Kepala BKF: RI Sudah Masuk Resesi Sejak Awal Tahun
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kepala BKF: RI Sudah Masuk Resesi Sejak Awal Tahun

Jumat, 25 September 2020 | 17:02 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa Indonesia saat ini telah mengalami resesi. Sejak awal 2020, Indonesia sebetulnya sudah mengalami perlambatan ekonomi yang terus berkepanjangan hingga saat ini.

Disampaikan Febrio, pertumbuhan negatif dalam dua kuartal berturut-turut selama ini menjadi salah satu rule of thumb atau persyaratan kondisi resesi. Namun, pengukuran resesi menurutnya tidak sesederhana itu.

“Resesi seringkali terjadi tidak tiba-tiba, bukan seperti ‘hantu’ yang tiba-tiba datang, melainkan proses perlambatan kegiatan ekonomi secara keseluruhan,” kata Febrio Kacaribu dalam diskusi virtual Kupas Tuntas Ekonomi & APBN, Jumat (25/9/2020).

Febrio menyampaikan, tanda-tanda perlambatan ekonomi sebetulnya sudah dimulai pada kuartal I-2020. Ketika itu ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh 2,97%. Padahal dalam 10 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di kisaran 5%. Kemudian di kuartal II-2020, ekonomi Indonesia turun semakin dalam hingga -5,32%.

“Tanda-tandanya sebenarnya sudah dimulai bukan di kuartal II-2020, di kuartal I-2020 pun sebetulnya kita sudah signifikan sekali pertumbuhan ekonominya terkoreksi. Bayangkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita itu selalu positif, sekitar 5% per tahun dalam 10 tahun terakhir. Begitu ada pertumbuhan yang di bawah 5% dalam satu atau dua kuartal, itu langsung menjadi pertanyaan besar kita bahwa sudah terjadi perlambatan perekonomian,” kata Febrio.

Bila perlambatan perekonomian tersebut terjadi secara berkepanjangan, kondisi inilah yang menurutnya disebut resesi.

“Kalau kita lihat data di kuartal I-2020 sudah melambat di bawah 5%, di kuartal II-2020 terkontraksi dalam sekali, lalu di kuartal III-2020 nanti kita ekspek akan berada di sekitar -2,9% sampai -1%. Berarti, memang sudah resesi. Jadi dari kuartal I, II, III, ya sudah pasti, ini sudah perpanjangan perlambatan perekonomian kita. Harapannya tentu kuartal IV akan membaik, ini yang jadi fokus ke depan. Kalau resesinya, ya memang kita sudah resesi sepanjang tahun ini sebenarnya,” tegas Febrio.

Sekitar 92% negara tumbuh negatif
Febrio berharap ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2020 akan membaik. Meski begitu, ekonomi Indonesia sepanjang 2020 diproyeksi - 0,6% hingga -1,7%. Tidak hanya Indonesia, kondisi pertumbuhan ekonomi yang minus ini juga akan dialami oleh sebagian besar negara di seluruh dunia akibat pandemi Covid-19.

“Untuk 2020, Bank Dunia juga sudah menghitung bahwa lebih dari 92% negara di dunia akan mengalami pertumbuhan negatif. Di antara itu semua, Indonesia termasuk yang relatif mild (sedang). Mungkin too early (terlalu dini) kalau saya bilang bahwa Indonesia relatif efektif menangani dampak Covid terhadap perekonomian,” kata Febrio.

Dalam penilaian Asian Development Bank (ADB), pemerintah Indonesia juga dinilai lebih agile atau tangkas dalam menangani pandemi Covid-19, sehingga dampaknya pada perekonomian tidak terlalu signifikan.

“Kemarin kita baru ngobrol-ngobrol dengan ADB. Dia kan memantau juga bagaimana peran pemerintah di banyak negara, program pemerintah apa saja yang dijalankan, lalu mereka membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain seperti India dan sebagainya. Oleh ADB, Indonesia dipandang relatif paling agile, sehingga kita bisa mengelola perekonomian kita. Walaupun masih negatif, tetapi relatif lebih kecil dibandingkan negara tetangga seperti Thailand, Filipina dan Malaysia,” kata Febrio.

Sementara itu menurut Kepala Ekonom Danareksa Moekti Prasetiani Soejachmoen, kunci utama agar Indonesia bisa secepatnya keluar dari jurang resesi adalah dengan meningkatkan konsumsi rumah tangga. Sebab perekonomian Indonesia selama ini digerakkan oleh konsumsi rumah tangga. Karenanya, konsumsi rumah tangga harus terus digerakan oleh pemerintah.

“Kalau permintaan rumah tangga turun seperti yang terjadi saat ini, sektor bisnis akan mengurangi produksinya dan juga tidak akan melakukan ekspansi. Ini pada akhirnya menyebabkan mereka terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” kata Moekti.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terdampak Pandemi, Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan pendapatan asuransi jiwa selama semester I 2020 anjlok sebesar 38% akibat dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 25 September 2020

Kurs Rupiah Stagnan di Rp 14.845

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Jumat(25/9/2020), terpantau stabil di kisaran Rp 14.845.

EKONOMI | 25 September 2020

BNI Syariah Bersama Tazkia Travel Tawarkan Program Haji Khusus

BNI Syariah bersama Tazkia Tours & Travel menghadirkan program haji khusus untuk memfasilitasi nasabah yang mampu agar lebih cepat menunaikan ibadah haji.

EKONOMI | 25 September 2020

Pemerintah Alokasikan Rp 30.793 Triliun untuk Percepatan Peningkatan Ekonomi Desa

Pemerintah mengalokasikan Rp 30,793 triliun untuk Percepatan Peningkatan Ekonomi Desa sebesar Rp 30,793 triliun.

EKONOMI | 25 September 2020

Bursa Eropa Melemah, Pasar Tunggu Stimulus AS

Indeks Stoxx600 turun 0,07 persen, DAX Jerman turun 0,5 persen, FTSE Inggris naik 0,03 persen, CAC Prancis turun 0,7 persen, FTSE MIB Italia turun 0,44 persen.

EKONOMI | 25 September 2020

Uji Klinis CoronaVac Disetujui Tiongkok, Saham BUMN Farmasi Melesat

Saham INAF hari ini naik 24,9 persen ke Rp 2.910, sementara KAEF naik 24,7 persen ke Rp 2.880.v

EKONOMI | 25 September 2020

Ekonom: Pembangunan Ekonomi Desa Bisa Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Ekonom menilai pemerintah dapat menjadikan pembangunan ekonomi desa sebagai modal awal atau pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19.

EKONOMI | 25 September 2020

Indonesia Perlu Beralih ke BBM Ramah Lingkungan

Indonesia perlu menyusul negara tetangga untuk beralih ke bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan.

EKONOMI | 25 September 2020

Setelah 4 Hari Merosot, IHSG Akhirnya Menguat 2% di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menguat 2,13 persen ke kisaran 4.945,8 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (25/9/2020).

EKONOMI | 25 September 2020

Hingga Akhir 2020, Pemerintah Salurkan Rp 13,06 T untuk BLT Dana Desa

Pemerintah akan menyalurkan Rp 13,06 triliun untuk program Bantuan Lansung Tunai (BLT) Dana Desa hingga Desember 2020.

EKONOMI | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS