Kinerja Industri Perbankan Relatif Kuat di Tengah Pandemi.
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kinerja Industri Perbankan Relatif Kuat di Tengah Pandemi.

Kamis, 24 September 2020 | 18:17 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Plt Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi menyatakan Bank Mandiri secara konsisten akan menyalurkan kredit bagi para pelaku usaha dan calon debitur, meski ekonomi Indonesia masih berada dalam tekanan pada kuartal III tahun 2020. Hery berpendapat, proyeksi negatif pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan menjadi penghalang bagi perseroan untuk menjalankan fungsi intermediasinya.

“Penyaluran kredit justru menjadi salah satu bentuk stimulus untuk menggeliatkan kembali perekonomian nasional. Bank Mandiri akan tetap menyalurkan kredit bagi debitur existing atau para calon nasabah, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pembiayaan yang terukur dan prudent akan membantu menggerakan perekonomian Indonesia untuk kembali ke tren positif,” kata Hery melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, pada Kamis (24/9/2020).

Ia mengatakan, langkah Bank Mandiri tetap memaksimalkan penyaluran kredit, karena berdasarkan analisa Office of Chief Economist Bank Mandiri, kinerja industri perbankan pada triwulan III tahun ini masih relatif kuat di tengah pandemi.

“Hal ini dikarenakan berbagai stimulus dari pemerintah dan otoritas moneter mampu menjaga kondisi likuiditas dan kualitas aset perbankan,” jelas dia.

Dikatakan, perlambatan pertumbuhan kredit memang dialami pelaku industri perbankan karena pandemi. Pertumbuhan kredit industri perbankan diprediksi hanya mencapai 1,5%.

Lebih lanjut dikatakan, likuiditas industri perbankan diperkirakan tetap terjaga dengan estimasi pertumbuhan DPK di seluruh bank mencapai 8,3%. Hal ini terjadi seiring makin banyaknya penabung dengan nominal besar. Di sisi lain NPL memang akan mengalami peningkatan antara 3,5% 4%, namun peningkatan ini dapat diredam karena stimulus pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kondisi likuiditas Bank Mandiri tetap terjaga pada kuartal III, dan ini meningkatkan keyakinan kami untuk tetap menyalurkan pembiayaan bagi debitur-debitur yang memenuhi syarat. Di satu sisi, Bank Mandiri juga akan terus melanjutkan proses restrukturisasi untuk nasabah-nasabah yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Hery.

Sementara itu, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memprediksi perekonomian Indonesia tahun ini akan berkontraksi akibat Pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 diprediksi ada di kisaran -2% hingga -1%.

Proyeksi ini muncul karena sepanjang triwulan I pertumbuhan ekonomi nasional sudah melambat ke level 2,97%. Pada triwulan II-2020, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi hingga minus 5,32%. Memasuki triwulan III- 2020, kondisi ekonomi diperkirakan sedikit membaik seiring dimulainya relaksasi PSBB.

Tekanan terhadap perekonomian Indonesia sejalan dengan dinamika ekonomi global, di mana banyak negara-negara sudah memasuki resesi kecuali Vietnam dan Tiongkok yang masih mencatat pertumbuhan positif. Namun demikian, resesi yang dialami Indonesia diperkirakan tidak akan sedalam negara-negara lain di Asia seperti India, Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapore, maupun negara-negara maju di Kawasan Eropa dan AS.

Ekonomi Indonesia Tumbuh
Outlook Ekonomi 2021 ke depan, jelas Andry, perekonomian akan mulai memasuki masa pemulihan dengan asumsi kurva infeksi Covid-19 sudah melambat disertai adanya prospek penemuan dan produksi vaksin. Ekonom Bank Mandiri memperkirakan ekonomi dapat tumbuh 4,4% pada tahun 2021.

Kinerja sektoral pada kuartal III-2020 menunjukkan kinerja sejumlah industri akan mengalami perbaikan dibandingkan pada kuartal II karena kondisi di kuartal II yang merupakan titik terendah akibat penerapan PSBB ketat.

Pada kuartal III ini, khususnya bulan Juli dan Agustus, berbagai indikator telah menunjukan perbaikan kegiatan ekonomi dibandingkan bulan April dan Mei 2020.

Sebagai contoh, penjualan kendaraan bermotor pada bulan Agustus 2020 sudah mencapai 37.291 unit setelah mencapai titik terendah yaitu 3.551 unit pada bulan Mei 2020. Meskipun demikian, angka penjualan bulan Agustus 2020 masih jauh di bawah angka rata-rata penjualan tahunan 2019 yang mencapai 85.577 unit. Tingkat hunian kamar hotel mulai membaik pada Juli 2020 menjadi 28,7% walaupun masih jauh di bawah sebelum periode Covid-19 yaitu 56,7% pada Juli 2020.

Sementara itu, harga-harga komoditas penting bagi perekonomian Indonesia selama pandemi Covid-19 masih tertekan. Sampai dengan 20 September 2019, harga minyak mentah turun sebesar 35% YTD, atau berada di sekitar USD 43 per barrel; dan harga batu bara pun turun sebesar 23% atau berada di tingkat USD 52 per ton. Namun demikian, harga minyak kelapa sawit sejak bulan Juni sudah membaik dengan cepat dan sudah mencapai USD 753 per ton, atau sudah sama dengan sebelum harga Covid-19 pada bulan Desember 2019. Harga karet pun membaik sebesar 20% YTD mencapai USD 2 per kg.

Ke depan, perkembangan ekonomi sektoral kuartal III dan IV dibayangi risiko dampak penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta sejak tanggal 14 September dan risiko akibat peningkatan kasus Covid-19. Secara sektoral, sektor-sektor jasa-jasa seperti, perdagangan, transportasi, hotel, restoran dan jasa-jasa perusahaan akan mengalami pemulihan yang relatif lambat dari perkiraaan semula akibat peningkatan kasus positif Covid-19. Demikian pula sektor industri pengolahan, pemulihannya mengikuti pola umum peningkatan ekonomi nasional karena sangat tergantung perbaikan daya beli dan confidence masyarakat sehingga mulai membelanjakan uangnya.

Sektor komoditas kelapa sawit bisa menjadi katalis positif yang mendorong perekonomian Indonesia ke depan terutama di sentra-sentra perkebunan di Sumatera dan Kalimantan. Harga minyak kelapa sawit sampai akhir tahun, kami perkirakan masih akan bertahan di tingkat harga US$ 700 per ton (FOB Malaysia).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gas Bumi PGN Dorong Penghematan Biaya Produksi Usaha UMKM

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas PT Pertamina, berkomitmen menyediakan sumber energi yang bersih dan ekonomis untuk pelanggan

EKONOMI | 24 September 2020

PJB Terus Perluas Implementasi Co-Firing

PJB mulai melakukan go live co-firing Biomassa sejak 10 Juni 2020 lalu di unit pembangkit Paiton.

EKONOMI | 24 September 2020

Kasus Impor Baja Ilegal, PLN Harus Periksa Proyek Kelistrikannya

Penegakan hukum dan aturan menjadi kunci dalam mengawal kebijakan yang bertujuan melindungi industri dalam negeri.

EKONOMI | 24 September 2020

Enam Hal yang Dibutuhkan Saat Trading Forex

Salah satu hal yang patut dimiliki adalah software grafik perdagangan harian.

EKONOMI | 24 September 2020

Di Tengah Pandemi, IKNB Syariah Masih Tumbuh 7,9%

Untuk market share keuangan syariah baru mencapai 9,6%, sedangkan untuk IKNB syariah baru sekitar 4,33%.

EKONOMI | 24 September 2020

TelkomSigma Raih Penghargaan Internasional Asia Pacific Stevie Award 2020

Layanan Integrated Talent Management System dari PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), INGENIUM, mendapat apresiasi di ajang penghargaan internasional

EKONOMI | 24 September 2020

Maybank Indonesia Bukukan Laba Rp 809,7 M

Laba Maybank Indonesia naik 7% ke Rp 809,7 miliar, sementara kredit turun 14,6% menjadi Rp 115,7 triliun.

EKONOMI | 24 September 2020

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.845

Kurs rupiah berada di level Rp 14.845 per dolar AS atau terdepresiasi 65 poin (0,44 persen).

EKONOMI | 24 September 2020

Potensi Resesi Ganda Menekan Bursa Eropa Melemah

Indeks Stoxx600 turun 0,72 persen, DAX Jerman turun 0,3 persen, FTSE Inggris turun 0,54 persen, CAC Prancis turun 0,46 persen, FTSE MIB Italia datar.

EKONOMI | 24 September 2020

Bursa Asia Melemah Akibat Aksi Jual Saham Teknologi dan Ketegangan Korea

Nikkei 225 Tokyo turun 1,11 persen, Indeks Komposit Shanghai turun 1,72 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,82 persen.

EKONOMI | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS