Kemkeu: Pemerintah Hemat Rp 190 T Anggaran Belanja
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Kemkeu: Pemerintah Hemat Rp 190 T Anggaran Belanja

Jumat, 23 Oktober 2020 | 17:49 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kementerian Keuangan (Kemkeu) terus berupaya mengawal bersama kinerja pemerintah menuju Indonesia Maju. Meskipun di dalam masa pandemi Covid-19, Kemkeu terus responsif menghadapi perkembangan ekonomi domestik maupun global dengan menggunakan beragam kebijakan fiskal, di antaranya refocusing dan realokasi anggaran, serta pemberian stimulus ekonomi.

Beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemkeu di bidang fiskal merupakan upaya pemerintah untuk terus melindungi masyarakat dan dunia usaha di tengah tekanan akibat pandemi. Refocusing dan realokasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dilakukan agar APBN/APBD dapat fokus terhadap upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

"Sebesar Rp 190 triliun anggaran belanja yang dihemat dan Rp 55 triliun anggaran direalokasi," ujar Sri Mulyani dalam siaran pers, Jumat (23/10/2020).

Pada stimulus I (Februari 2020), anggaran sebesar Rp 8,5 triliun ditujukan untuk penguatan ekonomi domestik melalui akselerasi belanja negara dan mendorong kebijakan belanja padat karya, serta stimulus fiskal sektoral bagi industri terdampak. Pada stimulus II (Maret 2020), anggaran sebesar Rp 22,5 triliun difokuskan untuk mendukung daya beli masyarakat dan mendorong kemudahan ekspor-impor melalui stimulus fiskal dan non-fiskal, serta kebijakan sektor keuangan. Selanjutnya, pada stimulus III (Maret 2020), sebesar Rp 405,1 triliun dianggarkan untuk kesehatan masyarakat dan perlindungan sosial, serta stabilitas sistem keuangan melalui dua pilar Perppu nomor 1/2020.

Dua pilar ini penting karena terkait dengan kebijakan keuangan publik untuk kesehatan, jaring pengaman sosial, dukungan pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dunia usaha dan pemulihan ekonomi, serta kebijakan sektor keuangan. Selanjutnya, sambung Menkeu, pada perluasan stimulus 3, anggaran sebesar Rp 695,2 triliun atau setara 4,2% dari GDP dialokasikan untuk dua kategori besar yaitu kesehatan (sebesar Rp 87,55 triliun) dan pemulihan ekonomi (sebesar Rp 607,65 triliun).

Kemkeu, tambah Sri Mulyani akan terus berupaya untuk dapat mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam mencapai lima program prioritas yang diarahkan pada reformasi struktural di Indonesia yaitu pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta transformasi ekonomi.

"Upaya dalam menjaga stabilitas domestik dan memperkuat reformasi dilakukan dengan menjaga konsumsi sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing untuk meningkatkan investasi dan ekspor, melakukan reformasi struktural dan menjaga stabilitas ekonomi-politik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai aktor ekonomi," tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Siapkan Rp 175 M untuk Stimulus PSC

Adapun anggaran yang disiapkan untuk stimulus tersebut sebesar Rp175 miliar dengan target sebanyak 1,6 juta penumpang rute domestik.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Kuartal III, Unilever Catat Penjualan Naik ke Rp 32,4 Triliun

Hingga September 2020, Uniliver juga berhasil mencatat laba bersih Rp 5,4 triliun.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Telan Anggaran Rp 1,3 Triliun, Stadion Papua Bangkit Diresmikan

Stadion Papua Bangkit diklaim sebagai stadion terbaik dan termegah kedua yang ada di Indonesia setelah Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Menkop UKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi

Pelaku UMKM harus berkoperasi agar mudah pemasaran.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Libur Panjang, Kemhub Prediksi Penumpang Pesawat Naik 20%

Arus puncak keberangkatan diperkirakan terjadi pada 28 Oktober 2020 dengan volume mencapai 110.000 penumpang.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Asing Borong Saham Astra, Lepas Telkom

PT Astra International Tbk (ASII) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 150,4 miliar. Saham ASII naik 2,86% ke Rp 5.400.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Jumlah Nasabah Ritel Mandiri Sekuritas Naik 50%

Nilai transaksi harian nasabah retail Mandiri Sekuritas juga meningkat sekitar 70% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Tabungan Emas, Pilihan Investasi di Masa Pandemi

Ajak masyarakat menabung emas, Pegadaian beri diskon hingga 20 persen untuk nasabah yang baru memulai investasi.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Pemerintah Perkuat Literasi Keuangan di Kalangan Santri

Kelompok ini mempunyai potensi yang sangat besar, dengan santri atau santriwati yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 18 juta orang.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Adaptif dan Inovatif, Kunci UMKM Indonesia Naik Kelas

Minimnya database, kemampuan bersinergi, dan keterkaitan atau linkage, menyulitkan UMKM untuk bangkit dan naik kelas.

EKONOMI | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS