Petani Minta BUMN dan Swasta Tak Jual Gula di Bawah Rp 11.200
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Petani Minta BUMN dan Swasta Tak Jual Gula di Bawah Rp 11.200

Rabu, 15 Juli 2020 | 11:10 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Seluruh petani yang bernaung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) berkomitmen untuk tidak menjual gulanya di bawah Rp 11.200/kg. Harga tersebut adalah yang telah disepakati 12 perusahaan importir dan APTRI untuk menyerap atau membeli gula petani. Langkah ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya harga gula di petani lantaran di musim giling ini stok akan melimpah ruah.

“Kami juga meminta seluruh direksi pabrik gula baik BUMN maupun swasta di Indonesia tidak menjual gula di bawah Rp 11.200,” ujar Ketum DPN APTRI Soemitro Samadikoen dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2020).

Sikap tersebut, kata Soemitro, merupakan hasil rapat jajaran APTRI se-Indonesia. Selain Soemitro, rapat yang digelar di kantor direksi PTPN IX di Solo, Jawa Tengah ini, juga dihadiri oleh Sekjen DPN APTRI, M Nur Khabsyin dan ketua serta sekretaris DPD dan DPC APTRI se-Indonesia.

Khabsyin menambahkan, rapat juga merumuskan kontrak sebagai tindak lanjut kesepakatan yang ditandatangani pengurus DPN APTRI dan 12 perusahaan importir di Jakarta pada Jumat 10 Juli 2020 lalu.

“Mekanisme pembelian gula oleh importir dibuat fleksibel dan sederhana,” ungkap Khabsyin tentang salah satu keputusan rapat yang akan dituangkan dalam kontrak.

Khabsyin menambahkan, saat ini jumlah kuantum gula petani yang masih tersisa sampai akhir giling kurang lebih 600.000 ton karena sebagaian telah terjual.

Untuk tindak lanjut dari kesepakatan antara APTRI dengan 12 perusahaan importir, Kamis (17/7/2020) lusa rencananya akan dilakukan penandatanganan kontrak pembelian di Kantor Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian. "Kami berharap setelah penandatanganan kontrak pembelian gula, pembayaran segera direalisasikan karena di bawah petani tebu sudah menunggu," ungkapnya.

Adapun mekanisme pembayaran dari transaksi pembelian itu akan dilakukan melalui masing-masing rekening pabrik gula. "Pembayarannya disesuiakan dengan keluarnya delivery order (DO) gula yang berlaku di masing-masing pabrik gula. Ada yang mingguan dan yang 10 hari sekali," jelasnya.

Sebagai informasi, 12 perusahaan importir yang telah bersepakat membeli gula petani di harga Rp 11.200 yakni PT Sugar Labinta, PT Dharmapala Usaha Sukses, PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Sentra Usahatama Jaya, PT Medan Sugar Industry, PT Andalan Furnindo, PT Angels Products, PT Kebun Tebu Mas, PT Adikarya Gemilang dan PT Priscolin.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Digitalisasi Bisnis, Solusi Percepat Pemulihan Ekonomi

Sektor pemenang termasuk perusahaan teknologi digital dan beroperasi dalam bidang pembayaran digital, logistik, kesehatan, teknologi informasi.

EKONOMI | 15 Juli 2020

SKK Migas Berikan Relaksasi Setoran ASR

SKK Migas berikan insentif berupa penundaan penyetoran Dana Abandonment and Site Restoration (ASR) di tahun 2020.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Kisaran Rp 14.400

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (15/7/2020), terpantau datar di kisaran Rp 14.400.

EKONOMI | 15 Juli 2020

IHSG Dibuka Positif ke Kisaran 5.107

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,56 persen ke kisaran 5.107,61 pada awal perdagangan hari ini, Rabu (15/7/2020).

EKONOMI | 15 Juli 2020

Survei SMRC, Mayoritas Publik Merasa Kondisi Ekonomi Rumah Tangganya Memburuk

Kondisi ekonomi rumah tangga dan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 14 Juli 2020

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Rilis Neraca Perdagangan

Pelaku pasar memantau dimulainya musim rilis laporan keuangan II 2020 dan data perdagangan Indonesia Juni yang diperkirakan bakal surplus.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Pengembangan Vaksin Covid-19 Jadi Katalis Bursa Asia

Nikkei 225 Tokyo naik 1,43 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,76 persen, S&P/ASX 200 Australia naik 1,16 persen.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Sentimen Covid-19 Menguat, Bursa Eropa Ditutup Melemah

Indeks Stoxx600 turun 0,84 persen, DAX Jerman turun 0,8 persen, FTSE Inggris naik 0,06 persen, CAC Prancis turun 0,97 persen, FTSE MIB Italia turun 0,62 persen.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Caterpillar dan Boeing

Dow Jones Industrial Average naik 2,13 persen, S&P 500 naik 1,34 persen, dan Nasdaq naik 0,94 persen.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Di Tengah Pandemi Covid-19, Ekspor Indonesia ke Swiss Melejit

Dalam lima bulan pertama tahun 2020 yaitu Januari-Mei 2020 ekspor Indonesia ke Swiss naik sebesar 284 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

EKONOMI | 14 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS