PII Berikan Penjaminan Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

PII Berikan Penjaminan Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo

Kamis, 10 September 2020 | 14:46 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero) mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan proyek-proyek infrastruktur. Salah satunya dengan memberikan jaminan proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) Jalan Tol Solo-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo.

Terlebih lagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan NYIA Kulonprogo pada 28 Agustus 2020. Jokowi berpesan agar akses menuju NYIA Kulonprogo segera dibangun untuk mempermudah masyarakat menuju ke bandara baru tersebut.

Untuk itu, PT PII pun memberikan penjaminan terhadap proyek tersebut. Penandatanganan Perjanjian Penjaminan dan Regres untuk proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yaitu Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo telah dilakukan di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) pada Rabu (9/9/2020).

Penandatangan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Dengan telah ditandatanganinya perjanjian penjaminan dan perjanjian regres pada proyek tersebut, maka Kementerian Keuangan melalui PT PII akan memberikan penjaminan yang mencakup risiko keterlambatan pengadaan tanah, risiko keterlambatan pengembalian Dana Talangan Tanah (DTT), risiko keterlambatan penyesuaian tarif, risiko politik temporer dan risiko politik permanen.

Penjaminan yang diberikan oleh PT PII tersebut dimaksudkan untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor dalam berinvestasi pada proyek tersebut.

Direktur Utama PT PII M Wahid Sutopo mengatakan penjaminan yang diberikan PT PII pada proyek ini, merupakan salah satu fasilitas dari Kementerian Keuangan untuk meningkatkan kelayakan dan kenyamanan investasi bagi investor.

“Dengan ditandatanganinya proyek ini, maka PT PII telah memberikan penjaminan pada 23 proyek KPBU di seluruh Indonesia,” kata Wahid Sutopo dalam keterangannya, Kamis (10/9/2020).

Hal ini tentunya, lanjut Wahid Sutopo, tidak terlepas dari kerja sama yang sangat baik dengan para Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama khususnya Kemepupera, dan dukungan kuat dari Kementerian Keuangan dalam pengembangan skema penjaminan pemerintah untuk proyek-proyek KPBU.

“Dengan skema KPBU dan penjaminan oleh PT PII, diharapkan proyek ini dapat dikembangkan dan terjaga dengan baik sehingga dapat bermanfaat meningkatkan konektivitas antar wilayah dan daya saing ekonomi masyarakat di provinsi DIY dan Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk pemulihan dan pengembangan ekonomi nasional,” terang Wahid Sutopo.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur turut berkontribusi dalam rangka upaya mengatasi dampak dari pandemi Covid-19, sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Proyek ini diharapkan memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi melalui peningkatan konektivitas antar wilayah, terutama yang digunakan sebagai jalur logistik, pariwisata, jalan akses ke pelabuhan dan bandara serta penghematan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan nilai waktu tempuh,” jelas Wahid Sutopo.

Dijelaskannya, skema kerja sama proyek jalan tol sepanjang 96,5 km adalah Design-Build-Finance-Operate-Maintain-Transfer (DBFOMT) dengan masa konsesi selama 40 tahun sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Adapun tujuan dari dibangunnya proyek infrastruktur jalan tol ini adalah untuk meningkatkan aksesibilitas antara Solo, Yogyakarta, dan Kulon Progo, termasuk melayani akses Bandara NYIA Kulon Progo, di samping untuk meningkatkan pengembangan wilayah yang dilalui jalan tol dan menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah. “Selain itu, manfaat tidak langsung proyek ini adalah peningkatan lapangan kerja dengan adanya pembangunan proyek,” tutur Wahid Sutopo.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo ini sangat krusial untuk daerah Yogyakarta dan Solo. “Selain menekan biaya, pembangunan proyek infrastruktur juga turut merubah perilaku hidup maupun ekonomi masyarakat,” kata Luhut Binsar Panjaitan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terus Berkembang, Fintech Dapat Mendorong Pemulihan Ekonomi

Industri fintech Indonesia diperkirakan akan terus berkembang, didukung oleh jumlah penduduk usia kerja yang tinggi dan penetrasi internet yang pesat.

EKONOMI | 10 September 2020

Cigna Tawarkan Asuransi Terjangkau

Cigna Indonesia memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki asuransi dengan meluncurkan situs punya.cigna.co.id.

EKONOMI | 10 September 2020

Awali Sesi II, IHSG Belum Lepas dari Tekanan Jual

Mengawali sesi II perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020), IHSG melemah 4,91 persen ke 4.896,66.

EKONOMI | 10 September 2020

5 Sektor Ini Diharapkan Dapat Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kelima sektor yang terus didorong tersebut antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan juga konstruksi.

EKONOMI | 10 September 2020

Siang Ini, Rupiah Tertekan Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.765-Rp 14.852 per dolar AS.

EKONOMI | 10 September 2020

Zurich Luncurkan Proteksi Pintar untuk Bantu Masyarakat Kelola Risiko

PT Zurich Topas Life (Zurich) meluncurkan Zurich Smart Care yang merupakan #ProteksiPintar untuk membantu masyarakat Indonesia mengelola risiko kesehatan dan keuangan

EKONOMI | 10 September 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 9,9 (0,04 persen) mencapai 24.478.

EKONOMI | 10 September 2020

Perdagangan Sempat Dihentikan, IHSG Sesi Siang Turun 4,8% ke 4.898

Sebanyak 31 saham naik, 442 saham melemah dan 80 saham stagnan.

EKONOMI | 10 September 2020

IHSG Anjlok 5%, BEI Hentikan Sementara Perdagangan

Hingga dihentikan perdagangan Kamis pukul 10.36 WIB, IHSG berada di possisi 4.891 atau turun 257,4 poin (5,0 persen).

EKONOMI | 10 September 2020

Emas Antam Menguat ke Rp 1.027.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 483,820 juta.

EKONOMI | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS