OPEC+ Setujui Perpanjangan Durasi Pemangkasan Produksi Minyak
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

OPEC+ Setujui Perpanjangan Durasi Pemangkasan Produksi Minyak

Minggu, 7 Juni 2020 | 06:09 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Austria, Beritasatu.com - Demi menyeimbangkan pasar minyak dunia, OPEC dan sekutunya setuju untuk memperpanjang periode pemangkasan produksi minyak sebulan lagi.

"Hari ini kita memiliki landasan untuk optimistis tetapi tetap waspada mengenai masa depan, namun sekarang kita belum aman dan tantangan ke depan belum terlihat. Bersama kita kuat, dan bersama kita bisa mengembalikan stabilitas pasar minyak dan membangun kembali perekonomian global," kata Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman, dalam pidato pembukaannya dalam rapat virtual OPEC+, Sabtu (6/6/2020).

Sejak 1 Mei, OPEC+ memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari. Dalam rencana sebelumnya, pemangkasan produksi seharusnya mulai berkurang pada 1 Juli. Sedangkan dalam rencana sekarang, produksi minyak akan menjadi 9,6 juta bph di bulan Juli karena Meksiko, yang berkontribusi 100.000 bph, memilih untuk mengikuti rencana awal (tidak melakukan pemangkasan produksi).

Pemangkasan ini akan ditinjau kembali setiap bulanan. Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 18 Juni 2020.

Salah satu permasalahan yang dihadapai OPEC+ adalah negara-negara tidak mematuhi kuota pemangkasan produksi yang dianjurkan. Negara-negara yang tidak mengurangi produksinya di bulan Mei dan Juni harus menambah pemangkasan produksi di bulan Juli, Agustus, dan September.

"Kepatuhan sangat penting untuk menjaga stabilitas pasar minyak dunia dan mengembalikan kepercayaan terhadap OPEC secara keseluruhan," kata Pangeran Abdulaziz.

Baca juga:Minyak Melonjak 5% ke Level Tertinggi 3 bulan Jelang Pertemuan OPEC+

Sebelum rapat, Harga minyak dunia jenis WTI naik 5,72 persen ke US$ 39,55 per barel dan Brent naik 5,78 persen ke US$ 42,3 per barel.



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bos Petronas Segera Mundur

Petronas adalah pengelola migas tunggal di Malaysia dan menjadi salah satu sumber pendapatan utama pemerintah.

EKONOMI | 7 Juni 2020

Lukman Edy Jabat Wakil Komisaris Utama Hutama Karya

Lukman Edy memang lebih dikenal di dunia politik, namun Pria jebolan teknik sipil Universitas Brawijaya ini pernah lama malang-melintang di dunia konstruksi.

EKONOMI | 6 Juni 2020


Menperin Dorong Peran Pengusaha Wanita Pulihkan Ekonomi Nasional

Kemperin beri apreasi kepada Iwapi bangkitkan ekonomi Indonesia.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Kemkop dan UKM Percepat UMKM Go Digital

Pemerintah percepatan UMKM terapkan praktik bisnis digital.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Komut: PNM Menjawab Tantangan di Era New Normal

PT PNM kebal pandemi ini ditandai dengan menjadi satu dari 12 emiten yang menambah ratusan pegawai baru di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Pemerintah Diminta Fokus Selesaikan Pandemi Covid-19

Rendahnya stimulus yang diberikan pemerintah akan berdampak serius bagi pertumbuhan ekonomi dan defisit dalam APBN.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Minimalisir Kontak, Armada GrabaBike Dilengkapi Partisi Plastik

Grab menyiapkan partisi plastik dan menyediakan peralatan kebersihan kepada lebih dari 8.000 kendaraan GrabBike.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Industri Asuransi Gencar Jual Polis Secara Digital

Produk asuransi yang menawarkan investasi pada umumnya memiliki risiko yang disebabkan oleh fluktuasi portofolio investasi.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Ekonomi Kerakyatan Harus Jadi Andalan Kebangkitan Ekonomi Pascapandemi

Kunci utama untuk menjaga daya beli masyarakat dengan menggerakkan sektor riil dengan melibatkan koperasi, pelaku UMKM, dan pekerja sektor informal.

EKONOMI | 6 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS