Menuju Indonesia Maju, Ekonomi dan Keuangan Syariah Terus Diakselerasi
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Menuju Indonesia Maju, Ekonomi dan Keuangan Syariah Terus Diakselerasi

Rabu, 28 Oktober 2020 | 18:03 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional merupakan bagian dari transformasi menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global, menuju Indonesia maju.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam pembukaan puncak kegiatan Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) ketujuh tahun 2020, yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (28/10/2020).

"Ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, sehingga Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus dapat menangkap peluang tersebut," kata Jokowi.

Pemerintah, tegas Jokowi, akan terus berupaya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah secara terintegrasi dan komprehensif, baik dari pembentukan ekosistem industri halal, penyederhanaan regulasi, serta mempersiapkan SDM yang berkualitas. Penyelenggaraan ISEF menurutnya juga dapat dijadikan momentum untuk membuat peta jalan yang jelas dan konkrit dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan komitmen Bank Indonesia dalam implementasi tiga pilar, guna mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan syariah nasional.

“Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah diarahkan untuk membangun mata rantai ekonomi halal, dengan sektor-sektor unggulan: pertanian, fesyen, wisata ramah muslim, energi terbarukan. Kedua, keuangan syariah, memperluas produk dan akses keuangan baik komersial, yaitu perbankan, pasar keuangan dan lembaga keuangan lainnya; maupun keuangan sosial, yaitu zakat, infak/sedekah, dan wakaf, serta ketiga, edukasi dan sosialiasi,” kata Perry Warjiyo.

Penyelenggaran ISEF juga diharapkan dapat menyinergikan dan merealisasikan berbagai pemikiran dan inisiatif nyata untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, sehingga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional dan global.

Dukungan Fatwa
Sementara itu dalam webinar “Contemporary Fiqh Issues in Islamic Economic and Finance” yang merupakan bagian dari rangkaian puncak acara ISEF 2020, Perry Warjiyo juga menyampaikan bahwa inovasi produk keuangan syariah yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan usaha syariah membutuhkan dukungan fatwa yang progresif, demi peningkatan kemaslahatan bagi umat, namun tetap menjunjung tinggi kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam pencapaian maqasid al shariah.

“Lebih dari itu, perkembangan sosial ekonomi masyarakat yang semakin dinamis khususnya di era digital, menuntut perkembangan fiqih kontemporer yang dapat mengimbangi kebutuhan usaha syariah dan berbagai inovasi produknya,” kata Perry.

Salah satu topik fiqih kontemporer yang dibahas adalah terkait fatwa wakaf produktif dan peranannya dalam perekonomian. Area terkait wakaf merupakan bidang yang berpotensi dapat lebih dikembangkan di berbagai negara muslim di dunia, karena cakupannya dan kegunaannya yang luas dalam pemberdayaan ekonomi.

Terkait hal ini, Indonesia telah meluncurkan inovasi berupa integrasi instrumen keuangan komersial dan sosial yang melibatkan wakaf, yakni Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Instrumen ini telah mendapatkan opini/fatwa sesuai dengan prinsip syariah, dari otoritas fatwa di Indonesia. CWLS dapat menjadi instrumen alternatif untuk mendukung bergeraknya aktivitas ekonomi sekaligus pendalaman pasar keuangan untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Perihal penyelenggaraan ISEF ke-17, sejak pelaksanaan kick-off pada Agustus 2020 lalu, telah dilaksanakan tiga kali Festival Ekonomi Keuangan Syariah (FESyar) tingkat wilayah, yaitu wilayah Sumatera dipusatkan di Sumatera Barat, wilayah timur Indonesia di NTB, dan wilayah Jawa dipusatkan di Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan tidak kurang dari 23 webinar bertaraf nasional dan internasional, 12 business coaching dan matching, 22 workshop, 10 showcase internasional, dan lebih dari 600 peserta eksibisi. Bahkan FEsyar di Jawa Timur telah diikuti oleh lebih dari 75.000 peserta dan sukses menghasilkan kesepakatan bisnis sebesar Rp 3,49 triliun.

Penyelenggaraan puncak kegiatan ISEF ke-7 tahun 2020 yang mengangkat tema “Pemberdayaan Bersama dalam Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Syariah Melalui Mata Rantai Industri dan Ekonomi Halal untuk Kesejahteraan Umat Dunia”, dilaksanakan sejak 27 - 31 Oktober 2020.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Harap ISEF 2020 Jadi Momentum Pengembangan Ekonomi Syariah

“Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus menangkap peluang ini. sekali harus menangkap peluang ini,” ujar Jokowi.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Serah Terima Unit The Newton 1 Patuhi Protokol Kesehatan

Ciputra Group mulai melakukan serah terima unit apartemen The Newton 1, yang merupakan salah satu tower dari pengembangan kawasan Ciputra World 2 Jakarta.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Jokowi Prihatin Industri Halal Belum Dimanfaatkan dengan Baik

Menurut Jokowi, negara Indonesia punya banyak produk halal unggulan, produk makanan kosmetik juga fashion.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Industri Hospitality Mulai Membaik, Okupansi OYO Naik 70%

Tingkat okupansi hotel Oyo meningkat 70%, namun, peningkatan tersebut masih di angka 60% dari tingkat okupansi normal sebelum pandemi.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Jokowi Ingin Bangun Bank Syariah Raksasa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keinginan untuk membangun sebuah bank syariah raksasa di Indonesia.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Smarties Indonesia 2020, MMA Umumkan Kategori “Winning from Home”

Smarties Indonesia Awards 2020 mengikutsertakan kategori tambahan -#WinningFromHome bagi ide-ide menarik yang dikembangkan dan dieksekusi.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Investor Jauhi Aset Berisiko, Bursa Eropa Dibuka Anjlok 2%

Indeks Stoxx600 turun 2,37%, DAX Jerman turun 3,26%, FTSE Inggris turun 2,26%, CAC Prancis turun 3,27%, FTSE MIB Italia turun 3,17%.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Bursa Asia Ditutup Bervariasi, Harga Minyak Melemah

Indeks Nikkei 225 Tokyo turun 0,29%, indeks komposit Shanghai naik 0,46%, Hang Seng Hong Kong turun 0,32%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,11%, Kospi naik 0,62%.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Startup Trawlbens Berupaya Tekan Biaya Logistik di Indonesia

Dengan aplikasi Trawlbens konsumen dan mitra akan menikmati layanan logistik terlengkap dengan tarif riil murah.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Investasi Asing Mulai Menggeliat Kembali ke Pasar Obligasi Indonesia

Faktor pendukung penguatan pasar obligasi dalam negeri yakni selisih yield obligasi pemerintah Indonesia dan obligasi Amerika Serikat yang lebih tebal.

EKONOMI | 28 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS