BRI Sudah Salurkan Rp 27,66 T dari Penempatan Dana Pemerintah
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

BRI Sudah Salurkan Rp 27,66 T dari Penempatan Dana Pemerintah

Selasa, 4 Agustus 2020 | 20:13 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Sejak menerima penempatan dana pemerintah sebesar Rp 10 triliun pada 25 Juni lalu untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyalurkan kredit modal kerja kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp 27,66 triliun.

Sesuai dengan komitmen awal, bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang menerima penempatan dana pemerintah diharapkan dapat melipatgandakan nilai kreditnya hingga tiga kali lipat dari total dana yang diterima dalam waktu tiga bulan.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70 Tahun 2020, kita diberikan dana likuiditas sebesar Rp 10 triliun. Dari Rp 10 triliun itu, kita inginnya mengirimkan sinyal bahwa ada perhatian kepada UMKM. Cita-citanya pemerintah itu minta tolong disalurkan tiga kali lipat, jadi Rp 20 triliun sisanya cari sendiri. Saat ini yang sudah tersalur Rp 27,66 triliun kepada 605.000 orang. Rasanya tidak perlu tiga bulan, 1,5 bulan selesai. Tapi kita tidak berhenti. Kita melihat potensi untuk menggeliat tetap ada di tengah kesulitan ini,” kata Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dalam media visit ke kantor Beritasatu Media Holdings, di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Diakui Catur Budi, UMKM memang begitu melekat dengan BRI. Bahkan portofolio kredit UMKM di BRI mencapai lebih dari 78%. Sehingga menyelamatkan UMKM dalam kondisi pandemi Covid-19 ini juga merupakan salah satu fokus utama BRI.

“Saat covid-19 masuk Indonesia, Presiden memberikan instruksi untuk menyelamatkan UMKM. 15 Maret, ada relaksasi dari OJK, kami langsung bergerak menyelamatkan UMKM. 2,5 bulan lebih kami kerjaannya hanya melakukan itu. Tidak ada yang lebih penting dibandingkan memberikan nafas lebih panjang untuk menyelamatkan mereka. Dalam waktu tiga bulan, kami sudah merestru sebanyak 2,88 juta nasabah dengan nilai Rp 179,91 triliun ( s/d 27 Juli 2020). Itu kita kerjakan dengan sistem-sistem dan dengan perangkat ketentuan yang ada saat itu, karena PMK dan Perppu masih bergerak,” kata Catur Budi.

Upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan juga terus dilakukan, antara lain melalui agen branchless banking yakni Agen BRILink. Hingga akhir Juni 2020, jumlah agen BRILink sudah mencapai lebih dari 434 ribu agen.

“Tahun 2019, share volume (transaksi) dari BRILink mencapai Rp 670 triliun. Yang jelas BRI net fee yang didapat dari BRILink pada tahun 2019 saja sampai Rp 800 miliar. Artinya BRI menerima Rp 800 miliar dari BRILink itu sama artinya minimal RP 1,5 kali lipat yang dinikmati para agen. Kenapa? Biaya transfer itu Rp 5.000, agen BRILink dapat Rp 3000, kita dapat Rp 2.000. Pembayaran itu bisa digunakan untuk kebutuhan transaksi terkait pesanan tiket, BPJS, token, setor tunai, tarik tunai, dan lain-lain,” papar Catur Budi.

Pada 2020 ini, BRI menargetkan net fee dari BRILink di atas Rp 1 triliun. Target tersebut menurutnya cukup realistis, apalagi hingga Juni 2020 sudah mencapai Rp 375 triliun.

BRI juga turut memfasilitasi pedagang di pasar untuk bisa berjualan secara online melalui program website Pasar. Saat ini sudah ada 4.300 pasar yang bergabung dalam program tersebut.

“Melalui website pasar, kita mau menghubungkan pedagang dan pembeli tanpa harus bertemu. Saat ini 4.300 pasar yang sudah bergabung. Ada tukang ojek yang nantinya bisa mengantarkan pesanan dari pembeli. Paling tidak itu upaya agar UMKM tetap hidup di tengah pandemi. Kita sadar, hanya modal saja tidak cukup. UMKM juga harus diurus secara serius,” kata Catur Budi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kempupera Bangun 4 Rusunawa Mahasiswa di Jateng

Kempupera membangun empat rusunawa di Jateng.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Kempupera Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Sumbar

Kempupera menyalurkan BSPS sebanyak 3.772 unit rumah di 10 kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

PGN Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2020

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil meraih penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Trisula Perluas Pasar Ekspor APD

Trisula International Tbk (TRIS) memperluas pasarnya untuk diversifikasi produk Alat Pelindung Diri (APD).

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Kurs Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.600

Kurs rupiah berada di level Rp 14.625 per dolar AS atau terapresiasi 5 poin (0,03 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.630.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

IHSG Ditutup Menguat ke 5.075

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,37 persen ke kisaran 5.075 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (3/8/2020).

EKONOMI | 4 Agustus 2020

RPUP MTN Dinfra BII KJIE Akan Menyelenggarakan Rapat Kedua

Rapat pertama RPUP MTN Dinfra BII KJIE berjalan lancar.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Bursa Asia Menguat Dipimpin Hang Seng yang Melesat 2%

Indeks Nikkei 225 Tokyo naik 1,7 persen, Indeks Komposit Shanghai naik 0,11 persen, Hang Seng Hong Kong naik 2,25 persen.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

BKPM Optimistis Target Investasi Rp 817,2 T Bisa Tercapai

Realisasi investasi di semester I-2020 ini sudah mencapai 49,3% dari target investasi 2020 sebesar Rp 817,2 triliun.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

OJK: Sempat Anjlok, Pertumbuhan Kredit Perbankan Mulai Pulih Bulan Juli

Pertumbuhan kredit perbankan per Juni 2020 anjlok menjadi hanya sekitar 1,49%, jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 9,92%.

EKONOMI | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS