Usaha Sosial-Kreatif Sediakan lebih Banyak Lapangan Kerja Inklusif
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Usaha Sosial-Kreatif Sediakan lebih Banyak Lapangan Kerja Inklusif

Rabu, 16 September 2020 | 19:58 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Usaha sosial-kreatif (creative and social enterprises/CSE) merupakan sektor usaha yang semakin maju dan menguntungkan di Indonesia, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang inklusif bagi perempuan dan anak muda, dibandingkan sektor usaha lainnya. Temuan tersebut dikemukakan dalam penelitian yang diluncurkan oleh British Council, AVPN, dan Badan PBB untuk Bidang Ekonomi dan Sosial di Asia Pasifik (UN ESCAP).

Pada tahun 2019, jumlah rata-rata pekerja perempuan yang dipekerjakan oleh CSE adalah 3,8. Angka ini jauh lebih tinggi dari jumlah rata-rata pekerja perempuan di semua sektor usaha, yakni 0,6. Sementara, jumlah rata-rata anak muda berusia di bawah 35 tahun yang dipekerjakan di CSE adalah 3,9, sedangkan di sektor usaha lain hanya 0,7.

“Usaha sosial-kreatif dibentuk untuk tujuan yang tidak semata-mata menghasilkan pendapatan saja, tetapi lebih penting lagi untuk mengatasi kesenjangan dan kurangnya kesempatan ekonomi bagi anak muda, perempuan dan penyandang disabilitas,” kata Country Director British Council Indonesia, Hugh Moffatt dalam peluncuran penelitian tersebut, Rabu (16/9/2020).

Meski usaha sosial-kreatif mengalami pertumbuhan pesat dalam lima tahun terakhir, laporan penelitian ‘Berinvestasi pada Usaha Sosial Kreatif di Indonesia’ mencatat bahwa sebagian besar CSE di Indonesia belum pernah memperoleh pendanaan eksternal.

Sebanyak 45% usaha sosial-kreatif di Indonesia menggunakan sumber keuangan pribadi untuk mendanai usahanya dan kurang dari 1% pernah mengakses investasi ekuitas. Hambatan pembiayaan bagi CSE di Indonesia antara lain adalah akses terbatas ke investor dan kesulitan dalam memenuhi persyaratan agunan dan menyediakan penjamin.

“Faktanya, ada banyak sumber modal yang tersedia,” ujar Naina Subberwal Batra, CEO AVPN, salah satu jaringan investasi sosial terbesar di Asia.

Sementara itu dikatakan Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Vivi Yulaswati, dua laporan tentang sisi penawaran dan permintaan dari usaha sosial-kreatif di Indonesia ini hadir di saat yang tepat, mengingat Indonesia baru saja menjadi bagian dari negara berpenghasilan menengah ke atas.

“Laporan ini menyajikan ringkasan dari apa yang telah kami kembangkan dalam lima tahun terakhir. Banyak perubahan dalam program ekonomi dan sosial, misalnya menyalurkan subsidi kepada penduduk miskin dan rentan dan memberikan pelatihan keterampilan selama pandemi, dimaksudkan tidak hanya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengatasi kemiskinan struktural dalam jangka panjang, pengembangan sumber daya manusia, dan ketidaksetaraan,” kata Vivi Yulaswati.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Pegadaian Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 3,25 Triliun

Penerbitan obligasi dan sukuk ini digunakan untuk memperkuat struktur modal kerja perusahaan.

EKONOMI | 16 September 2020

Satgas PEN Harap Stimulus Bisa Dongkrak Ekonomi Nasional pada Kuartal III

Penyaluran anggaran Rp 100 triliun, diperkirakan dapat memberikan daya ungkit ekonomi sekitar Rp 210 triliun.

EKONOMI | 16 September 2020

UMKM Harus Kuasai Keterampilan Bisnis Digital

Di tengah tantangan ekonomi saat ini, menjadi wirausaha menjadi pilihan paling rasional.

EKONOMI | 16 September 2020

Ketua Satgas PEN Jamin 398.000 Tenaga Honorer Terima Subsidi

Satgas PEN memberikan jaminan 398.000 tenaga honorer segera menerima bantuan subsidi gaji sebesar Rp 600.000 per bulan.

EKONOMI | 16 September 2020

Gareth Bale Semakin Dekat ke Spurs

Agen Gareth Bale mengatakan kesepakatan dengan Madrid mengenai transfer ke Spurs mendekati rampung meski pembicaraan berjalan rumit.

EKONOMI | 16 September 2020

Majalah Investor Rayakan HUT Ke-22

Perayaan HUT ke-22 Majalah Investor dirayakan sederhana di Gedung BeritaSatu Plaza, lantai 7, dihadiri oleh para direksi serta pimpinan Redaksi grup BSMH.

EKONOMI | 16 September 2020

Bumi Resources Angkat 4 Direktur Baru, Rosan Jadi Preskom

Bumi mengangkat Adika Nuraga Bakrie dan Nalin Rathod sebagai deputy CEO, dan Rosan P Roeslani menjadi presiden komisaris.

EKONOMI | 16 September 2020

Akhir September 2020, Penyaluran Anggaran PEN Ditargetkan Capai Rp 100 Triliun

Pemerintah menargetkan penyaluran dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada akhir September 2020 mencapai Rp 100 triliun, khusus untuk bidang ekonomi.

EKONOMI | 16 September 2020

Dipastikan Aman, Kemasan Galon AMDK Sudah Penuhi Syarat Edar

Produk Air dalam Kemasan (AMDK) aman untuk dikonsumsi selama produk akhir telah melalui proses pengujian parameter SNI.

EKONOMI | 16 September 2020

Anggaran Stimulus Ekonomi Telah Tersalurkan Rp 87,5 Triliun

Program prioritas Satgas Ekonomi adalah program perlindungan sosial, program UMKM, program sektoral k/l dan pemda, serta program pembiayaan korporasi.

EKONOMI | 16 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS