Bank Mandiri Proyeksi 10% Debitur Restrukturisasi Tak Mampu Bangkit Lagi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Bank Mandiri Proyeksi 10% Debitur Restrukturisasi Tak Mampu Bangkit Lagi

Senin, 26 Oktober 2020 | 12:18 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah merestrukturisasi kredit mencapai Rp 116,4 triliun dari 525.665 debitur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10%-11% di antaranya berpotensi tidak bisa bangkit lagi. Meski demikian, Bank Mandiri memastikan likuiditas perseroan tetap aman.

Dari jumlah restrukturisasi kredit, sebanyak 406.434 debitur berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19 dengan nilai outstanding Rp 47,7 triliun per 30 September 2020. Sedangkan sisanya berasal dari non-UMKM sebanyak 119.231 debitur dengan nilai Rp 68,6 triliun.

Sementara terkait potensi adanya penambahan jumlah nasabah yang direstrukturisasi terkait dengan perpanjangan restrukturisasi oleh OJK hingga Maret 2022, Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin menilai, hal itu tidak akan terlalu signifikan pengaruhnya.

"Jumlah debitur yang belum direstrukturisasi karena adanya perpanjangan Peraturan OJK tidak akan signifikan, dengan asumsi penanganan Covid tidak lebih buruk daripada yang ada sekarang. Dengan adanya PSBB juga dampak ke UMKM tidak akan terlalu besar. Sehingga, kita asumsikan jumlah restrukturisasi tidak akan tambah banyak," kata Siddik dalam paparan kinerja perseroan kuartal III, Senin (26/10/2020).

Di mana, dari angka restrukturisasi tersebut, Bank Mandiri memprediksi akan ada 10%-11% dari jumlah debitur yang tidak bisa bangkit kembali usahanya. "Berdasarkan analisa mikro sampai segmen corporate banking, porsi yang menurut kami tidak bisa bangkit lagi ada di kisaran 10%-11%. Ini akan meningkatkan NPL di tahun depan," tambah Siddik.

Tahun ini, dia pun memprediksi rasio kredit macet alias non performing loan (NPL) akan berada di kisaran 3%-4%. Sementara, rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) di akhir tahun ini diproyeksikan Rp 18-21 triliun. Adapun, hingga kuartal III NPL secara gross masih terjaga di level 3,33% secara konsolidasi. Lalu, pada periode tersebut, rasio coverage CKPN konsolidasi di kisaran 205,15% sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat pandemi Covid-19.

Meski meningkatkan pencadangan, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi memastikan bahwa likuiditas perseroan berada pada level yang aman. Hal ini didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi yang mencapai 14,92% secara tahunan, menjadi Rp 1.024,2 triliun, di mana komposisi dana murah mencapai 61,9%. Sedangkan aset konsolidasi sebesar Rp 1.407 triliun atau meningkat 10,27% yoy.

Namun, laba bersih konsolidasi hingga September 2020 anjlok 30,73% menjadi hanya Rp 14,03 triliun. Diprediksi, laba bersih hingga akhir tahun ada di Rp 16 triliun.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kurs Rupiah BI Dipatok Menguat 41 Poin

Kurs rupiah berada di level Rp 14.645 per dolar AS atau menguat 5 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.650.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Penyaluran Kredit Bank Mandiri Tumbuh 3,79%

Hingga September 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 14,74 triliun atau 83,28% dari target penyaluran tahun ini.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Sesi I, IHSG Melesat 0,7%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,71% ke kisaran 5.148,6 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (26/10/2020).

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Pandemi Mengubah Standard Desain Rumah Sehat

Pandemi telah memaksa banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, sehingga menciptakan kebutuhan yang lebih mendesak atas rumah sehat.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Kempupera Anggarkan Rp 330 M Bangun 15 Rusun PON XX

Rusun tersebut rencananya akan digunakan untuk tempat tinggal para official serta atlet yang berlaga di ajang olahraga

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Harga Emas Antam Turun Tipis

Harga emas Comex hari ini untuk kontrak Desember 2020 turun 0,33% ke US$ 1.899 per troy ons pagi ini, menurut data Bloomberg.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Rupiah Menguat Tipis ke Rp 14.630

Kurs rupiah berada di level Rp 14.630 per dolar AS atau menguat 20 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.650.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

IHSG Dibuka Menguat 0,3%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,33% ke kisaran 5.129,1 pada awal perdagangan hari ini, Senin (26/10/2020).

EKONOMI | 26 Oktober 2020

IHSG Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Valbury

Valbury merekomendasikan saham BMRI, BBCA, BBTN, GGRM, SMGR, LSIP.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Didukung, Rencana Pemerintah Bentuk Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi

Lembaga ini akan menggairahkan koperasi dan akan banyak koperasi Indonesia yang menjadi pelaku ekonomi global, seperti koperasi di Eropa dan Amerika.

EKONOMI | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS