Hingga Agustus, Laba Mandiri Syariah Tumbuh 26,58%
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Hingga Agustus, Laba Mandiri Syariah Tumbuh 26,58%

Jumat, 25 September 2020 | 19:17 WIB
Oleh : Herman, Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berhasil mempertahankan kinerja positifnya. Capaian ini terlihat dari tumbuhnya sejumlah indikator bisnis utama Mandiri Syariah seperti penyaluran pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), dan raihan laba setelah pajak hingga akhir Agustus 2020.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari menyampaikan, hingga pengujung Agustus 2020, laba bersih yang dihimpun perseroan tumbuh 26,58% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 957 miliar (unaudited). Selain itu, Mandiri Syariah juga berhasil meningkatkan pembiayaan hingga 6,18% yoy menjadi Rp 76,66 triliun di periode yang sama, di mana pembiayaan segmen ritel tumbuh 12,52% menjadi Rp 48,55 triliun.

Peningkatan laba bersih dan pembiayaan Mandiri Syariah ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 13,17% secara yoy menjadi Rp 99,12 triliun per Agustus. Sementara itu, rasio non performing finance (NPF) perseroan berhasil ditekan 0,27% secara yoy menjadi 2,51% di periode yang sama.

“Hingga 31 Agustus 2020, restrukturisasi pembiayaan yang dilakukan Mandiri Syariah sudah mencakup 29.000 nasabah dengan outstanding Rp 7,1 triliun. Kami juga berhasil melakukan efisiensi dan bisa dilihat dari meningkatnya rasio dana murah atau CASA Mandiri Syariah per Agustus mencapai 59% dari total pendanaan,” ujar Toni dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2020).

Menurut Toni, secara umum perbankan syariah berpotensi tumbuh dan berkembang meski tekanan menimpa ekonomi makro dan industri keuangan akibat pandemi. Peluang pertumbuhan ini tercermin dari terjaganya kinerja positif industri perbankan syariah, khususnya Mandiri Syariah, sejak beberapa tahun terakhir.

Sejak 2017 lalu, pertumbuhan total aset perbankan syariah selalu berada di atas rata-rata kenaikan nilai aset perbankan konvensional dan nasional. Posisi terakhir, per Juni 2020 nilai aset perbankan syariah tumbuh 9,88% secara yoy. Pada saat yang sama, pertumbuhan aset perbankan konvensional dan nasional berturut-turut adalah 5,37% dan 5,63% secara yoy.

Tren yang sama juga terjadi dari sisi pembiayaan dan pendanaan. Pertumbuhan dua indikator ini pada industri perbankan syariah selalu melampaui angka yang diraih perbankan konvensional.

Hal senada diungkapkan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 2015-2020 Fauzi Ichsan. Menurutnya, data-data dan kondisi saat ini menunjukkan bahwa industri perbankan syariah memang memiliki kemampuan bertahan dari segala dampak negatif yang timbul akibat pandemi. Dari sisi pembiayaan, perbankan syariah tumbuh lebih pesat dibanding pertumbuhan kredit perbankan umum, dan ini didukung pertumbuhan dana pihak ketiga yang tinggi.

“Dengan keterpurukan sektor finansial global tapi perbankan syariah masih resilient. Bahkan karena perbankan syariah relatif muda usianya di Indonesia, beberapa bank sudah mengembangkan layanan digital lebih baik dan robust daripada bank konvensional,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Direktur IT, Operations & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii menegaskan komitmen perseroan untuk terus memenuhi kebutuhan nasabah meski pandemi masih terjadi. Salah satu caranya, Mandiri Syariah mengoptimalkan layanan berbasis digital yang sudah dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir.

“Ada empat unsur yang dicari konsumen yakni layanan mudah, murah, cepat dan aman. Itu kami coba penuhi. Kemudian dari sisi spiritual dan sosial tidak terpisahkan dari layanan kami. Empati itu penting, bagi kami berbagi itu terus kami leverage. Contohnya, dari setiap transaksi nasabah kami selalu tawarkan apakah mereka mau berinfak atau tidak,” ujar Achmad.

Menurut Achmad, pemberian layanan berbasis empati dan kepentingan sosial relevan dengan kondisi pandemi di Indonesia. Alasannya, saat pandemi masyarakat Indonesia semakin banyak yang hendak menyalurkan bantuannya untuk korban terdampak. Tawaran bantuan sosial yang dihadirkan Mandiri Syariah bisa dimanfaatkan calon donatur untuk menyalurkan hartanya.

Mandiri Syariah juga terus mengembangkan teknologi digitalnya agar bisa menghadirkan lebih banyak kemudahan untuk nasabah. Salah satunya, kini Mandiri Syariah telah memiliki infrastruktur untuk memperluas layanan berbasis API atau open banking. Perseroan juga memiliki layanan pembukaan rekening daring, dan menjadi bank syariah pertama yang menjalankan sistem online onboarding (pembukaan rekening online) di Indonesia.

Kehadiran layanan online onboarding Mandiri Syariah terbukti ampuh menjaga kinerja perseroan selama pandemi berlangsung. Achmad menyampaikan, hingga Agustus 2020 sudah ada 140.000 rekening baru Mandiri Syariah yang dibuka melalui fitur ini.

“Saat ini sudah 40% pembukaan rekening Mandiri Syariah dilakukan secara online. Prosesnya ini instan dan nasabah baru bisa langsung bertransaksi. Kemudian kami juga memiliki layanan investasi sukuk bagi investor ritel yang bisa diakses secara daring,” ujarnya.

Saat ini, 95% transaksi finansial nasabah Mandiri Syariah sudah dilakukan melalui kanal digital. Jumlah ini meningkat dibanding persentase transaksi digital tahun lalu yang berada di angka 85%.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Selama 5 Tahun, Kempupera Perbaiki 18.661 Rumah Tak Layak Huni

Program BSPS bertujuan membantu masyarakat agar dapat memiliki rumah yang layak huni.

EKONOMI | 25 September 2020

Kampanye 3 Bulan, UC Browser Bagikan Total Hadiah Rp 400 Miliar

Dalam tiga kali kampanye, UC Browser telah mendistribusikan lebih dari 5 juta kupon yang bernilai lebih dari Rp 400 miliar.

EKONOMI | 25 September 2020

Dekranas Gandeng Pertamina Bantu UKM Terdampak Pandemi

Dengan menggandeng Pertamina, Dekranas berinisiasi membuat tas-tas belanja ramah lingkungan dan masker wajah pelindung kesehatan masyarakat di tengah pandemi.

EKONOMI | 25 September 2020

Selama September, Pertamina Suntik Modal Rp 2,9 M untuk UMKM di Jabar

Di bulan September ini, pinjaman modal kami gulirkan kepada 34 usaha mikro, kecil dan menengah hingga pangkalan LPG.

EKONOMI | 25 September 2020

BCA Gelar Workshop bagi 12 Desa Wisata Binaan

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung perkembangan pariwisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui gelaran Workshop Digital Marketing 2020.

EKONOMI | 25 September 2020

Kepala BKF: RI Sudah Masuk Resesi Sejak Awal Tahun

Tanda-tanda perlambatan ekonomi sebetulnya sudah dimulai sejak kuartal I, ketika ekonomi hanya mampu tumbuh 2,97%, padahal rata-rata 10 tahun terakhir ada di 5%

EKONOMI | 25 September 2020

Terdampak Pandemi, Pendapatan Asuransi Jiwa Anjlok 38,7%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan pendapatan asuransi jiwa selama semester I 2020 anjlok sebesar 38% akibat dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 25 September 2020

Kurs Rupiah Stagnan di Rp 14.845

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Jumat(25/9/2020), terpantau stabil di kisaran Rp 14.845.

EKONOMI | 25 September 2020

BNI Syariah Bersama Tazkia Travel Tawarkan Program Haji Khusus

BNI Syariah bersama Tazkia Tours & Travel menghadirkan program haji khusus untuk memfasilitasi nasabah yang mampu agar lebih cepat menunaikan ibadah haji.

EKONOMI | 25 September 2020

Pemerintah Alokasikan Rp 30.793 Triliun untuk Percepatan Peningkatan Ekonomi Desa

Pemerintah mengalokasikan Rp 30,793 triliun untuk Percepatan Peningkatan Ekonomi Desa sebesar Rp 30,793 triliun.

EKONOMI | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS