Aprindo: Penutupan Toko Ritel Bisa Memicu Panic Buying
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Aprindo: Penutupan Toko Ritel Bisa Memicu Panic Buying

Jumat, 22 Mei 2020 | 18:10 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) bijak dalam membuat surat edaran pelarangan atau penutupan ritel modern dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pasalnya, hal tersebut dikhawatirkan justru akan menimbulkan panic buying di masyarakat.

“Aprindo berharap Pemda dalam membuat surat edaran pelarangan atau penutupan ritel modern perlu bijak dan arif, karena prinsipnya kebutuhan pokok masyarakat tidak boleh tidak ada. Jadi, tidak boleh ditutup karena bisa menimbulkan paranoid, panik dan gejolak di masyarakat,” tegas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aprindo Roy Nicholas Mandey, Jumat (22/5).

Apalagi, dalam Permenkes ada delapan sektor yang diizinkan dibuka selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yakni salah satunya sektor pangan, makanan, dan minuman, yang menempati posisi kedua setelah sektor kesehatan. Itu juga diperkuat dengan adanya SE Menteri Perdagangan 3 April lalu dalam rangka menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan barang bagi masyarakat.

“Ini perlu kearifan dan observasi yang mendalam, jangan sekedar keluarkan surat edaran begitu saja,” imbaunya.

Roy menambahkan, selama ini peritel modern sudah menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Untuk itu, bila pun ada pelarangan ritel berusaha, hal tersebut tidak boleh berlaku sama. “Kami harapkan tidak digenalisir, karena statusnya atau kondisinya itu yang non-Aprindo. Karena, saat ini masyarakat sedang euforia atau sesaat saja setelah Lebaran mereka lakukan tradisi belanja. Maka, akan timbulkan gejolak sosial dan panic buying, karena ini masalah perut, makanan dan minuman,” katanya.

Senada, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman mengharapkan agar Pemda bisa paham bagaimana melaksanakan instruksi Pemerintah Pusat. “Harusnya yang perlu dilakukan adalah pengawasan melaksanakan protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan Kemenkes dan BPOM. Kalau ritel ditutup akan membahayakan, tidak saja ekonomi tapi juga sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, jika ritel sudah memenuhi protokol yang ditetapkan pemerintah soal pencegahan Covid-19, maka tidak ada alasan untuk pelarangan operasional di sektor pangan, makanan dan minuman. Kebutuhan masyarakat atas pangan, menurutnya harus dititikberatkan pemenuhannya.

“Harus dilihat dulu kasusnya seperti apa, biar tidak ada kesalahpahaman. Kenapa harus ditutup apakah tidak ada protokol kesehatan. Kalau sudah menerapkan peraturan PSBB dan protokol kesehatan yang berlaku tentunya tidak ada alasan untuk ditutup. Jangan sampai kita terburu-buru, padahal sudah sesuai regulasi,” katanya.

Adapun, dalam surat edaran Menteri Perdagangan yang ditembuskan ke gubernur dan bupati wali kota seluruh Indonesia tertulis bahwa dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden RI terkait PSBB dalam penanganan pandemi Covid-19 serta menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan barang-barang kebutuhan masyarakat, Pemda diminta untuk melaksanakan tiga hal. Salah satunya, membuka akses pengantaran (kurir) atau distribusi barang baik barang kebutuhan pokok dan barang penting, semua jenis obat-obatan, suplemen dan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan masyarakat atau barang-barang kebutuhan masyarakat lainnya memasuki wilayah selama protokol keselamatan antisipasi penyebaran Covid-19 dipenuhi atau dilaksanakan.

Namun, baru-baru ini ada tiga Pemda yakni NTB, Gorontalo, dan Banyumas yang mengeluarkan surat edaran yang meminta kepada seluruh pelaku usaha toko dan swalayan tutup di hari Lebaran. Perintah penutupan sementara itu dilakukan selama dua hari, yaitu pada hari Lebaran tepatnya mulai 24 -25 Mei 2020. Peraturan tersebut menyusul langkah bupati yang sempat melakukan sidak ke sejumlah toko dan swalayan pada beberapa waktu lalu dan mendapati aktivitas keramaian para pembeli yang sama sekali tidak menerapkan protokol kesehatan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga jarak dan menghindari kerumunan menjadi hal yang terabaikan.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ketegangan AS-Tiongkok Meningkat, Yield Obligasi Paman Sam Turun

Yield untuk obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun turun ke 0,6428 persen, sementara yield untuk obligasi 30 tahun juga turun ke 1,3517 persen.

EKONOMI | 22 Mei 2020

Tiongkok Tegaskan Komitmen Kesepakatan Dagang dengan AS

"Kami akan bekerja sama dengan AS untuk mengimplementasikan tahap pertama kesepakatan dagang AS-Tiongkok," kata PM Li Keqiang.

EKONOMI | 22 Mei 2020

OJK Peroleh Opini WTP dari BPK

Opini WTP ini melanjutkan opini WTP yang selalu diperoleh OJK dari BPK sejak OJK berdiri pada 2013.

EKONOMI | 22 Mei 2020

Perang Finansial, Perusahaan Tiongkok Bakal Dipersulit Listing di Wall Street

Senat AS meloloskan legislasi yang membatasi perusahaan Tiongkok melakukan listing di Wall Street. Legislator melihat perusahaan Tiongkok sebagai ancaman.

EKONOMI | 22 Mei 2020

Petani Milenial Giatkan Diversifikasi Pakan Ternak Melalui Korporasi

Bahkan omzet diraih PT Apis periode ini sudah mencapai Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar per bulan.

EKONOMI | 22 Mei 2020

Bangkok Bank Pemegang Saham Pengendali Bank Permata

PermataBank akan fokus pada pengembangan bisnis ritel, perbankan syariah, wholesale, dan jaringan distribusi yang luas, serta kemampuan teknologi digital terbai

EKONOMI | 20 Mei 2020

Maybank Group Catat Kenaikan Laba Bersih 13,3%

Maybank Group catat raihan laba bersih pada kuartal I 2020 naik 13,3% menjadi RM 2,05 miliar dibandingkan dengan RM 1,81 miliar tahun lalu.

EKONOMI | 22 Mei 2020

AP I Kembali Raih Peringkat idAAA dari Pefindo

T Angkasa Pura (AP) I (Persero) kembali raih peringkat idAAA dari Pelindo.Pelin

EKONOMI | 22 Mei 2020

Penyaluran Dana Desa Hingga Juni Diprediksi Capai Rp 42,64 Triliun

Penyaluran dana desa 2020 mengalami peningkatan.

EKONOMI | 22 Mei 2020

Laba Indofood Capai Rp 1,40 Triliun

Kenaikan laba juga didukung atas pertumbuhan marjin laba bersih dari 7 persen menjadi 7,3 persen.

EKONOMI | 22 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS