Di Tengah Pandemi, IKNB Syariah Masih Tumbuh 7,9%
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Di Tengah Pandemi, IKNB Syariah Masih Tumbuh 7,9%

Kamis, 24 September 2020 | 17:13 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Bisnis syariah di Indonesia kian berkembang pesat dan diyakini akan terus bertumbuh. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Bahkan di tengah pandemi Covid-19, Industri Keuangan Non Bank (LKNB) Syariah masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Deputi Komisioner IKNB 2 Otoritas Jasa keuangan (OJK) Mochamad Ihsanuddin memaparkan, IKNB syariah hingga pertengahan tahun ini masih bisa tumbuh positif sekitar 7,9%, meskipun untuk beberapa sektor mengalami pertumbuhan negatif.

“Bila ditotal (dari seluruh sektor IKNB syariah), kalau dijumlahkan masih ada growth 7,9%, jadi masih tumbuh positif,” kata Mochamad Ihsanuddin dalam acara Zooming with Primus bertajuk “Menanti Bisnis Syariah Merekah” yang disiarkan langsung BeritaSatu TV, Kamis (24/9/2020).

Namun jika dibandingkan dengan bisnis konvensional, market share atau pangsa pasar bisnis syariah tergolong masih rendah. Untuk market share keuangan syariah baru mencapai 9,6%, sedangkan untuk IKNB syariah baru sekitar 4,33%. Dengan melihat persentase penduduk muslim Indonesia yang mencapai sekitar 87%, Ichsanuddin melihat peluang IKNB syariah untuk menjangkau pasar yang lebih luas sangat terbuka lebar.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi bisnis syariah di Indonesia adalah terkait tingkat literasi dan inklusi yang masih rendah, bahkan pada 2019 mengalami penurunan. Sehingga dua hal tersebut menurutnya harus lebih dioptimalkan. Kemudian terkait tingkat penyebaran, sebaran pelaku ekonomi syariah masih terpusat di Pulau Jawa dan Sumatera, di mana persentasenya mencapai 80%.

“Dari Data Survei Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan, di 2016 itu sekitar 11%. Ketika di 2019 dilakukan survei lagi, ternyata turun menjadi 9%. Ini menjadi diskusi hangat di kalangan pelaku ekonomi syariah,” kata Ichsanudin.

Fintech P2P Lending Syariah
Sementara itu menurut CEO Dana Syariah Taufiq Aljufri, bisnis syariah di Indonesia saat ini sebetulnya sudah dalam fase “merekah”. Hal ini terlihat dari performa bisnis Dana Syariah, fintech peer-to-peer (P2P) lending yang menggunakan prinsip syariah.

Dalam dua tahun terakhir, permohonan dari para borrower yang membutuhkan dana dengan skema syariah meningkat sangat pesat. Di sisi lain, banyak investor atau lender yang masuk ke platform dana syariah.

“Tahun lalu, dana syariah menyalurkan dana sekitar Rp 250 miliar. Kemudian di 2020 walaupun diliputi kondisi pandemi Covid-19 yang luar biasa, tetap terjadi pertumbuhan pendanaan sampai lebih dari 200%,” kata Taufiq Aljufri.

Namun diakui Taufiq, penyebaran pelaku usaha ekonomi syariah yang masih terpusat di Pulau Jawa dan Sumatera menjadi salah satu hal yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi syariah belum bisa secepat yang diharapkan.

“Di sinilah pentingnya hadirnya teknologi, dalam hal ini finetch yang menggunakan kemajuan teknologi, supaya ada cara baru yang bisa secara online melakukan pendanaan kepada proyek-proyek yang sudah diseleksi. Cara baru ini membuat prosesnya menjadi lebih mudah, cepat, tidak ada batas waktu dan tempat,” ujarnya.

Pertumbuhan positif juga dirasakan asuransi Allianz Life syariah. Menurut Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Yoga Prasetyo, pertumbuhan tersebut tidak hanya dari kontribusi pendapatan premi, tetapi juga dari sisi asset.

“Sampai semester I-2020, kami masih mencatatkan pertumbuhan. Kalau diukur dari pendapatan kontribusi kotor, dari premi baru yang masuk dan renewal, kami masih mencatat pertumbuhan 4,3% YoY. Dari sisi aset juga tumbuh 5,1%. Jadi sekarang Allianz Syariah memiliki aset sampai Rp 3,2 triliun,” kata Yoga Prasetyo.

Namun Yoga melihat pemahaman masyarakat tentang perbedaan antara asuransi syariah dengan yang konvensional belum begitu mendalam. Karenanya, literasi harus terus dioptimalkan oleh seluruh pelaku industri asuransi syariah.

“Perbedaan utama antara konsep asuransi syariah dengan yang konvensional itu ada pada prinsip transaksinya. Kalau di asuransi konvensional adalah transaksi jual-beli risiko, sementara asuransi syariah sebenarnya bukan asuransi, tetapi penggalangan dana untuk dimasukan ke dalam tabarru, kemudian dari situ diciptakan mekanisme saling tolong menolong,” jelas Yoga.

Beradaptasi
Pengamat Ekonomi Syariah yang juga Dosen Universitas Padjajaran Bandung Prof. Dian Masyita menambahkan, ekonomi syariah Indonesia dengan 87% penduduk muslim memang jadi kekuatan besar, asalkan kita mampu menggali potensi tersebut.

“Dengan pangsa pasar yang masih kecil, kita harus menggali lagi apa masalahnya, kenapa masih jauh untuk mengejar potensi yang ada. Apakah hanya litersi saja, atau ada masalah struktural di dalam lembaga syariah yang selama ini tidak kita kaji, hanya melihat data-data statistik saja,” kata Dian.

Dengan adanya pandemi Covid-19 dan perubahan perilaku serta kebutuhan masyarakat, menurut Dian hal ini juga harus dipelajari oleh para pelaku ekonomi syariah.

“Kebutuhan masyarakat pada saat setahun yang lalu dengan sekarang ini sudah relatif mulai berubah. Kita harus melihat kebutuhan masyarakat seperti apa, lalu produk-produk apa yang bisa kita ciptakan yang masih dalam koridor syariah dan bisa dikembangkan lebih lanjut,” kata Dian.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

TelkomSigma Raih Penghargaan Internasional Asia Pacific Stevie Award 2020

Layanan Integrated Talent Management System dari PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), INGENIUM, mendapat apresiasi di ajang penghargaan internasional

EKONOMI | 24 September 2020

Maybank Indonesia Bukukan Laba Rp 809,7 M

Laba Maybank Indonesia naik 7% ke Rp 809,7 miliar, sementara kredit turun 14,6% menjadi Rp 115,7 triliun.

EKONOMI | 24 September 2020

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.845

Kurs rupiah berada di level Rp 14.845 per dolar AS atau terdepresiasi 65 poin (0,44 persen).

EKONOMI | 24 September 2020

Potensi Resesi Ganda Menekan Bursa Eropa Melemah

Indeks Stoxx600 turun 0,72 persen, DAX Jerman turun 0,3 persen, FTSE Inggris turun 0,54 persen, CAC Prancis turun 0,46 persen, FTSE MIB Italia datar.

EKONOMI | 24 September 2020

Bursa Asia Melemah Akibat Aksi Jual Saham Teknologi dan Ketegangan Korea

Nikkei 225 Tokyo turun 1,11 persen, Indeks Komposit Shanghai turun 1,72 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,82 persen.

EKONOMI | 24 September 2020

Semua Sektor Merah, IHSG Terjungkal 1,5%

Investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp 498,35 miliar di semua pasar.

EKONOMI | 24 September 2020

Menperin: Aktivitas Pekerja di Luar Pabrik Perlu Dipantau

Pantau kegiatan pekerja di luar industri untuk cegah Covid-19.

EKONOMI | 24 September 2020

Selesai 2022, Bendungan Sadawarna Akan Pasok Air Baku ke Kawasan Patimban

Kempupera tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Sadawarna untuk memasok air baku sebesar 4.50 m3/detik untuk Kawasan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat.

EKONOMI | 24 September 2020

Pandemi Covid-19 Dorong Transformasi Industri Garmen

Perubahan perilaku konsumen terkait permintaan produk garmen yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

EKONOMI | 24 September 2020

Agustus 2020 – Januari 2021 Pemerintah Potong Iuran BPJamsostek 99% untuk Pekerja

Pemerintah potong iuran pekerja ke BPJamsostek 99%.

EKONOMI | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS