Covid-19 Hantam Kinerja Perusahaan Migas di Seluruh Dunia
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Covid-19 Hantam Kinerja Perusahaan Migas di Seluruh Dunia

Selasa, 25 Agustus 2020 | 19:59 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Industri migas sepertinya sedang mengalami masa yang buruk akibat pandemi Covid-19 ini. Banyak perusahaan migas dunia yang mengalami kerugian sepanjang semester I 2020 ini. Exxon Mobil, dalam laporan yang diterbitkan tanggal 31 Juli 2020 menyampaikan kerugian US$ 1,1 miliar (Rp 16 triliun) selama semester I 2020 karena turunnya harga minyak akibat oversupply minyak dunia dan melemahnya permintaan karena pandemi. Akibat kerugian ini, nilai saham anggota Big Oil ini terdilusi sebesar US$ 0,26 per lembarnya.

Hal yang sama dikatakan Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan juga terjadi pada perusahaan Big Oil lainnya asal Inggris yaitu BP. Berdasarkan laporan keuangan yang mereka keluarkan sepanjang semester I 2020, mereka harus mengalami kerugian sebesar US$ 6,7 miliar, berbanding terbalik dengan periode tahun lalu di mana BP mendapatkan keuntungan sebesar US$ 2,8 miliar. Penyebab meruginya BP adalah lemahnya harga minyak dan gas dunia, margin yang rendah dari produk kilang, pemangkasan produksi minyak dan gas, serta rendahnya permintaan untuk bahan bakar dan juga pelumas.

Baca juga: Harga Minyak Mixed di Pasar Asia Pagi Ini

Chevron, perusahaan Big Oil lainnya yang berbasis di Amerika Serikat dalam laporan keuangannya di semester I 2020 pun turut mengalami kerugian sebesar US$ 8,3 miliar, dengan saham yang terdilusi sebesar US$ 4,44 per lembarnya. Capaian ini berbeda dengan semester I 2019, di mana Chevron mendapatkan keuntungan sebesar US$ 4,3 miliar. Dalam laporan tersebut, CEO Chevron Michel K Wirth mengatakan bahwa melemahnya ekonomi karena pandemi Covid-19 ini berdampak pada melemahnya harga produk dan juga melemahnya permintaan.

Di dalam negeri, Pertamina berdasarkan laporan keuangan semester I 2020 juga mengalami kerugian sebesar US$ 767,2 juta atau setara dengan Rp 11,33 triliun. "Rugi ini masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan perusahaan migas dunia yang lain," katanya di Jakarta,Selasa (25/8/2020).

Pertamina dengan kondisi saat ini mengalami tekanan yang luar biasa. Ada beberapa poin yang menyebabkan beban keuangan Pertamina bertambah.

Pertama, turunnya pendapatan dan penjualan yang mencapai 20%. Penurunan ini, mengoreksi pendapatan Pertamina dari US$ 25,5 miliar pada semester I 2019 menjadi US$ 20,4 miliar semester I tahun ini. Dampak dari covid-19 di mana harga minyak dunia mengalami penurunan yang drastis sehingga harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) juga terkoreksi sangat dalam menyebabkan pendapatan dari domestik migas hulu terjun 21% menjadi US$ 16,5 miliar semester I tahun ini dari US$ 20,9 miliar pada 2019.

Kedua, pergerakan mata uang rupiah yang terdepresiasi cukup dalam sepanjang semester I membuat Pertamina merugi selisih kurs sebesar US$ 211,8 juta atau minus 428% jika dibandingkan periode 2019 di mana membukukan keuntungan sebesar US$ 64,5 juta.

Ketiga, penjualan sektor hilir yang terpukul sampai 13% dari periode sebelumnya. Saat ini secara nasional konsumsi BBM hanya mencapai 117.000 KL, lebih rendah dibandingkan 2019 di mana konsumsi BBM sebesar 135.000 KL.

Keempat, implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 73 di mana ini menambah beban keuangan Pertamina berkisar di angka US$ 400 juta.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

AEI Dukung Penguatan Stabilitas Sistem Keuangan

Pasar modal sebagai salah satu indikator perekonomian terdampak cukup material akibat pandemi yang tidak diketahui dengan pasti kapan akan berakhirnya.

EKONOMI | 25 Agustus 2020

Kadin DKI: Sektor Pariwisata Paling Terpukul Covid-19

Nomor satu yang paling terpukul adalah pariwisata...terutama di kuliner, kemudian di situ juga ada catering, event organizer," kata Ketua Kadin DKI.

EKONOMI | 25 Agustus 2020

Imbas Pandemi, Jasuindo Revisi Target Penjualan Jadi Rp 1 Triliun

Penjualan produk labeling produk farmasi dan kesehatan diharapkan bisa menjadi pengganti revenue perseroan.

EKONOMI | 25 Agustus 2020

Libur Panjang, Bandara AP II Tersibuk Sejak Covid-19

Libur panjang 20 – 23 Agustus 2020 menjadi periode paling sibuk di 19 bandara PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II sejak pandemi global Covid-19.

EKONOMI | 25 Agustus 2020

Jokowi: Kepala Daerah Harus Tahu Kapan "Mengegas dan Mengerem" Ekonomi

Jokowi meminta kepala daerah pandai mengendalikan "gas dan rem" karena pandemi Covid-19 telah mengganggu produksi, suplai, dan permintaan.

EKONOMI | 25 Agustus 2020

WMU Resmikan Peternakan Ayam Terintegrasi di Yogyakarta

PT Widodo Makmur Unggas (WMU) merupakan perusahaan peternakan ayam yang terintegrasi.

EKONOMI | 25 Agustus 2020

Diversifikasi Pangan Bisa Jadi Alternatif Swasembada

Swasembada bukanlah hal yang mudah dicapai, mengingat banyaknya faktor pada sektor pertanian Indonesia yang tidak mendukung tujuan tersebut.

EKONOMI | 25 Agustus 2020

Resiliensi Perbankan Teruji di Tengah Pandemi

Meskipun risiko NPL meningkat, namun aset, penempatan dana ketiga (DPK), kredit, permodalan, laba dan lainnya masih tergolong sehat.

EKONOMI | 25 Agustus 2020

Ekonomi Indonesia Diyakini Bisa Lebih Cepat Pulih

Ekonom Indef Iman Sugema meyakini ekonomi Indonesia akan lebih cepat pulih pada 2021 setelah tahun ini dihantam pandemi Covid-19.

EKONOMI | 25 Agustus 2020

Tol Banda Aceh-Sigli Jadikan Aceh Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Presiden Jokowi resmikan tol Aceh Sigli.

EKONOMI | 25 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS