Pariwasata di Calon Ibu Kota Baru Harus Dikembangkan dengan Hati-hati
INDEX

BISNIS-27 431.53 (2.99)   |   COMPOSITE 4906.55 (19.82)   |   DBX 934.495 (0.89)   |   I-GRADE 129.531 (0.72)   |   IDX30 408.573 (2.45)   |   IDX80 107.231 (0.54)   |   IDXBUMN20 271.434 (1.2)   |   IDXG30 114.42 (0.57)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.43)   |   IDXQ30 119.596 (0.74)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.42)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.25)   |   IDXV30 101.606 (0.9)   |   INFOBANK15 772.076 (7.03)   |   Investor33 357.854 (2.54)   |   ISSI 144.258 (0.31)   |   JII 521.112 (2.16)   |   JII70 177.199 (0.53)   |   KOMPAS100 960.444 (5.61)   |   LQ45 749.999 (4.19)   |   MBX 1355.95 (6.1)   |   MNC36 267.764 (1.73)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.47)   |   SMInfra18 232.762 (1.02)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.31)   |  

Pariwasata di Calon Ibu Kota Baru Harus Dikembangkan dengan Hati-hati

Kamis, 29 Agustus 2019 | 16:01 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kabupaten Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi ibu Kota baru Indonesia, oleh Presiden Joko Widodo, pada Senin (26/8/2019). Lokasi lainnya yaitu Kutai Kartanegara.

Walau teredengar tidak sepopuler Pulau Jawa ataupun Bali, tempat wisata di Kalimantan Timur tetap menggoda untuk dikunjungi. Potensi pariwisata di Kalimantan memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dari destinasi lainnya. Terlebih, Kabupaten Penajam Paser Utara sangat didukung oleh letak posisinya yang strategis sebagai pintu gerbang trans-Kalimantan serta menjadi lalu lintas perdagangan antar provinsi.

Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azhari mengatakan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan tidak ada salahnya. Ia bahkan mendukung, apabila pemerintah yang baru ini bisa mengembangkan pariwisata Kalimantan yang sempat dianaktirikan.

Namun, pria kelahiran Pontianak ini memberikan wejangan agar pariwisata berbasis alam di Kalimantan mampu dikembangkan dengan konsep eco friendly. Serta dibangun untuk tujuan, quality tourism, bukan lagi mass tourism. Hal ini dikarenakan, kondisi alam di Kalimantan berbeda dengan ragam destinasi yang ada di pulau Jawa dan sekitarnya.

“Saya katakan, harus hati-hati membangun Kalimantan. Tanah, air, dan udara di sana berbeda. Begitupun dengan ragam ekosistem hewan dan tumbuhan juga berbeda. Pemerintah harus terlebih dulu meneliti dengan baik, jangan sampai pembangunan yang asal akan membuat Kalimantan menjadi padang pasir,” jelasnya kepada SP melalui sambungan telepon, Kamis (29/8/2019).

Banyak manfaat yang akan didapat menurutnya, jika pemerintah menjalankan pembangunan quality tourism di ibu kota baru Indonesia itu. Selain bisa menjaga keasrian alam, quality tourism juga akan mendatangkan para wisatawan yang terbatas, tetapi berkualitas.

“Percuma kalau mass tourism digalakan tetapi yang datang wisman backpacker semua. Kalau kita membangun destinasi khusus, maka orang berbondong-bondong akan datang, bahkan siap mengantri dengan budget yang tinggi sekalipun,” ungkapnya.

Ia pun menyebut, beberapa kekayaan alam yang bisa menjadi daya tarik pariwisata di Kalimantan. Seperti, sungai terbesar di Kalimantan Timur yang mengalir sepanjang 920 km, yaitu Sungai Mahakam. Di sungai ini, terdapat salah satu keunikan yang tidak dimiliki sungai lain di Indonesia, yaitu hidupnya lumba-lumba air tawar.

Kemudian, Kalimantan Timur juga punya danau cantik bernama Danau Labuan Cermin. Danau ini berada di Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Danau Labuan Cermin punya keunikan rasa air. Di permukaannya tawar, namun air di bagian dalam terasa asin. Karena itulah danau ini dikenal juga dengan nama Danau Dua Rasa.

Sedangkan dari sisi fauna, Kalimantan sangat terkenal dengan hidupnya spesies orangutan yang sudah dilindungi keberadaannya. Hal inilah yang harus diperhatikan dalam pengelolaannya, jika berada di tangan yang salah langkah Azril mengatakan, seluruh ekosistem alam di Kalimantan akan berantakan dan tidak seimbang.

Maka, ia juga menyarankan agar pemerintah mengurangi investor asing dalam pembangunan pariwisata di Kalimantan. Menurutnya, lebih baik mengembangkan community based tourism, di mana masyarakat asli Kalimantan yang turun tangan untuk mengelola kekayaan alam mereka sendiri.

“Menteri Pariwisata selanjutnya harus mengerti betul tentang pariwisata. Destinasinya harus digarap dengan baik dari sisi daya tariknya. Bukan mengubah menjadi produk yang masal, demi mencapai target angka yang tinggi saja,” tukasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ayam Geprek Menara Buka Peluang Waralaba

Ayam Geprek Menara merupakan pelopor dan satu satunya yang menggunakan sambal buah.

GAYA HIDUP | 29 Agustus 2019

Tetap Bisa Liburan di Tengah Maraknya Tiket Pesawat Mahal, Bagaimana Caranya?

Naiknya harga tiket pesawat bagi sebagian orang menjadi masalah tersendiri. Terutama bagi yang sudah merencanakan liburan

GAYA HIDUP | 31 Agustus 2019

Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Anda Membeli Tiket Pesawat

Baik untuk keperluan profesional maupun liburan, suatu perjalanan mungkin mengaharuskan Anda untuk mengendarai pesawat

GAYA HIDUP | 30 Agustus 2019

5 Kuliner Khas Medan yang Wajib Dicoba

Selain mengunjungi berbagai tempat wisata, ada satu hal lagi yang tidak boleh lupa dilakukan saat berlibur ke suatu kota, yaitu mencicipi kuliner khas lokal.

GAYA HIDUP | 28 Agustus 2019

Tingkatkan Kecerdasan Anak dengan Membaca Buku

Tingkatkan kecerdasan anak dengan membaca buku.

GAYA HIDUP | 27 Agustus 2019

Psikolog Roslina: Masalah Gender Masih Terjadi di Indonesia

Psikolog Roslina Verauli mengatakan kesenjangan gender masih terjadi di Indonesia.

GAYA HIDUP | 27 Agustus 2019

Masakan Ibu Menginspirasi Gerry Girianza Jadi Chef

Gerry Girianza berhasil menjadi koki internasional berkat kegemarannya mencicipi makanan sejak kecil.

GAYA HIDUP | 27 Agustus 2019

Konsisten Menjaga Lingkungan, Jims Honey Digandeng Miss Earth 2019

Konsisten membuat produk ramah lingkungan, brand fashion Jims Honey digandeng ajang kecantikan Miss Earth 2019.

GAYA HIDUP | 27 Agustus 2019

Erha Clinic Luncurkan Contact Center untuk Pelanggan

PT Erha Clinic Indonesia meluncurkan contact center untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Layanan terpadu dari perusahaan perawatan tubuh itu bisa diakses melalui berbagai media, seperti telepon dan whatsapp serta live chat di website.

GAYA HIDUP | 25 Agustus 2019

Dilelang, Kaus "Billionaire’s Project x Hari Merdeka" Laku Rp 40 Juta

Kedua T-shirt tersebut diberi tajuk “Make Peace Not Drama” sekaligus sebagai kampanye dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.

GAYA HIDUP | 25 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS