Dimulai, Merger Bank Syariah BUMN Ditargetkan Selesai Februari
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-4.52)   |   COMPOSITE 5783.33 (-30.91)   |   DBX 1064.04 (3.36)   |   I-GRADE 168.858 (-1.83)   |   IDX30 499.932 (-5.86)   |   IDX80 131.904 (-1.28)   |   IDXBUMN20 373.781 (-4.23)   |   IDXG30 136.463 (-1.3)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-4.56)   |   IDXQ30 146.101 (-1.65)   |   IDXSMC-COM 248.411 (0.47)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-0.02)   |   IDXV30 127.988 (-1.07)   |   INFOBANK15 983.467 (-6.57)   |   Investor33 429.105 (-4.31)   |   ISSI 169.797 (-1.06)   |   JII 620.069 (-7.76)   |   JII70 213.196 (-1.92)   |   KOMPAS100 1177.3 (-9.25)   |   LQ45 920.112 (-9.23)   |   MBX 1606.46 (-11.24)   |   MNC36 321.125 (-3.4)   |   PEFINDO25 316.867 (1.18)   |   SMInfra18 295.49 (-3.75)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-4)   |  

Dimulai, Merger Bank Syariah BUMN Ditargetkan Selesai Februari

Selasa, 13 Oktober 2020 | 19:46 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Tiga Bank Syariah BUMN yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah telah sepakat untuk melakukan penggabungan perusahaan atau merger. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) Bank Syariah BUMN pada Senin (12/10/2020) malam.

Ketua Tim Project Management Office (PMO) & Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hery Gunardi menyampaikan, penandatanganan Conditional Merger Agreement ini merupakan langkah awal dari proses merger. Untuk legal mergernya ditargetkan akan terjadi pada Februari 2021.

“Hari ini kita belum merger. Penandatanganan ini baru awal. Ibaratnya kita baru ada di pintu dan proses berikutnya masih panjang. Kira-kira di minggu ke-3 Oktober 2020 akan ada announcement rencana merger, kemudian nanti kita akan mengurus perizinan ke OJK. Nantinya diharapkan di bulan Februari 2021 terjadi yang namanya legal merger, di situ sebetulnya penggabungan resmi terjadi,” kata Hery Gunardi dalam konferensi pers secara daring, Selasa (13/10/2020).

Hery menjelaskan, merger tiga Bank syariah BUMN ini dilatarbelakangi oleh keinginan Menteri BUMN Erick Thohir yang ingin seluruh BUMN meningkatkan core competence, tidak terkecuali BUMN perbankan syariah.

“Tujuannya dari merger ini ataupun penggabungan ini adalah agar Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia bisa memiliki bank syariah yang besar serta memiliki daya saing global, tidak hanya di kancah domestik tetapi juga di internasional. Tentunya bank syariah hasil gabungan ini memiliki modal dan kapasitas yang cukup untuk itu,” kata Hery.

Menurut Hery, hasil merger ini berpotensi membawa penggabungan bank tersebut masuk dalam 10 besar bank teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar.

“Bila nantinya legal merger ini selesai di kuartal I-2021, akan memiliki total aset sekitar Rp 220 triliun sampai Rp 225 triliun. Pascamerger ini nantinya juga akan memiliki produk wholesales consumer dan ritel yang beragam, yang diharapkan didukung oleh kemampuan teknologi yang baik dan handal, serta jaringan yang luas dengan coverage sekitar 1.200 cabang di seluruh Indonesia,” papar Hery.

Proyeksinya di tahun 2025, total aset perbankan syariah hasil merger ini bisa mencapai Rp 390 triliun. Kemudian target pembiayaan bisa mencapai Rp 272 triliun dan pendanaan sekitar Rp 335 triliun. “Ini rencana, tentunya dengan asumsi pertumbuhan yang konservatif,” imbuhnya.

Herry menambahkan, merger ini juga merupakan bagian dari upaya dan komitmen pemerintah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional, serta secara jangka panjangnya akan mendorong Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Sementara itu, Wakil Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Catur Budi Harto, menuturkan bahwa bank syariah hasil merger diharapkan mampu memiliki mesin, skala ekonomi, dan jangkauan pasar yang lebih besar untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Gabungan kekuatan dari tiga bank syariah ini akan dapat memiliki spektrum layanan syariah yang lebih lengkap dalam satu atap.

“Melalui integrasi ini, bank syariah Himbara nantinya akan memiliki engine, economic scale, dan market reach yang lebih besar. Tentunya dengan engine dan otot yang lebih kuat dan besar itu kita bisa mengoptimalkan potensi ekonomi dan keuangan syariah secara sustainable. Bagi para nasabah, nantinya bisa menikmati semacam one-roof syariah financial service solution untuk berbagai kebutuhan dan segmen nasabah, mulai dari UMKM, retail dan commercial, wholesale syariah, hingga corporate dan investment,” ujar Catur.

Senada dengan Catur, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., Sis Apik Wijayanto, mengungkapkan bahwa bank syariah nasional masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang karena market share yang masih relatif kecil.

“Meski Indonesia negara dengan populasi umat Islam terbesar, market share keuangan syariah di Indonesia saat ini relatif kecil, yakni 9,68% per Juli 2020. Jika dilihat dari penetrasi pasar, bank syariah nasional memiliki room for growth yang masih luar biasa besar. Dengan pembentukan satu bank syariah yang solid, kuat, dan besar, maka akan menjadi bank syariah terbesar di Indonesia dan Top 10 syariah bank secara global,” tutur Sis Apik.

Direktur Utama PT Bank BRIsyariah Tbk, Ngatari, siap mengemban amanah yang dititipkan pemerintah serta memohon dukungan dan doa restu kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar proses ini dapat berjalan dengan sukses, lancar, berkah, dan bermanfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia.

“Kami sebagai satu-satunya bank umum syariah yang tercatat di bursa, siap menerima amanah ini dan siap bergandengan tangan dengan saudara-saudara kami yakni Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah untuk bekerja sama, bergotong royong, untuk memajukan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Saya berharap bank syariah yang lahir dari proses ini bisa menjadi salah satu mesin utama dalam menggerakkan roda ekonomi umat di Indonesia. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses ini dapat dituntaskan dengan baik,” ujar Ngatari.

Adapun setelah penandatanganan CMA ini masih terdapat sejumlah proses dan tahapan sebelum merger berlaku efektif. Termasuk di antaranya memperoleh persetujuan dari regulator dan pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham, serta proses perumusan hal-hal spesifik lainnya yang terkait dengan integrasi ketiga bank tersebut dalam Rencana Merger.

Ketiga bank syariah juga berkomitmen bahwa tidak akan ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dalam penggabungan ini. Selama proses persiapan merger tidak ada perubahan operasional dari ketiga bank syariah sehingga pelayanan kepada nasabah tetap optimal.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

ThinknovateComm Apresiasi Inovasi Perusahaan Asuransi

Kegiatan hasil kerja sama ThinknovateComm dengan Pikiran Rakyat ini sebagai salah satu langkah mendorong pertumbuhan industri perasuransian agar lebih masif.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

BI Sudah Serap SBN Rp 289,86 Triliun di Pasar Perdana

Perry menambahkan, hingga 9 Oktober 2020, Bank Indonesia juga telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp 667,6 triliun.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Akulaku Dukung Edukasi Keuangan Pelaku UMKM

Akulaku Finance bergerak seiring upaya pemerintah dalam peningkatan indeks inklusi keuangan nasional.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Tekan Angka Pengangguran, Kemperin Gulirkan Program Diklat 3 in 1

Kemperin secara konsisten menginisiasi program dan kegiatan strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia SDM.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Penyaluran BLT Dana Desa Terealisasi Hanya 65%

Penyaluran BLT Dana Desa tak sampai target.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Ini Saham-saham yang Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 31,7 miliar. Saham TOWR datar di Rp 1.030.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Kemhub Siapkan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Menurut Menhub, sektor transportasi udara dan laut mendapat perhatian khusus.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Vaksin Covid-19 Tersedia, Ekonomi Tidak Bisa Langsung Pulih

Chatib Basri menilai, vaksinasi Covid-19 membutuhkan waktu yang lama.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Kurs Rupiah Stagnan di Rp 14.680

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Selasa (13/10/2020), terpantau stagnan di kisaran Rp 14.680.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga 4%

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah inflasi yang diperkirakan rendah.

EKONOMI | 13 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS