Bank Dunia Naikkan Peringkat RI Jadi Negara Menengah Atas
INDEX

BISNIS-27 431.53 (2.99)   |   COMPOSITE 4906.55 (19.82)   |   DBX 934.495 (0.89)   |   I-GRADE 129.531 (0.72)   |   IDX30 408.573 (2.45)   |   IDX80 107.231 (0.54)   |   IDXBUMN20 271.434 (1.2)   |   IDXG30 114.42 (0.57)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.43)   |   IDXQ30 119.596 (0.74)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.42)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.25)   |   IDXV30 101.606 (0.9)   |   INFOBANK15 772.076 (7.03)   |   Investor33 357.854 (2.54)   |   ISSI 144.258 (0.31)   |   JII 521.112 (2.16)   |   JII70 177.199 (0.53)   |   KOMPAS100 960.444 (5.61)   |   LQ45 749.999 (4.19)   |   MBX 1355.95 (6.1)   |   MNC36 267.764 (1.73)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.47)   |   SMInfra18 232.762 (1.02)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.31)   |  

Bank Dunia Naikkan Peringkat RI Jadi Negara Menengah Atas

Kamis, 2 Juli 2020 | 07:36 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah upaya pemerintah dan masyarakat Indonesia berjuang mengatasi dampak pandemi Covid-19 dan melakukan pemulihan ekonomi nasional, sebuah prestasi membanggakan diberikan oleh lembaga internasional kepada Indonesia.

"Per 1 Juli 2020, Bank Dunia menaikkan status Indonesia dari middle income country (negara menengah) menjadi upper middle income country (negara menengah ke atas). Kenaikan status tersebut diberikan setelah berdasarkan assessment Bank Dunia terkini, gross national income (GNI) per kapita Indonesia tahun 2019 naik menjadi US$ 4.050 dari posisi sebelumnya US$ 3.840," demikian tertulis dalam siaran pers, Kamis (2/7/2020).

Sebagaimana diketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per kapita dalam empat kategori, yaitu low income (US$ 1.035), lower middle income (US$ 1.036-4,045), upper middle income (US$ 4.046 -US$12.535) dan high income (di atas US$ 12.535).

Klasifikasi kategori ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia, namun juga dirujuk secara luas oleh lembaga dan organisasi internasional dalam operational guidelines. Bank Dunia menggunakan klasifikasi ini sebagai salah satu faktor untuk menentukan suatu negara memenuhi syarat dalam menggunakan fasilitas dan produk Bank Dunia, termasuk loan pricing (harga pinjaman).

Menurut Bank Dunia, kenaikan status Indonesia tersebut merupakan bukti atas ketahanan ekonomi Indonesia dan kesinambungan pertumbuhan yang selalu terjaga dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut juga merupakan buah kerja keras masyarakat dan Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong serangkaian kebijakan reformasi struktural yang difokuskan pada peningkatan daya saing perekonomian, terutama aspek modal manusia dan produktivitas, kapasitas dan kapabilitas industri untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit transaksi berjalan, dan pemanfaatan ekonomi digital untuk mendorong pemberdayaan ekonomi secara luas dan merata.

Peningkatan status ini akan lebih memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia. Pada gilirannya, status ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperbaiki kinerja neraca berjalan, mendorong daya saing ekonomi dan memperkuat dukungan pembiayaan.

Kenaikan status ini juga merupakan tahapan strategis dan landasan kokoh menuju Indonesia Maju Tahun 2045. Untuk menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, Bank Dunia menyarankan beberapa kebijakan yang perlu ditingkatkan antara lain memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, program kesehatan, dan perlindungan sosial, membangun infrastruktur yang layak untuk menyokong mobilitas dan mendorong pembangunan, memperkaya inovasi dan teknologi dalam menjawab tantangan industri ke depan, memperbaiki kualitas layanan dan meningkatkan efisiensi proses bisnis serta menjaga APBN yang sehat sebagai kunci sukses menuju Indonesia Maju 2045.

Indonesia dan Bank Dunia juga terus meningkatkan kerja sama melalui kerangka kerja Country Partnership Strategy. Untuk penanganan dampak pandemi Covid-19, Bank Dunia memberikan dukungan pembiayaan kepada Indonesia sebesar US$ 250 juta atau sekitar Rp 3,62 triliun (kurs Rp 14.500 per US$) yang dikemas dalam program Indonesia Covid-19 Emergency Response. Pendanaan tersebut digunakan untuk mendukung Indonesia dalam mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kemampuan mendeteksi, serta meningkatkan tanggapan terhadap pandemi Covid-19. Program ini sekaligus akan mendukung penguatan sistem nasional untuk kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Menguat Ditopang Data Tiongkok dan Vaksin dari AS

Indeks Stoxx600 naik 0,24 persen, DAX Jerman turun 0,41 persen, FTSE turun 0,19 persen, CAC Prancis turun 0,18 persen, dan FTSE MIB Italia turun 0,23 persen.

EKONOMI | 2 Juli 2020

Wall Street Ditutup Menguat Ditopang Sentimen Vaksin

Mengawali triwulan ketiga ini, Wall Street terdorong sentimen positif perkembangan vaksin Covid-19 dan data ekonomi yang menggembirakan.

EKONOMI | 2 Juli 2020

Satu Global Investama Gandeng Tiga Perusahaan Properti Melantai di BEI

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, saham sektor properti berhasil bangkit.

EKONOMI | 1 Juli 2020

Pengamat: Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Omnibus Law

Urgen Omnibus Law untuk merespons perumahan global.

EKONOMI | 1 Juli 2020

BPS: Ekonomi Jatim Mulai Menggeliat

BPS mencatat tingkat inflasi di Jatim sebesar 0,28 persen pada bulan Juni 2020.

EKONOMI | 1 Juli 2020

BSI Salurkan Bantuan Penanganan Covid-19 di Jatim

Bantuan pengadaan ventilator dan APD itu merupakan salah satu bentuk dukungan BSI dan PT Merdeka Copper Gold (MCG).

EKONOMI | 1 Juli 2020

BRI Salurkan Subsidi Bunga KUR ke 214.000 Nasabah

BRI bersama bank BUMN lain telah mendapatkan penempatan dana dengan total Rp 30 triliun dari pemerintah untuk tambahan penguatan likuiditas.

EKONOMI | 1 Juli 2020

Satgas Covid-19 BUMN di Jatim Salurkan Bantuan Rp 34,88 Miliar

Petrokimia Gresik selaku Koordinator Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jatim telah menyumbang sebesar Rp 24,4 miliar atau 70 persen.

EKONOMI | 1 Juli 2020

Tugu Insurance Kembali Raih Penghargaan Iconomics

Tugu Insurance kali ini meraih penghargaan di kategori e-Claim General Insurance.

EKONOMI | 1 Juli 2020

Hartadinata Genjot Penjualan Lewat Kanal Digital

Inovasi digital yang dilakukan Hartadinata bertujuan memperpendek jalur pemasaran di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 1 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS