Evaluasi FLPP, 12 Bank Kinerja Penyalurannya di Bawah 70%
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Evaluasi FLPP, 12 Bank Kinerja Penyalurannya di Bawah 70%

Jumat, 23 Oktober 2020 | 13:46 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (Kempupera) menilai bahwa dari 42 bank penyalur dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terdapat 12 bank yang kinerja penyalurannya masih di bawah 70%.

“Dari hasil evaluasi yang dilaksanakan oleh PPDPP, dari 42 bank pelaksana yang bekerja sama dengan di tahun 2020, terdapat 12 bank pelaksana, yang terdiri dari tiga bank nasional dan sembilan Bank Pembangunan Daerah, yang berkinerja di bawah 70% dan 30 bank pelaksana berkinerja di atas 70% dari target yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja sama (PKS),” ungkap Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin, dalam siaran pers, Jumat (23/10/2020).

Menurut Arief, evaluasi ini rutin dilakukan pemerintah terhadap bank pelaksana dan juga dalam rangka pemantauan langsung penyaluran FLPP ini sesuai sasaran. Evaluasi penyaluran FLPP ini dihadiri oleh, 38 bank Pelaksana, serta PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai mitra kerja PPDPP yang juga menyampaikan evaluasi progres kerja sama bisnis dengan bank pelaksana.

Berdasarkan kinerja bank pelaksana triwulan III 2020, sebanyak 28 bank pelaksana yang terdiri dari lima bank nasional dan 23 Bank Pembangunan Daerah mengalami perubahan kuota dari sisa dana FLPP yang ada, serta sisanya sebanyak 14 bank pelaksana, terdiri dari lima bank nasional dan sembilan Bank Pembangunan Daerah lainnya tetap dengan jumlah kuota yang telah disepakati sebelumnya.

Arief Sabaruddin meminta bahwa dari evaluasi triwulan ke-III ini bank pelaksana untuk melakukan akselerasi dua kali lipat untuk tahun 2021 mengingat tingginya jumlah target yang ditetapkan oleh pemerintah di tahun depan. “Dengan target 2021 sebesar 157.500 unit senilai Rp 19,1 triliun, bank pelaksana harus bekerja dua kali lipat. Kinerjanya jangan samakan dengan tahun ini, harus lebih kencang,” ujar Arief.

Untuk tahun 2021, Arief menyampaikan bahwa kuota untuk bank pelaksana akan dibagi berdasarkan provinsi dengan melihat, seberapa besar minat masyarakat terhadap bank yang bersangkutan di Sistem Informasi KPR Bersubsidi alias SiKasep, follow up dan respon bank pelaksana terhadap masyarakat yang sudah berada pada tahap 3 ke atas di SiKasep.

“Kuota dana FLPP akan diberikan kepada bank pelaksana dengan nilai raport minimal 70% dan memenuhi ketentuan. Responsif terhadap permintaan masyarakat di SiKasep karena data ini akan menjadi acuan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan,” ujarnya tegas.

Selain itu Arief meminta bank pelaksana untuk memastikan masa berlaku nota kesepahaman bank pelaksana dengan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kempupera, karena ini menjadi dasar bank pelaksana bisa melakukan perjanjian kerja sama dengan PPDPP.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hingga Oktober, Penyaluran FLPP Capai 95.000 Lebih Unit Rumah

Penyaluran FLPP bagi rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sampai 21 Oktober 2020 telah mencapai 95.708 unit senilai Rp9,77 triliun.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

BKPM: Realisasi Investasi di Triwulan III Naik 8,9%

Realisasi investasi pada triwulan III 2020 sebesar Rp 209 triliun, naik 8,9% secara kuartalan (QoQ) dan naik 1,6% secara year on year (YoY).

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Rupiah Menguat di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.655-Rp 14.707 per dolar AS.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Bantu UMKM, Grab Indonesia Gelar Bazar Daring #TerusUsaha

Grab Indonesia akan menggelar bazar daring #TerusUsaha untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertahan di masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Siang Ini, Bursa Asia di Zona Positif

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 77,0 (0,33 persen) mencapai 23.551.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Sesi Siang, IHSG Naik Lampaui 5.100

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 68.693 miliar saham senilai Rp 4,687 triliun.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Jokowi Minta Roadmap Optimalisasi Batu Bara Dipercepat

Dalam roadmap tersebut harus mencakup wilayah yang memiliki cadangan sumber batu bara untuk menjamin pasokan dalam hilirisasi ini.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Transaksi Nontunai Melesat, Pengguna PrivyID Tumbuh 350%

Hingga saat ini, PrivyID sudah digunakan oleh lebih dari 600 perusahaan dan 6,5 juta pelanggan di Indonesia.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Menkeu Minta Ditjen Pajak Semangat Kumpulkan Penerimaan Negara

Pemerintah menggunakan instrumen fiskal untuk menyelamatkan masyarakat dari masalah kesehatan, sosial, hingga ekonomi.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Rupiah Terkoreksi Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.655-Rp 14.665 per dolar AS.

EKONOMI | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS