Kementerian Perindustrian: Industri Aneka Alami Penurunan Produksi Akibat Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kementerian Perindustrian: Industri Aneka Alami Penurunan Produksi Akibat Covid-19

Selasa, 28 April 2020 | 18:31 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.comKementerian Perindustrian mencatat pandemi virus corona atau Covid-19 juga telah berdampak signifikan pada industri aneka. Beberapa sektor industri aneka yang terimbas, antara lain adalah industri alat musik, industri alat olahraga, dan industri alat tulis yang kini sedang melakukan penyesuaian bisnisnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyampaikan, secara umum industri aneka masih tetap melakukan aktivitas produksi, meskipun dengan melakukan beberapa penyesuaian sesuai kondisi perusahaan.

Dari hasil pengumpulan data oleh Direktorat Jenderal IKMA Kemperin, ditemukan bahwa beberapa industri aneka di dalam negeri mengalami penurunan utilitas produksi akibat merosotnya permintaan secara global. Selain itu, timbul kekhawatiran terhadap pemenuhan bahan baku yang berasal dari impor, terutama dari negara-negara yang menerapkan karantina wilayah.

Berdasarkan informasi dari dua perusahaan alat olahraga, yaitu PT Pembina Hyose di Bogor dan PT Inkor Bola Pasific di Surabaya, mereka kini menghentikan produksinya dan meliburkan kayawan sampai situasi kondusif. Selanjutnya, perusahaan alat tulis PT AW Faber Castle Indonesia melaporkan, pihaknya dan beberapa industri alat tulis lainnya masih tetap beroperasi dengan menyesuaikan kondisi wilayah dan beberapa kebijakan dari perusahaan, di antaranya pengaturan jadwal masuk dan libur karyawan, kewajiban pemakaian masker dan penyanitasi tangan, serta pemberian vitamin kepada karyawan.

“Terjadi beberapa penurunan pemesanan karena beberapa buyer negaranya mengalami lockdown, sebagian pengiriman dijadwalkan ulang dan sebagian dibatalkan,” ujar Gati Wibawaningsih dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2020).

Dirjen IKMA menambahkan, kendala bahan baku sudah dirasakan sejak wabah Covid-19 terjadi di Tiongkok, sehingga pasokan bahan baku untuk kebutuhan ekspor produk tanah air tidak dapat dipenuhi.

Dari data Kemenperin, hingga tahun 2019, tercatat sebanyak 639 perusahaan yang tergolong sektor industri aneka, baik itu skala menengah dan besar. Dari jumlah perusahaan tersebut, tenaga kerja yang terserap mencapai 160.000 orang. Adapun nilai ekspor industri aneka menembus US$ 4,23 miliar sepanjang 2018 dengan menunjukkan neraca positif dibandingkan nilai impornya sekitar US$ 2,41 miliar. Sedangkan, nilai ekspor dari industri aneka pada periode Januari-September 2019 mencapai US$ 3,35 miliar, naik dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang menyentuh angka US$ 3,04 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Layani Pebisnis, Grup Lion Air Kembali Buka Penerbangan Domestik Mulai 3 Mei

Rencana operasional Lion Air Grup akan melayani rute-rute penerbangan dalam negeri termasuk kota atau destinasi berstatus PSBB dan zona transmisi lokal.

EKONOMI | 28 April 2020

Kuartal I, Bank BJB Catat Laba Rp 418 Miliar

Sektor kredit tumbuh 9,1 persen y-o-y menjadi Rp 82,7 triliun atau di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional 6,09 persen.

EKONOMI | 28 April 2020

Bursa Asia Ditutup Bervariasi, Harga Minyak Anjlok ke US$ 10

Bursa Asia ditutup mixed pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2020). Harga minyak terus melemah akibat kekhawatiran akan oversupply.

EKONOMI | 28 April 2020

Kurs Rupiah Terdepresiasi ke Rp 15.445 per Dolar

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Selasa (28/4/2020), terdepresiasi ke kisaran Rp 15.400 per dolar AS.

EKONOMI | 28 April 2020

Investor Asing Lepas Saham, IHSG Justru Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,36 persen ke kisaran 4.529,55 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2020).

EKONOMI | 28 April 2020

Kementerian Perdagangan Patok HET Gula di Rp 12.500

Kementerian Perdagangan memastikan pasokan stok gula pasir akan cukup dan harganya masih akan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) di Rp 12.500 per kg.

EKONOMI | 28 April 2020

Atasi Defisit Pangan Akibat Covid-19, Distribusi dan Produksi Harus Berjalan

Distribusi pangan harus berjalan supaya daerah yang mengalami defisit pangan/kebutuhan pokok dapat disuplai melalui distribusi dari daerah yang surplus.

EKONOMI | 28 April 2020

Jokowi: Beberapa Daerah Mulai Alami Defisit Pangan

Presiden Jokowi mengatakan sudah ada beberapa daerah yang mengalami defisit pangan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

EKONOMI | 28 April 2020

Program Kartu Prakerja Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan

Kartu Prakerja menggunakan sistem daring secara end to end, mulai dari pendaftaran, pelatihan, hingga pembayaran atau pemberian insentif.

EKONOMI | 28 April 2020

Pembukaan Sesi II: IHSG Menguat, Kurs Rupiah Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,12 persen ke kisaran 4.518,49 pada awal sesi kedua perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2020).

EKONOMI | 28 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS