Bursa Asia Dibuka Melemah
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Bursa Asia Dibuka Melemah

Selasa, 14 Juli 2020 | 08:42 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Tokyo, Beritasatu.com - Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan Selasa (14/7/2020). Perekonomian Singapura mengalami kontraksi 12.6 persen di triwulan-II year on year. Pelaku pasar menantikan rilis neraca perdagangan Tiongkok.

Nikkei 225 Tokyo turun 0,71 persen, Indeks Komposit Shanghai turun 0,03 persen, S&P/ASX 200 turun 0,64 persen, Kospi Korea Selatan turun 0,42 persen.

Pelaku pasar menantikan data neraca perdagangan Tiongkok yang akan diumumkan hari ini. Data ini akan menjadi acuan investor terkait pemulihan ekonomi Tiongkok.

Pelaku pasar juga mengantisipasi musim laporan keuangan perusahaan-perusahaan AS seperti Citigroup dan JPMorgan Chase malam ini.

Singapura resmi memasuki resesi. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura melaporkan perekonomian Singapura terkontraksi 12,6 persen di triwulan kedua year on year. Di triwulan pertama tahun ini, Singapura juga terkontraksi 0,7 persen. Singapura memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini -7 hingga -4 persen.



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

OPEC+ Berencana Kurangi Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Jatuh

Harga minyak mentah WTI turun 1,5 persen ke US$ 39,5 per barel, sementara jenis Brent turun 1,31 persen ke US$ 42,15 per barel.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Bursa Eropa Menguat Dibantu Sentimen Vaksin Covid-19

Indeks Stoxx600 naik 1 persen, DAX Jerman naik 1,32 persen, FTSE Inggris naik 1,33 persen, CAC Prancis naik 1,73 persen, FTSE MIB Italia naik 1,19 persen.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Wall Street Mixed Terseret Melemahnya Saham-saham Teknologi

Saham-saham teknologi yang mendorong Wall Street menguat, pada akhirnya kehilangan uap dan berbalik melemah.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Kemkop dan UKM Minta Hentikan Stigmatisasi Negatif terhadap Koperasi

Setop stimagmatisasi terhadap koperasi.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Kemparekraf Gelar Seminar Online untuk Pelaku Bisnis Pariwisata

Kemparekraf akan menggelar acara bertajuk Indonesian Sellers Meeting (ISM) melalui platform online untuk membuka peluang bisnis.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Ditjen Pajak Harap UMKM Bisa Manfaatkan Insentif Pajak

Ditjen Pajak berusaha membantu UMKM di masa pandemi ini dengan menanggung PPh.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Akhir Juli, Pendaftaran Kartu Prakerja Kembali Dibuka

Evaluasi terhadap Program Kartu Prakerja telah tuntas dilakukan.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Wapres Minta Pelaku Usaha Kreatif Ciptakan Inovasi Produk

Ma’ruf Amin menegaskan, pemerintah selalu menempatkan kesehatan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Lion Air Group Ajukan Keberatan atas Putusan KPPU

Lion Air Group menyatakan keberatan secara resmi atas keputusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait tarif mahal penerbangan.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Imbas Covid-19, Fintech Selektif Salurkan Pinjaman Baru

Penyelenggara fintech P2P lending saat ini lebih selektif menentukan penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi tingginya gagal bayar.

EKONOMI | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS