Kookmin Jadi Pembeli Siaga, OJK Beri Pernyataan Efektif Rights Issue Bukopin
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Kookmin Jadi Pembeli Siaga, OJK Beri Pernyataan Efektif Rights Issue Bukopin

Selasa, 30 Juni 2020 | 20:13 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Bukopin Tbk segera merealisasikan penawaran umum terbatas kelima (PUT V) melalui penerbitan saham baru, dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue kepada pemegang saham.

Sesuai pemberitaan sebelumnya, Bukopin terlebih dahulu telah memperoleh persetujuan pemegang saham atas rencana aksi korporasi tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 Oktober 2019. Keterbukaan informasi terkait rencana penerbitan saham baru tersebut dilakukan pada 30 Desember 2019, dan berlanjut melalui beberapa tahapan pendaftaran dokumen hingga dinyatakan efektif oleh OJK pada Selasa, 30 Juni 2020.

“Kami sangat bersyukur dengan dukungan pemegang saham dan regulator yang mendukung sejak awal proses penambahan modal ini hingga akhirnya memperoleh pernyataan efektif dari OJK hari ini,” ujar Rivan Purwantono, Direktur Utama Bukopin dalam siaran pers, Selasa (30/6/2020).

Adapun, kedua pemegang saham utama Bukopin, Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank, menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan HMETD pada PUT V. KB Kookmin Bank, sesuai dengan rencananya untuk menjadi pemegang saham pengendali,
bahkan menyatakan kesiapan menjadi pembeli siaga untuk menyerap seluruh HMETD yang tidak dieksekusi pemegang saham lainnya.

Berdasarkan persetujuan RUPSLB, jumlah saham yang akan diterbitkan terdiri dari saham kelas B sebesar 4,66 miliar atau 40% dari jumlah saham beredar saat ini. Dengan rasio tersebut, maka setiap 5 saham lama akan mendapatkan 2 HMETD, kemudian 1 HMETD berhak untuk mendapatkan 1 saham jika dilaksanakan pada periode pelaksanaan HMETD, dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham. Jadwal selengkapnya untuk HMETD ini akan dipublikasikan perseroan sesuai dengan ketentuan melalui Bursa Efek Indonesia.

Kookmin Bank yang pada 11 Juni lalu telah menggelontorkan dana US$ 200 juta ke Bank Bukopin, juga merampungkan proses due diligence tambahan dan dalam tahap finalisasi proses sesuai ketentuan di Korea. Sebelumnya, pada Maret 2020 Bosowa juga telah menempatkan dana pada rekening penampungan atau escrow account HMETD PUT V di Bukopin. Kookmin Bank masuk menjadi pemegang saham Bukopin melalui mekanisme HMETD pada PUT IV tahun 2018. Dengan pelaksanaan PUT V dimana Kookmin kembali menjadi Pembeli Siaga, diperkirakan Kookmin dapat menjadi pemegang saham terbesar sampai dengan 37,6%.

"Dukungan kuat pemegang saham serta bantuan penuh dari regulator membuat Bank Bukopin akan semakin yakin dapat mengatasi berbagai tantangan dan mengembangkan bisnis ke depan," ungkap dia.

Baca juga: Ini Klarifikasi Bank Bukopin Terkait Masalah Penarikan Dana Nasabah di Sidoarjo
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung aksi korporasi Bank Bukopin yang dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan nasabah pada khususnya terhadap pelayanan Bank Bukopin ke depan. OJK menurut Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo menyambut baik penjelasan lanjutan Ketua BPK kaitannya dengan pelaksanaan pengawasan bank yang sempat diberitakan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab dan tentunya berita tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan saat ini.

"OJK bekerja sama dengan pihak Bareskrim Polri untuk mengusut dan menindak orang yang bermaksud membuat keresahan di masyarakat. OJK mengharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penarikan di luar batas kewajaran karena hal itu sangat berpengaruh terhadap kondisi bank dan mengabaikan ajakan untuk memindahkan dana karena berita yang menyesatkan," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

#TerusUsaha Jadi Cara Grab Dukung UMKM di New Normal

Grab meluncurkan #TerusUsaha untuk mempercepat digitalisasi UMKM dalam menghadapi new normal. Program ini meliputi pelatihan maupun periklanan.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Kempupera Bangun 500 Homestay di NTB

Kempupera terus berupaya mendukung kemajuan sektor pariwisata nasional.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Kadin: Tangkap Peluang Relokasi Industri, RUU Cipta Kerja Harus Segera Selesai

Berdasarkan data dari Bank Dunia, pada 2019 Indonesia berada di peringkat 73 secara global untuk kemudahan berbisnis.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Kahmi Optimistis RUU Cipta Kerja Jadi Solusi Atasi Pengangguran


Kahmi sambut optimistis UMKM diatur bagus dalam RUU Cipta Kerja.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Baparekraf Digital Entrepreneurship Targetkan 300 UMKM Peserta

Baparekraf Digital Entrepreneurship (BDE 2.0) diadakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku UMKM di sektor ekonomi kreatif.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Puan Minta BPK Punya Sense Of Crisis dalam Mengawal APBN di Era Covid-19

BPK diminta memiliki sense of crisis dalam mengawal dana penanganan Covid-19 dan memastikan akuntabilitas anggaran belanja Covid-19 sesuai dengan peruntukannya.

EKONOMI | 30 Juni 2020

PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang

Kawasan Industri Batang berpotensi menyerap sekitar 130.000 lapangan pekerjaan baru di tahap pertama.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Grab Bantu UMKM Hadapi New Normal

Grab Indonesia meluncurkan #TerusUsaha, sebuah program untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat beradaptasi dan berkembang di new normal.

EKONOMI | 30 Juni 2020

BEI Tunjuk 3 Komisaris Baru, Termasuk Keponakan Luhut

Pandu Patria Sjahrir menduduki posisi Komisaris BEI. Pandu merupakan putra ekonom Sjahrir dan keponakan Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan dan Direktur TOBA.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Pemerintah Masih Utang Subsidi ke PT KAI Rp 257 miliar

PT Kereta Api Indonesia (Persero) KAI mencatat adanya kekurangan pembayaran PSO atau subsidi dari pemerintah sebesar Rp 257,9 miliar dalam lima tahun terakhir.

EKONOMI | 30 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS