Tata Kawasan Pulau Rinca, Kempupera Tetap Perhatikan Habitat Komodo
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Tata Kawasan Pulau Rinca, Kempupera Tetap Perhatikan Habitat Komodo

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:13 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) tengah mengerjakan pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Pembangunan tersebut bagian dari penataan menyeluruh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) dan Ditjen Cipta Karya, Kempupera mengerjakan penataan kawasan Pulau Rinca dengan penuh kehati-hatian untuk melindungi Taman Nasional Komodo sebagai world heritage site Unesco yang memiliki outstanding universal value (OUV).

Di samping itu, PUPR juga menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada 15 Juli 2020 lalu.

Termasuk membangun koordinasi dan konsultasi publik intensif dengan para pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan di lapangan untuk mencegah terjadinya dampak buruk terhadap habitat satwa, khususnya komodo.

"Pembangunan infrastruktur di setiap KSPN direncanakan terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi," kata Menpupera Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Minggu (25/10).

Kegiatan penataan Kawasan Pulau Rinca meliputi: (1) Dermaga Loh Buaya yang merupakan peningkatan dermaga yang ada;

(2) Bangunan pengaman pantai yang berfungsi sebagai jalan setapak untuk akses masuk dan keluar kawasan;

(3) Elevated Deck pada ruas yang ada berfungsi sebagai jalan akses yang menghubungkan dermaga, pusat informasi serta penginapan penjaga (ranger) dan pemandu taman, dan peneliti, dirancang setinggi 2 meter agar tidak mengganggu aktivitas komodo dan hewan lain yang melintas serta melindungi keselamatan pengunjung.

(4) Bangunan Pusat Informasi yang terintegrasi dengan elevated deck, kantor resort, guest house dan kafetaria serta;

(5) Bangunan penginapan untuk para ranger, pemandu wisata, dan peneliti yang dilengkapi pos penelitian dan pemantauan habitat komodo.

Saat ini, penataan Pulau Rinca tengah memasuki tahap pembongkaran bangunan yang ada sebelumnya dan pembuangan puing, pembersihan pile cap, dan pembuatan tiang pancang. Untuk keselamatan pekerja dan perlindungan satwa komodo telah dilakukan pemagaran di kantor direksi, bedeng pekerja, material, lokasi pembesian, pusat informasi, dan penginapan ranger.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTT Herman Tobo menyampaikan bahwa pihaknya selalu didampingi ranger Balai Taman Nasional Komodo dalam proses pembangunan prasarana dan sarana sehingga tidak merusak atau mengganggu habitat komodo.

Izin Lingkungan Hidup terhadap kegiatan Penataan Kawasan Pulau Rinca di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat juga telah terbit pada 4 September 2020 lali berdasarkan Peraturan Menteri LHK No 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup yang memerhatikan dampak pembangunan terhadap habitat dan perilaku komodo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PLN Pasok Listrik Tambang Emas Doup Milik J Resources

PT PLN akan menjual tenaga listrik dengan Layanan premium silver tarif industri LI-3/20 MVA kepada ASA.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Kasus Covid-19 AS Tembus Rekor, Dow Futures Melemah

Futures Dow Jones Industrial Average turun 150 poin, mengindikasikan koreksi 190 poin pada pembukaan hari Senin (26/10/2020).

EKONOMI | 26 Oktober 2020

PSBB Transisi, Kunjungan ke Pusat Belanja Belum Sampai 50%

Saat PSBB ketat, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan hanya 10% hingga 20% dari normal. Di PSBB transisi, hanya sekitar 30%-40%.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Di Tokoku, Konsumen Bisa Ambil Barang dan Bayar Belakangan

20% penjualan outlet IRMA dilakukan melalui skema Pay Later.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

Bandara Soetta Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Libur Panjang

Jumlah penumpang waktu sibuk (PWS) di bandara maksimal 50% dari kapasitas.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

HSB Investasi Raih Penghargaan Best New Mobile Trading Platform Indonesia 2020

All in one application ini mengintegrasikan pembukaan akun, trading, berita ekonomi, dan edukasi dalam satu aplikasi.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

AP II Maksimalkan Stimulus Airport Tax dari Pemerintah

AP II menyiapkan tiga strategi guna memanfaatkan stimulus PSC.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

CMSE 2020 Bukukan Transaksi Saham dan Reksa Dana Rp 376,35 Juta

Kegiatan CMSE 2020 dengan konsep virtual akan lebih efisien, karena pesan edukasi dan literasi mengenai pasar modal akan lebih sampai ke semua kalangan.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

Pemerintah Pastikan Sertifikasi Halal Gratis Bagi Produk UMKM

Pemerintah juga memperluas lembaga pemeriksa halal yang dapat dilakukan oleh ormas Islam, dan PTN.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

Pemerintah Kebut Pembangunan Kawasan Industri Halal

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin tidak ingin Indonesia hanya menjadi 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor.

EKONOMI | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS