Terus Berkembang, Fintech Dapat Mendorong Pemulihan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Terus Berkembang, Fintech Dapat Mendorong Pemulihan Ekonomi

Kamis, 10 September 2020 | 14:04 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.comFinancial technology (fintech) dinilai memiliki potensi dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional, terutama selama masa pandemi Covid-19. Industri fintech Indonesia juga diperkirakan akan terus berkembang, didukung oleh jumlah penduduk usia kerja yang tinggi, penetrasi internet yang berkembang pesat, banyaknya kelompok masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan, serta lingkungan regulasi yang kondusif dan peningkatan investasi di sektor fintech.

“Saat ini fintech telah mencuat sebagai salah satu alat untuk menyediakan dan melayani kebutuhan banyak orang,” kata Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Niki Luhur dalam peluncuran Laporan Annual Member Survey Aftech terbaru tahun 2019/2020, Kamis (10/9/2020).

Niki menyampaikan, pertumbuhan industri fintech ditunjukkan oleh semakin banyaknya pemain berlisensi, ragam solusi jasa keuangan yang ditawarkan serta adopsi di pasar. Ketika pandemi Covid-19 menerpa perekonomian Indonesia, cara hidup, bekerja, dan bertransaksi masyarakat berubah menjadi lebih digital.

Berdasarkan statistik Bank Indonesia (BI), jumlah instrumen e-money di Indonesia terus bertambah. Pada bulan April lalu, jumlahnya instrumen e-money menyentuh titik tertinggi dan mencapai 412.055.870. Akumulasi penyaluran pendanaan melalui pinjaman online pun terus tumbuh. Menurut OJK, pada bulan Juni 2020 jumlahnya mencapai Rp 113,46 triliun, naik 153,23% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Aftech juga meyakini bahwa kolaborasi yang lebih kuat antara industri fintech dan pemerintah sangat penting untuk mencapai kondisi keseimbangan ideal antara pertumbuhan dan tata kelola, yang pada akhirnya akan menciptakan ekosistem keuangan digital yang bertanggung jawab dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Kami juga menyadari bahwa menyeimbangkan inovasi dan tata kelola yang baik tidaklah mudah. Karenanya, Aftech menyambut baik upaya pemerintah dalam mendorong inovasi melalui regulasi light-touch dan kebijakan safe harbor policy. Kami juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap perlindungan konsumen dan tata kelola yang baik,” kata Niki.

Secara keseluruhan, Laporan Annual Member Survey Aftech 2019/2020 mencatat bahwa kerangka peraturan saat ini tergolong kondusif untuk inovasi, dan lebih dari separuh responden percaya bahwa pemerintah telah memberikan dukungan investasi yang memadai kepada industri fintech.

Di tahun 2019, pemerintah, termasuk Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan serangkaian regulasi terkait industri fintech. Perkembangan tersebut terus berlanjut di tahun 2020 seiring dengan penyelesaian RUU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP), Masterplan Jasa Keuangan Indonesia2020-2024 (MPJKI), Arsitektur G2P 4.0, dan Masterplan Keuangan Inklusif.

Sementara itu, Ketua Harian Aftech Mercy Simorangkir menjelaskan bahwa dukungan di sisi regulasi tetap diperlukan untuk memastikan pertumbuhan industri fintech yang optimal. Harmonisasi regulasi dan kecepatan proses perizinan juga dibutuhkan oleh industri.

“Dari segi infrastruktur utama, e-KYC, open banking API, dan infrastruktur cloud sangat penting bagi semua bisnis utama fintech. Selain regulasi dan infrastruktur utama, hampir semua anggota Aftech berpendapat bahwa biaya yang mahal merupakan hambatan utama dalam pengadaan infrastruktur ini. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan yang sangat mendesak untuk regulasi yang selaras demi menopang penggunaan teknologi tersebut,” terang Mercy.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Cigna Tawarkan Asuransi Terjangkau

Cigna Indonesia memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki asuransi dengan meluncurkan situs punya.cigna.co.id.

EKONOMI | 10 September 2020

Awali Sesi II, IHSG Belum Lepas dari Tekanan Jual

Mengawali sesi II perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020), IHSG melemah 4,91 persen ke 4.896,66.

EKONOMI | 10 September 2020

5 Sektor Ini Diharapkan Dapat Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kelima sektor yang terus didorong tersebut antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan juga konstruksi.

EKONOMI | 10 September 2020

Siang Ini, Rupiah Tertekan Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.765-Rp 14.852 per dolar AS.

EKONOMI | 10 September 2020

Zurich Luncurkan Proteksi Pintar untuk Bantu Masyarakat Kelola Risiko

PT Zurich Topas Life (Zurich) meluncurkan Zurich Smart Care yang merupakan #ProteksiPintar untuk membantu masyarakat Indonesia mengelola risiko kesehatan dan keuangan

EKONOMI | 10 September 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 9,9 (0,04 persen) mencapai 24.478.

EKONOMI | 10 September 2020

Perdagangan Sempat Dihentikan, IHSG Sesi Siang Turun 4,8% ke 4.898

Sebanyak 31 saham naik, 442 saham melemah dan 80 saham stagnan.

EKONOMI | 10 September 2020

IHSG Anjlok 5%, BEI Hentikan Sementara Perdagangan

Hingga dihentikan perdagangan Kamis pukul 10.36 WIB, IHSG berada di possisi 4.891 atau turun 257,4 poin (5,0 persen).

EKONOMI | 10 September 2020

Emas Antam Menguat ke Rp 1.027.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 483,820 juta.

EKONOMI | 10 September 2020

Rupiah Terkoreksi di Awal Sesi Saat Mata Uang Asia Menguat

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.765-Rp 14.807 per dolar AS.

EKONOMI | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS