Ritel Modern Siap Implementasi Protokol New Normal
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Ritel Modern Siap Implementasi Protokol New Normal

Selasa, 2 Juni 2020 | 20:08 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku ritel modern, dalam hal ini Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Ritel Indonesia (APPBI) menyatakan telah siap mengimplementasikan kondisi berusaha dalam situasi kenormalan baru atau new normal. Bahkan, jika besok diterapkan mereka mengaku sudah siap mengingat protokol kesehatan yang diminta pemerintah terkait pencegahan Covid-19 sudah diterapkan sebelumnya.

Ketua Aprindo Roy E Mandey mengatakan, pihaknya kini sudah menerapkan sebagian besar dari apa yang tertulis di Surat Edaran (SE) Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan yang Dilakukan pada Masa Pandemi Covid-19 dan new normal. Pihaknya juga sudah menyiapkan roadmap atau beberapa aturan teknis terkait rencana operasional outlet ritel di pusat perbelanjaan seiring pemberlakuan new normal.

"Ritel modern sebelum ada SE 12/2020, kita sudah melakukannya. (Ritel modern) Ini tempat yang aman, karena kita menerapkan protokol pandemi Covid-19," ucapnya dalam acara Zooming With Primus dengan topik "Ritel Sambut New Normal", yang ditayangkan di Beritasatu TV, Selasa (2/6/2020).

Dengan kata lain, sambung Roy, para pengusaha ritel di bawah Aprindo telah melakukan persiapan Standar Operasional Prosedur (SOP) jika PSBB dicabut pemerintah.

Adapun, persiapan teknis pertama yang dimaksud, yakni kedisiplinan para tenaga kerja untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan sosial masyarakat.

Persiapan kedua, Aprindo juga mempersiapkan kebersihan dan higienitas pada peralatan toko, peralatan penunjang konsumen seperti troli yang harus disemprot disinfektan.

Persiapan ketiga, Aprindo juga melatih tenaga keamanan toko untuk mengantisipasi dan mengatur konsumen yang masuk ke dalam toko.

Persiapan keempat, pengunjung yang sudah masuk ke dalam toko dan pusat perbelanjaan akan diwajibkan mengatur jarak minimal 1,5 meter, baik saat berada dalam toko maupun saat melakukan pembayaran.

Persiapan kelima, Aprindo mempersiapkan manajemen internal dengan mempertahankan tingkat pelayanan yang sudah berjalan selama ini melalui sistem pengiriman barang. Di mana, untuk ritel modern yang menjual bahan pokok dipastikan aman dikonsumsi, tidak kadaluarsa, dan cukup tersedia untuk konsumen.

Pembukaan pusat perbelanjaan, dikatakannya juga akan menjawab kecemasan masyarakat, di mana menurut survei 60% masyarakat sudah cemas dan jenuh berada terus-menerus dirumah.

Apalagi, mayoritas pelaku bisnis ritel modern mengalami penurunan omzet yang signifikan, bahkan hingga 90%. Hal ini disebabkan ditutupnya pusat perbelanjaan seiring meluasnya pandemi Covid-19 di Indonesia. Untuk itu, new normal diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pemulihan ekonomi nasional yang tengah terpuruk akibat pandemi ini.

"Dalam setahun ada dua momen penting bagi ritel, Ramadan, Natal dan Tahun Baru. Ramadan sumbang 40%-45% dalam target satu tahun, Natal dan Tahun Baru 20%-25%, sisanya di bulan lain. Tapi, tidak begitu di tahun ini, yang biasanya di Ramadhan kita dapat omzet 40%, tapi ini tidak," imbuh Roy.

Senada, Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan bahkan mengatakan, ritel modern lebih mudah untuk dikontrol tingkat keamanannya. Apalagi, selama PSBB, pihaknya tetap menjalankan protokol yang diminta pemerintah secara ketat. Di sisi lain, ia menilai, jika pusat perbelanjaan terlalu lama dibuka maka akan berdampak buruk ke sisi ekonomi, di mana jumlah pengangguran akan terus bertambah.

"Selama dua bulan ini kebanyakan pekerja yang di Jakarta ada 160.000 orang dirumahkan, bahkan diberhentikan. Kalau dibuka lebih lama dampak karyawan yang di PHK akan lebih banyak dan mereka buka usaha kaki lima yang justru lebih sulit dikontrol, kalau di ritel modern lebih mudah dikendalikan," kata ia.

Stefanus pun menyatakan, bila dibuka kondisi mall sudah layak untuk dikunjungi, karena tiap hari mall selalu dibersihkan dan AC dinyalakan sehingga barang yang dijual tidak menjadi rusak.

"Jadi, tidak ada namanya yang bulukan, karena sudah SOP-nya. Kepada Pemerintah, tolong tidak usah terlalu khawatir terlalu banyak bahwa pusat belanja akan timbulkan efek yang negatif, itu akan lebih banyak positifnya. Masyarakat akan lebih aman berbelanja, karyawan bisa bekerja kembali dan dapat pemasukan, UMKM dan supplier akan dapat tempat untuk memasarkan barangnya," ungkap Stefanus.

Sementara itu, Deputi bidang Koordinasi Perindustrian dan Perdagangan Kemenko Perekonomian Bambang Adi Winarso meminta pelaku usaha harus memastikan pegawai sehat sebelum membuka usahanya. Pemerintah pun menyadari, masyarakat dan pelaku usaha perlu adaptasi di kehidupan new nomal, hingga ditemukannya vaksin Covid-19. Untuk itu, Pemerintah meminta Pemda untuk membuat analisanya terhadap kondisi daerahnya, apakah memungkinkan jika pusat perbelanjaan kembali dibuka.

"Ini perlu dicari keseimbangannya, yang penting kesehatan dikendalikan. Masyarakat juga sudah lebih menyadari soal menjaga kesehatan, bila ditegur dulu marah, sekarang tidak. Jadi, ini (pembukaan mall) kita usahakan secepat mungkin," imbuhnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masa Pandemi Covid-19, Kemperin Tetap Kawal Investasi Sektor Industri

Kemperin tetap jaga produktivitas Industri.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Urban Jakarta Siap Kembangkan Proyek TOD Terbesar

Urban Jakarta menargetkan tahun depan sudah bisa memasarkan proyek Jakarta River City.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Maybank Indonesia Berikan Donasi Sembako dan Masker kepada Para Mitra Program CSR

Maybank kembali bagikan sembako dan masker kain untuk warga terdampak Covid-19.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Kempupera Targetkan Pembangunan Gedung Rektorat UIN Mataram Selesai Akhir Juni 2020

Kempupera akan tuntaskan pembangunan Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

EKONOMI | 2 Juni 2020

5 Juni, Lion Air Grup Kembali Hentikan Layanan Penerbangan

Lion Air Group menghentikan sementara operasional penerbangan penumpang berjadwal domestik dan internasional mulai 5 Juni 2020 hingga pemberitahuan lebih lanjut

EKONOMI | 2 Juni 2020

Kempupera Serahterimakan Gedung Bengkel Elektro Politeknik Negeri Padang

Kempupera tuntaskan Bengkel Elektro Politeknik Negeri Padang.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Kempupera Selesaikan Rehabilitasi STISIP Amal Ilmiah Yapis di Wamena

Kempupera dukung pengembangan SDM di Wamena, Papua.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Masih Ada Peluang Bagi UMKM di Tengah Covid-19

UMKM masih punya peluang di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Penumpang Pesawat Tujuan Domestik Turun 82%, Internasional Turun 95%

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada April 2020 sebanyak 838.100 orang, turun 81,70% dibanding Maret 2020.

EKONOMI | 2 Juni 2020

8 Fintech AFPI Kantongi Izin Usaha dari OJK

Mereka adalah Pinjam Modal, Taralite, Danarupiah, Pinjamwinwin, Julo, Indodana, Awantunai, dan Alami.

EKONOMI | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS