Bank Hasil Merger Masuk 10 Besar Bank Syariah di Dunia
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-2.02)   |   COMPOSITE 5813.99 (7.01)   |   DBX 1076.27 (11.17)   |   I-GRADE 169.305 (0.13)   |   IDX30 499.8 (-1.59)   |   IDX80 132.38 (-0.35)   |   IDXBUMN20 374.254 (1.36)   |   IDXG30 135.455 (-0.25)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-1.27)   |   IDXQ30 146.053 (-0.55)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.39)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.48)   |   IDXV30 131.098 (0.06)   |   INFOBANK15 988.482 (2.72)   |   Investor33 429.242 (-1.18)   |   ISSI 170.543 (-0.34)   |   JII 620.021 (-3.98)   |   JII70 214.017 (-1.12)   |   KOMPAS100 1185.8 (-1.14)   |   LQ45 922.358 (-2.25)   |   MBX 1613.53 (-0.18)   |   MNC36 321.576 (-1)   |   PEFINDO25 321.335 (-3.56)   |   SMInfra18 295.407 (1.15)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.82)   |  

Bank Hasil Merger Masuk 10 Besar Bank Syariah di Dunia

Rabu, 21 Oktober 2020 | 08:49 WIB
Oleh : Lona Olavia, Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Penggabungan usaha (merger) tiga bank syariah milik BUMN, PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) diharapkan mampu meningkatkan penetrasi aset syariah serta meningkatkan daya saing untuk mencapai visi “Menjadi Salah Satu dari 10 Bank Syariah Terbesar Berdasarkan Kapitalisasi Pasar Secara Global dalam Waktu 5 Tahun ke Depan”. Pasalnya, total aset dari bank hasil penggabungan akan mencapai Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun.

Dengan demikian bank hasil penggabungan akan masuk ke dalam top 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset dan top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Bank hasil penggabungan akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan ticker code BRIS. Komposisi pemegang saham pada Bank Hasil Penggabungan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 51,2%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 25,0%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4%, DPLK BRI - Saham Syariah 2% dan publik 4,4%.

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi menjelaskan, dokumen ringkasan rencana merger telah disampaikan kepada seluruh regulator terkait baik regulator pasar modal dan perbankan. Tahapan dan proses-proses selanjutnya akan terus dikawal hingga tuntasnya integrasi ketiga bank peserta penggabungan.

“Integrasi ini lebih dari sekadar corporate action. Mengawal dan membesarkan bank syariah terbesar di negeri ini sesungguhnya adalah amanah yang besar. Saya, mewakili PMO, diamanahkan oleh Pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk terus mengawal tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” ungkap Hery dalam siaran pers, Rabu (21/10/2020).

Direktur Utama BRIsyariah, Ngatari menambahkan bahwa masih ada sejumlah tahapan sampai tuntasnya penggabungan ini.

“Masih ada serangkaian proses dan milestone yang harus dilalui dan kami pastikan semuanya dilakukan dengan saksama, sesuai dengan regulasi, dan mengedepankan karyawan, nasabah, mitra usaha, dan manfaat sebesar- besarnya untuk masyarakat. Kami juga memastikan kepada para nasabah bahwa layanan tetap berjalan normal dan optimal,” ujar Ngatari.

Direktur Utama Bank BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, menambahkan strategi dan rencana bisnis dari bank hasil penggabungan sebagaimana tercantum dalam rencana merger sejalan dengan upaya Pemerintah dalam mewujudkan ekosistem halal dan mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

“Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang luar biasa besar dan belum kita optimalisasi sepenuhnya. Oleh karena itu, diharapkan bank hasil penggabungan akan memiliki modal, aset, sumber daya manusia, sistem teknologi, dan produk-produk yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini diharapkan akan dapat meningkatkan penetrasi aset syariah sehingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan syariah global,” ucap Firman.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), Toni E.B. Subari, menjelaskan merger ini menggabungkan kekuatan dari tiga bank syariah milik BUMN sehingga bank hasil penggabungan akan menghadirkan layanan dan solusi keuangan syariah yang lengkap, modern dan inovatif dalam satu atap untuk berbagai segmen nasabah dengan berbagai kebutuhan. Ditunjang oleh lebih dari 1.200 cabang dan 1.700 jaringan ATM, serta didukung oleh 20.000 orang karyawan yang tersebar seluruh Indonesia, bank hasil penggabungan akan mampu memberikan layanan finansial berbasis syariah, layanan sosial bahkan spiritual bagi lebih banyak nasabah.

“Dengan core competence masing-masing, akan saling melengkapi, saling menguatkan. Jadi, bank hasil penggabungan nantinya akan memiliki layanan berbasis syariah yang komprehensif dalam satu atap bagi semua segmen nasabah, mulai dari UMKM, ritel, komesial, wholesale syariah, sampai korporasi, baik untuk nasabah nasional maupun investor global,” jelas Toni.

Sebagai penjelasan, nantinya di segmen ritel, bank hasil penggabungan akan memiliki ragam solusi keuangan dalam ekosistem Islami seperti terkait keperluan ibadah haji dan umrah, ZISWAF, pendidikan, kesehatan, remitansi internasional, dan layanan dan solusi keuangan lainnya yang berlandaskan prinsip Syariah yang didukung oleh kualitas digital banking dan layanan kelas dunia.

Di segmen korporasi dan wholesale, memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam sektor-sektor industri yang belum terpenetrasi maksimal oleh perbankan syariah. Selain itu, bank hasil penggabungan juga diyakini akan dapat turut membiayai proyek-proyek infrastruktur yang berskala besar dan sejalan dengan rencana Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Di samping itu, bank hasil penggabungan akan menyasar investor global lewat produk-produk syariah yang kompetitif dan inovatif.

Sedangkan, di segmen UKM dan Mikro, bank hasil penggabungan akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM melalui produk dan layanan keuangan Syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM baik secara langsung maupun melalui sinergi dengan bank-bank Himbara dan Pemerintah Indonesia.

Adapun, tanggal efektif penggabungan sebagaimana tercantum dalam ringkasan rencana merger adalah 1 Februari 2021. Untuk itu, tidak ada perubahan operasional dan layanan selama proses ini berlangsung. Bagi para nasabah, ketiga bank menjamin sepenuhnya operasional tetap berjalan normal dengan kualitas layanan yang tetap optimal dan prima.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terdampak Covid-19, Cathay PHK 5.900 Karyawan

The International Air Transport Association (IATA) memperkirakan dibutuhkan waktu hingga 2024 untuk industri maskapai kembali ke level normal pra-Covid-19.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Negosiasi Stimulus AS Dilanjutkan, Bursa Asia Dibuka Menguat

Nikkei 225 Tokyo naik 0,35%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,07%, dan Kospi Korea Selatan naik 0,09%.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Institusi & Produk Syariah Terbaik 2020 Versi Majalah Investor

PT Bank CIMB Niaga Tbk kembali menjadi yang terbaik untuk kategori UUS aset di atas Rp 5 triliun.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Bursa Eropa Melemah Tertekan Sentimen Covid-19 dan Stimulus AS

Indeks Stoxx600 Eropa turun 0,35%, DAX Jerman turun 0,92%, FTSE Inggris naik 0,08%, CAC Prancis turun 0,27%, dan FTSE MIB Italia naik 0,56%.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Wall Street Ditutup Menguat Ditopang Harapan Stimulus

Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,4 persen ke 29.308,79, S&P 500 naiuk 0,5 persen ke 3.443,12, dan Nasdaq naik 0,3 persen ke 11.516,49.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Kemhub Dukung Kelancaran Distribusi Logistik di Kawasan Food Estate

Kemhub akan memberikan dukungan maksimal pada sektor transportasi udara, laut, dan penyeberangan.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Diharapkan Dongkrak Optimisme Properti Kelas Menengah dan MBR

UU Cipta Kerja diharapkan akan mendongkrak industri properti yang stagnan selama beberapa tahun terakhir.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

AIA Luncurkan "Share The Love" dengan Konsep Buy One Get One Free

Program Share The Love nasabah juga akan mendapatkan satu polis yang sama yang bisa diberikan untuk satu orang yang dicinta.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Rachmat Gobel: Industri Strategis Perlu Perhatian Lebih Besar

Jika industri strategis dibangun dengan roadmap yang jelas, Indonesia akan meraih kesejahteraan.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

KUR BRI Solusi UMKM di Masa Pandemi

Kredit Usaha yang dikucurkan oleh BRI mulai dari Rp 10 juta itu yakni kredit super mikro.

EKONOMI | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS