecil dan menengah pada 19 sektor tertentu,” katanya.

Menurut Presiden Jokowi, stimulus itu juga akan dipakai untuk pengurangan tarif PPh 25 persen untuk wajib pajak, impor tujuan ekspor industri menengah pada sektor tertentu dan percepatan restitusi PPN bagi 19 sektor tertentu untuk menjaga likuiditas pelaku usaha, dan untuk penuruhan tarif PPh badan sebesar 3 persen dari 25 persen jadi 22 persen dan penundaan pembayaran pokok dan bunga semua skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terdampak Covid-19 selama 6 bulan.

Sementara itu, untuk bidang nonfiskal dalam menjamin ketersediaan barang yang saat ini dibutuhkan, termasuk bahan baku industri, pemerintah melakukan beberapa kebijakan, yaitu penyederhanaan larangan terbatas (Lartas) ekspor, penyederhanaan larangan terbatas impor, serta percepatan layanan proses ekspor impor melalui national logistic ecosystem.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jiwasraya Akan Jual Citos untuk Bayar Utang

Pemerintah mulai membayar klaim awal kepada 15.000 nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) senilai Rp 470 miliar pada awal pekan ini.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Industri Tiongkok Mulai Pulih, Bursa Asia Mixed

Bursa Asia bergerak mixed pada penutupan perdagangan hari ini Selasa (31/3/2020). Aktivitas manufaktur di Tiongkok menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Kurs Rupiah Menguat Tipis ke Rp 16.300-an

Kurs rupiah berada di level Rp 16.310 per dolar AS atau terapresiasi 28 poin (0,17 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 16.338.

EKONOMI | 31 Maret 2020

IHSG Ditutup Menguat 2,8%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,82 persen ke kisaran 4.538,93 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (31/3/2020).

EKONOMI | 31 Maret 2020

SKK Migas Gandeng BUMN, Hasilkan Efisiensi Rp 3,5 Triliun

Untuk meningkatkan efisiensi, SKK Migas menjalin kerja sama dengan PT Pertamina, Citilink Indonesia, Surveyor Indonesia, dan Sucofindo.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Ekspor Impor Turun Akibat Virus Corona, Pelaku Pelayaran Berharap Stimulus

Indonesia National Shipowners Association (INSA) mengharapkan adanya stimulus bagi pelaku usaha pelayaran di tengah menurunnya permintaan akibat virus corona.

EKONOMI | 31 Maret 2020

KBIJ Luncurkan Skorku

KBIJ memperkenalkan Skorku yamg dikembangkan menggunakan data industri kredit dan algoritma yang dihasilkan teknologi "machine learning" terkini.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Solusi Social Distancing, Uang Pensiun Bisa Diambil di Dekat Rumah

Sejalan dengan adanya imbauan social distancing oleh Pemerintah, kini penarikan uang pensiun nasabah BRI bisa diambil di dekat rumah.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Kemperin Fokus Genjot Produktivitas Industri APD Nasional

Kemperin dorong memproduksi APD.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Awal Sesi II, IHSG Lanjutkan Penguatan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan sesi II Senin (30/3/2019) menguat 1,99 persen ke level 4.502,15.

EKONOMI | 31 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS