Atasi Defisit Pangan Akibat Covid-19, Distribusi dan Produksi Harus Berjalan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Atasi Defisit Pangan Akibat Covid-19, Distribusi dan Produksi Harus Berjalan

Selasa, 28 April 2020 | 14:29 WIB
Oleh : Novy Lumanauw, Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah akan memastikan apakah jalur distribusi berjalan baik sehingga daerah yang mengalami kebutuhan pokok dapat disuplai melalui distribusi dari daerah yang surplus. Oleh sebab itu, transportasi distribusi pangan antarprovinsi, antarwilayah, dan antarpulau tidak boleh terganggu.Produksi pangan juga harus tetap berjalan normal.

Berdasarkan laporan yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi), sudah ada beberapa daerah yang mengalami defisit pangan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

“Pertama, saya ingin dilakukan hitungan yang cepat, assessment yang cepat terhadap kebutuhan bahan pokok di setiap daerah, agar dihitung mana provinsi yang surplus, mana yang defisit, berapa produksinya. Semuanya harus kita hitung,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju melalui video conference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/4/2020).

Baca juga:Jokowi: Beberapa Daerah Mulai Alami Defisit Pangan

“Saya akan cek terus karena dengan adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa provinsi, kabupaten/kota. Saya mendengar ada satu atau dua daerah yang sudah mulai terganggu, terutama yang berkaitan dengan transportasi pesawat,” lanjutnya.

Jokowi juga mengatakan manajemen pengelolaan beras menjadi kunci penting antisipasi dan mitigasi krisis pangan, yang beberapa waktu ini disampaikan Organisasi Pangan Dunia (FAO).

“Oleh sebab itu, sekali lagi kalkulasi secara detail, hitung betul secara detail mengenai ketersediaan stok, tentu saja dengan memperhitungkan stok yang ada di masyarakat, penggilingan, gudang, dan stok di Bulog,” ujar Presiden Jokowi.

Ia berharap puncak panen raya pada bulan April ini produksi beras nasional bisa mencapai 5,62 juta ton. “Ini sangat bagus.

Saya juga minta Bulog tetap membeli gabah petani dengan insentif layak dan fleksibilitas memadai,” katanya.

Di sisi lain, Presiden Jokowi meminta jajaran menteri terkait untuk mengkalkulasi kemungkinan terjadi kemarau panjang di 2020, meskipun meurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tidak akan terjadi cuaca ekstrem. “Tapi harus diwaspadai terutama yang berkaitan dengan ketersediaan beras nasional kita,” kata Presiden Jokowi.

Jokowi juga meminta produksi pangan agar tetap berjalan normal. “Pastikan juga agar petani tetap berproduksi dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik. dan program stimulus ekonomi betul-betul bisa juga menjangkau yang berkaitan dengan produksi beras kita, artinya menjangkau petani kita,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jokowi: Beberapa Daerah Mulai Alami Defisit Pangan

Presiden Jokowi mengatakan sudah ada beberapa daerah yang mengalami defisit pangan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

EKONOMI | 28 April 2020

Program Kartu Prakerja Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan

Kartu Prakerja menggunakan sistem daring secara end to end, mulai dari pendaftaran, pelatihan, hingga pembayaran atau pemberian insentif.

EKONOMI | 28 April 2020

Pembukaan Sesi II: IHSG Menguat, Kurs Rupiah Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,12 persen ke kisaran 4.518,49 pada awal sesi kedua perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2020).

EKONOMI | 28 April 2020

Utamakan Protokol Kesehatan, Perusahaan Pemegang Iomki Wajib Laporkan Aktivitas Industri

Pemegang Iomki harus laksanakan aktivitasnya sesuai dengan kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah.

EKONOMI | 28 April 2020

Rupiah dan Mata Uang Asia Siang Ini Tergelincir

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 15.405-Rp 15.498 per dolar AS.

EKONOMI | 28 April 2020

Siang Ini Bursa Hong Kong dan Korea Naik, Nikkei Tergerus

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 47,0 (0,24 persen) mencapai 19.735 poin.

EKONOMI | 28 April 2020

Baznas Buka Pendaftaran Beasiswa Perguruan Tinggi

Baznas buka pendaftaran untuk beasiswa perguruan tinggi.

EKONOMI | 28 April 2020

Jeda Siang, IHSG Turun 7 ke Level 4.506

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 39.456 miliar saham senilai Rp 3,121 triliun.

EKONOMI | 28 April 2020

Tren Kantor Masa Depan dan Aktivitas Karyawan Pasca-Covid-19

Tren ke depan lainnya adalah bekerja dari rumah.

EKONOMI | 28 April 2020

Emas Antam Terkoreksi ke Rp 935.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram dibanderol Rp 442,3 juta.

EKONOMI | 28 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS