Dampak Covid-19 Terasa di Hampir Semua Sektor, dari Otomotif hingga Pariwisata
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Dampak Covid-19 Terasa di Hampir Semua Sektor, dari Otomotif hingga Pariwisata

Rabu, 5 Agustus 2020 | 16:05 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2020 mengalami kontraksi 5,32 persen year-on-year (YoY). Hampir semua sektor usaha mengalami koreksi akibat pembatasan aktivitas yang dilakukan pemerintah dan melemahnya permintaan.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah indikator pertumbuhan ekonomi terkena dampak Covid-19.

Angka penjualan otomotif yang biasanya menjadi indikator konsumsi menunjukkan penurunan. Produksi mobil pada triwulan II 2020 mencapai 41.520 unit, atau turun sebesar 87,34 persen (q-to-q) dan turun sebesar 85,02 persen (y-on-y), sedangkan penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada triwulan II-2020 mencapai 24.042 unit, atau turun sebesar 89,85 persen (q-to-q) dan turun sebesar 89,44 persen (y-on-y). Penutupan gerai penjualan selama diberlakukannya PSBB menyebabkan penurunan omzet perdagangan ritel.

Penjualan sepeda motor secara wholesale pada triwulan II 2020 mencapai 313.625 unit, atau turun sebesar 80,06 persen (q-to-q) dan turun sebesar 79,70 persen(y-on-y).

Produksi semen pada triwulan II-2020 sebesar 12,68 juta ton, atau turun 18,80 persen (q-to-q) dan turun 9,08 persen (y-on-y). Sedangkan pengadaan semen dalam negeri pada triwulan II 2020 sebesar 12,65 juta ton, atau turun 15,09 persen (q-to-q) dan turun 7,69 persen (y-on-y).

Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada triwulan II-2020 mencapai 482,65 ribu kunjungan, atau turun sebesar 81,49 persen (q-to-q) dan turun 87,81 persen (y-on-y). Ditutupnya tempat-tempat rekreasi dan hiburan yang berimbas kepada sepinya pengunjung hotel dan restoran di hampir seluruh wilayah Indonesia. Perubahan pola konsumsi masyarakat, memasak dan makan di rumah menjadi lebih populer sehingga orang-orang jarang ke luar.

Baca juga:Triwulan II, Hanya Tujuh Sektor Usaha yang Positif

Industri Tekstil dan Pakaian Jadi mengalami kontraksi sebesar 14,23 persen disebabkan oleh berkurangnya permintaan pasar domestik maupun luar negeri.

Industri Pengolahan Tembakau mengalami kontraksi sebesar 10,84 persen terutama disebabkan oleh penurunan produksi rokok akibat pemberlakuan PSBB.

Namun, Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional tumbuh 8,65 persen terutama didukung oleh produksi produk obat-obatan untuk memenuhi permintaan domestik dalam menghadapi wabah Covid-19.

Akibat Covid-19, laju pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga yang biasanya menjadi motor pertumbuhan mengalami kontraksi 5,51 persen pada triwulan II 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Konsumsi pemerintah yang diharapkan menopang perekonomian terkontraksi 6,9 persen di triwulan II 2020 (y-o-y) akibat penundaan dan pembatalan kegiatan-kegiatan K/L sejak pertengahan Maret dan perubahan kebijakan pemberian THR tahun 2020, yaitu pejabat negara, pejabat eselon 1 & 2, dan pejabat lain yang setara tidak menerima THR.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

14 Lapangan Usaha Terkontraksi, PDB Triwulan II 2020 Minus 4,19%

Sebanyak 14 sektor usaha memberi kontribusi negatif yang menekan PDB di triwulan II 2020.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Bursa Asia Ditutup Mixed, Investor Masih Pantau Stimulus AS

Bursa Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (5/8/2020) karena ketidakpastian stimulus virus corona di Amerika Serikat (AS).

EKONOMI | 5 Agustus 2020

IHSG Lanjutkan Tren Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,03 persen ke kisaran 5.127.05 pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (4/8/2020).

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Realisasi Penyaluran Subsidi FLPP Capai Rp 7,9 Triliun

Total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga 2020 telah mencapai Rp52,30 triliun.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Tidak Perlu ke Kantor Pajak, UMKM Bisa Buat NPWP di Bank Himbara

Pemerintah memastikan bahwa mulai 17 Agustus 2020, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat secara langsung membuat NPWP di bank Himbara.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

BNI Kuasai 12,51% Layanan Kredit Sindikasi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menempati peringkat teratas dalam jajaran lembaga keuangan penyedia sindikasi di Indonesia versi Bloomberg.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Siang Ini, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.523-Rp 14.581 per dolar AS.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Indomaret Jadi Toko Ritel Pertama di RI Hadirkan Drive Thru

Ke depan layanan drive thru akan dikembangkan secara selektif di kota-kota yang tingkat kesibukannya tinggi di antaranya Gresik, Jakarta, Sentul Bogor.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Triwulan II, Hanya Tujuh Sektor Usaha yang Positif

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2020 dibandingkan semester I-2019 terkontraksi 1,26 persen.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Tergerus

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 9,02 poin (0,29 persen) mencapai 3.381.

EKONOMI | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS