5 Sektor Ini Diharapkan Dapat Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

5 Sektor Ini Diharapkan Dapat Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 10 September 2020 | 13:30 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19, pemerintah akan mendorong lima sektor prioritas. Kelima sektor yang terus didorong tersebut antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan juga konstruksi.

“Untuk sektor konstruksi, Pemerintah mempersiapkan pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) karena ini melibatkan banyak kontraktor di daerah, sehingga tentu bisa mendorong perekonomian di daerah,” ujar Airlangga saat memberikan pidato secara daring pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kamis (10/9/2020).

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 diproyeksikan sebesar -1,1% hingga 0,2%, sedangkan pada tahun 2021 diprediksi akan membaik dengan tumbuh di kisaran 4,5% hingga 5%. “Berbagai lembaga negara juga menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan akan positif,” imbuhnya.

Dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Airlangga mengatakan sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan sinyal positif atas pemulihan aktivitas ekonomi, seperti Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang sudah mengalami ekspansi, Indeks Kepercayaan Konsumen, penjualan kendaraan bermotor, penjualan eitel, survei kegiatan dunia usaha, dan inflasi inti.

Data per 7 September 2020 menyebutkan, dibandingkan dengan posisi 1 April 2020, kinerja indeks saham sektoral mengalami penguatan di semua sektor kecuali sektor properti. Sementara dari sisi pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap US Dollar juga mengalami apresiasi sebesar 9,73%.

Menko Perekonomian pun menjelaskan bahwa waktu pemulihan dari guncangan ekonomi akibat pandemi Covid-19 relatif lebih cepat dibandingkan periode krisis yang terjadi pada tahun 1998 maupun 2008.

“Kalau kita lihat kedalaman dari segi harga saham, di krisis Asia 1997-1998 itu butuh 7-8 tahun untuk kembali ke semula. Kemudian untuk krisis global di tahun 2008, butuh waktu 2 tahun,” terangnya.

Pada periode Krisis Asia 1997-1998, nilai tukar terdepresiasi hingga 566%. Saat periode Krisis Global 2008, nilai tukar terdepresiasi hingga 39,6%. Saat ini nilai tukar relatif stabil dan telah bergerak menuju ke level sebelum Pandemi Covid-19.

“Namun kita juga harus melihat 'gas dan rem'. Kita tetap harus menjaga kepercayaan publik karena ekonomi ini tidak semuanya faktor fundamental, tapi juga ada faktor sentimen terutama di sektor capital market,” sambungnya.

Airlangga menambahkan, penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi membutuhkan rencana jangka menengah hingga tahun 2022-2023. Beberapa program utama yang akan disasar antara lain program yang berkaitan dengan kesehatan, bantuan sosial, padat karya untuk menjaga demand, restrukturisasi, dan transformasi ekonomi.

Di tahun 2021, biaya penanganan Covid-19 akan tetap berfokus pada kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembiayaan korporasi, serta sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

“Pemerintah pusat juga mendorong agar masing-masing pemerintah daerah menjalankan program, memacu perekonomiannya, serta melakukan belanja barang dan belanja modal. Dengan demikian, secara agregat kita bisa menjaga pertumbuhan,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siang Ini, Rupiah Tertekan Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.765-Rp 14.852 per dolar AS.

EKONOMI | 10 September 2020

Zurich Luncurkan Proteksi Pintar untuk Bantu Masyarakat Kelola Risiko

PT Zurich Topas Life (Zurich) meluncurkan Zurich Smart Care yang merupakan #ProteksiPintar untuk membantu masyarakat Indonesia mengelola risiko kesehatan dan keuangan

EKONOMI | 10 September 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 9,9 (0,04 persen) mencapai 24.478.

EKONOMI | 10 September 2020

Perdagangan Sempat Dihentikan, IHSG Sesi Siang Turun 4,8% ke 4.898

Sebanyak 31 saham naik, 442 saham melemah dan 80 saham stagnan.

EKONOMI | 10 September 2020

IHSG Anjlok 5%, BEI Hentikan Sementara Perdagangan

Hingga dihentikan perdagangan Kamis pukul 10.36 WIB, IHSG berada di possisi 4.891 atau turun 257,4 poin (5,0 persen).

EKONOMI | 10 September 2020

Emas Antam Menguat ke Rp 1.027.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 483,820 juta.

EKONOMI | 10 September 2020

Rupiah Terkoreksi di Awal Sesi Saat Mata Uang Asia Menguat

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.765-Rp 14.807 per dolar AS.

EKONOMI | 10 September 2020

Tak Berdaya, IHSG Ambles 4% ke Bawah 5.000

Pukul 09.05 WIB, indeks harga saham gabungan turun 220,8 poin (4,3 persen) menjadi 4.929.

EKONOMI | 10 September 2020

Harga Minyak Turun di Pasar Asia karena Indikasi Melemahya Permintaan

Brent merosot 0,71 persen menjadi US$ 40,50 per barel.

EKONOMI | 10 September 2020

Bursa Asia Naik Mengekor Wall Street

Nikkei 225 di Jepang naik 0,67 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix menguat 0,66 persen.

EKONOMI | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS