Bisnis di Indonesia Peringkat Ketiga Kesiapan Digital di Asia Tenggara
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Bisnis di Indonesia Peringkat Ketiga Kesiapan Digital di Asia Tenggara

Rabu, 30 September 2020 | 20:09 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Bisnis di Indonesia menempati peringkat ketiga dalam pemanfaatan digitalisasi di antara negara-negara di Asia Tenggara, dan berada pada peringkat ketujuh di Asia-Pasifik. Hal ini terangkum dalam survei “DBS Digital Treasurer 2020”.

Melalui jajak pendapat yang meneliti sekitar 1.700 corporate treasurers, CEO, CFO, dan pemilik bisnis seasia-Pasifik (APAC), survei ini memperlihatkan bahwa dalam hal kesiapan digital, sekitar 26% perusahaan di Indonesia sudah memiliki strategi yang jelas. Posisi teratas di Asia Tenggara adalah Singapura (45%) dan kedua Thailand (32%).

Di kawasan APAC, bisnis di Indonesia menempati peringkat ketujuh dalam hal kesiapan digital setelah Singapura (45%), Hong Kong (44%), Jepang (41%), Taiwan (39%), Korea Selatan (39%), dan Thailand (32%) secara berturut-turut.

Group Head of Institutional BankingDBS Bank, Tan Su Shan menyampaikan, dampak teknologi terhadap bisnis belum pernah senyata saat ini. Di tengah gejolak akibat pandemi, solusi digital menjadi penyambung hidup bagi sebagian besar bisnis secara global, terlepas dari ukuran atau industrinya.

“Saat memulai 'kenormalan berikutnya', kita harus memetakan arah baru dan siap untuk terus berubah dan beradaptasi dengan keadaan baru. Dengan perubahan besar dalam pola konsumsi, pekerjaan, dan pariwisata akibat Covid-19, yang kemungkinan tidak akan kembali seperti sebelum pandemi, dasawarsa mendatang akan menimbulkan lebih banyak perubahan jika dibandingkan dengan dasawarsa lalu, dan bisnis harus siap untuk terus bermetamorfosis tanpa henti agar dapat bertahan dan berkembang,” kata Tan Su Shan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2020).

Tan Su Shan menyampaikan, faktor utama yang mendorong kebutuhan untuk berubah mencakup perubahan pola konsumsi pelanggan serta pasar utama mereka, pesaing, dan kompleksitas rantai pasokan yang berkembang.

Meskipun para pelaku bisnis yang mengikuti survei tersebut memahami pentingnya perubahan, di saat yang sama mereka juga berhadapan dengan tantangan dalam penerapan teknologi baru. Ada tiga tantangan utama, yaitu kecepatan perubahan (speed of change) (80%), kerumitan pelaksanaan (execution complexity) (75%), dan kelangkaan bakat digital (lack of digital talent) (64%).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kini Pecahan Uang Rp 75.000 Bisa Didapatkan di Seluruh Bank

Kini BI membuka kesempatan seluasnya bagi seluruh bank untuk menjadi agen penghimpun/koordinator pooling pendaftar penukaran UPK 75 RI.

EKONOMI | 30 September 2020

Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Capai 55%

Secara keseluruhan proyek pengembangan bandara senilai Rp2,6 triliun ini ditargetkan dapat selesai pada Oktober 2021.

EKONOMI | 30 September 2020

Apindo: Mogok Nasional Ilegal dan Langgar Protokol Covid-19

Menurut Kepmenakertrans No. 232/2003, mogok kerja yang dilakukan bukan akibat gagalnya perundingan, maka mogok kerja tersebut tidak sah.

EKONOMI | 30 September 2020

Realisasi Anggaran PC-PEN 43,8%

Realisasi anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) telah mencapai Rp 304,62 triliun, atau 43,8% dari pagu Rp 695,2 triliun.

EKONOMI | 30 September 2020

GBG Prediksi Money Mule Meningkat di Indonesia

Money mule dinilai sebagai tipe fraud terbesar kedua yang memiliki dampak signifikan kepada institusi finansial di Indonesia.

EKONOMI | 30 September 2020

Pengerjaan MRT Fase 2A Ditargetkan Selesai 2026

Untuk segmen Thamrin-Monas ditargetkan pengerjaannya selesai pada Maret 2025 dan segmen Harmoni-Kota diproyeksikan rampung pada Maret 2026.

EKONOMI | 30 September 2020

Dengarkan Keluhan UMKM, Jokowi: Usahakan Bertahan Meski Keuntungan Kecil

"Kalau sudah tutup, waduh untuk memulai lagi tidak mudah. Karena mungkin akan diisi oleh kompetisi yang lain, pesaing yang lain. Jadi hati-hati," kata Jokowi.

EKONOMI | 30 September 2020

Dorong Ekonomi Desa, Pemberdayaan Perempuan Diperkuat

Peran pemberdayaan perempuan di desa akan terus digenjot sebagai upaya mengoptimalkan perekonomian desa yang nantinya bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional

EKONOMI | 30 September 2020

MBV dan Kulo Grup Hadirkan Kemitraan Terjangkau “Mo Tahu Aja!”

MBV dan Kulo Group menargetkan pembukaan 1.000 cabang hingga enam bulan ke depan.

EKONOMI | 30 September 2020

GrabFood Gandeng iSeller Maksimalkan Penjualan UMKM Saat Pandemi

Kolaborasi GrabFood dengan iSeller diharapkan dapat memitigasi dampak pandemi Covid-19 terhadap pelaku UMKM.

EKONOMI | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS