Sandiaga: Antisipasi Krisis Pangan Akibat Pandemi Covid-19

Sandiaga: Antisipasi Krisis Pangan Akibat Pandemi Covid-19

Kamis, 4 Juni 2020 | 11:27 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno menilai pandemi virus corona atau Covid-19 tidak hanya mengakibatkan terjadinya krisis kesehatan. Namun, juga ada kekhawatiran berdampak pada ketersediaan bahan pangan.

"Bukan cuma kita saja, semua negara dunia merasakan adanya tekanan kemungkinan terjadinya krisis (pangan) global,” kata Sandiaga di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Ia menjelaskan Indonesia sebagai negara yang masih mengandalkan beberapa komoditas dari impor sangat rentan terdampak bila terjadi krisis global.Pasalnya, berdasarkan data sebelum pandemi Covid-19, 35 persen pasokan bawang putih berasal dari impor. Kemudian 24 persen persediaan daging dan 55 persen gula juga dari luar negeri.

Di satu sisi, beberapa pihak mengusulkan pemerintah untuk impor bahan pokok guna memenuhi kebutuhan dalam negeri di tengah pandemi corona.

“Kalau kondisi yang terdesak negara-negara lain yang biasa mengekspor pangan akan sangat selektif, mereka pasti harus memenuhi pasar lokalnya dulu,” ujar mantan Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2019 lalu.

Di sisi lain, lanjut Sandiaga, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia yang terus naik. Bahkan diprediksi dengan kemungkinan terburuk jumlah korban PHK mencapai 7 sampai 8 juta orang. Hal tersebut akan memicu penurunan daya beli masyarakat di tengah pandemi.

Oleh karena itu, Sandiaga mengingatkan perlu ada skenario untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah ancaman kenaikan harga pangan. Salah satunya dengan adanya inovasi di bidang pangan.

Pendiri PT Saratoga Investama Sedaya ini mendorong adanya teknologi untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri dengan mengadopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), ATM beras, dan lainnya.

“Jangan sampai kita terus menerus bergantung pada bahan pangan yang impor, jadi harus ada inovasi di bidang pangan,” tegas Sandiaga.

Selain itu, mantan Ketua Umum HIPMI ini mendorong agar memaksimalkan e-commerce untuk mendistribusikan komoditas pangan dan membuka akses pasar.

“Kita perlu digitalisasi pasar pangan, karena kita pasar e-commerce terbesar di Asia, market sudah terbentuk tinggal kita bagaimana melakukan pendekatan supaya pasar ini menghasilkan invoasi anak bangsa untuk mendukung ketahana pangan,” pungkasnya.

“Mari pakai produk buatan dalam negeri, buka lapangan kerja seluas-luasnya, dan kendalikan harga bahan pokok,” ajak Sandi.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dua Perusahaan Indonesia Manfaatkan Pulihnya Konsumsi di Tiongkok

Konsumsi daring pascapandemi telah mengalami pemulihan sejak Maret.

DUNIA | 4 Juni 2020

PT PPI Gelar Operasi Pasar Gula Online di Jatim

PT PPI menggelar operasi pasar gula di Jatim mulai Rabu (3/06/2020). Sebanyak 5.000 MT gula akan didistribusikan secara bertahap untuk menstabilkan harga.

EKONOMI | 4 Juni 2020

FastKey Rumah.com Ciptakan Ekosistem Digital Pemasaran Properti

Story teller pada PropertyGuru FastKey merupakan fitur yang mendigitalisasi proyek properti secara 360 derajat.

EKONOMI | 4 Juni 2020

Lingkungan Diperhatikan Saat Produksi Pangan Dinaikkan

Pengembangan di gambut tipis atau yang cukup sumber airnya saja.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Kurs Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.100

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Kamis (4/6/2020), melemah tipis ke kisaran Rp 14.100.

EKONOMI | 4 Juni 2020

IHSG Menguat Tembus Level Psikologis 5.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,43 persen ke kisaran 5.011,63 pada awal perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2020).

EKONOMI | 4 Juni 2020

Susul Wall Street, Bursa Asia Dibuka Menguat

Kospi Korea Selatan naik 1,76 persen. Nikkei 225 Jepang naik 1,06 persen, S&P/ASX 200 Australia naik 0,89 persen. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,41 persen.

EKONOMI | 4 Juni 2020

Secara Historis, Pasar Modal AS Tidak Terpengaruh Kerusuhan

Fordham mengatakan kerusuhan serupa pernah terjadi pada tahun 1968 akibat pembunuhan aktivis kulit hitam Martin Luther King Jr.

EKONOMI | 4 Juni 2020

Bank Sentral Eropa Diperkirakan Tambah Stimulus Covid-19

"Ada 60 persen peluang ECB meningkatkan program stimulus, mungkin sebesar 500 miliar euro," kata Florian Hense dari Berenberg Economics.

EKONOMI | 4 Juni 2020

Bursa Eropa Ditutup Menguat Ditopang Pemulihan Ekonomi

Indeks Stoxx600 naik 2,54 persen ke 368,92, DAX naik 3,88 persen ke 12.587,36, FTSE naik 2,61 persen ke 6.382,41.

EKONOMI | 4 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS