Garut Kembangkan Pariwisata Berbasis Budaya
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Garut Kembangkan Pariwisata Berbasis Budaya

Sabtu, 14 September 2019 | 11:46 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / FMB

Garut, Beritasatu.com - Kearifan budaya lokal di kabupaten Garut, Jawa Barat kian diperhatikan, dan dipupuk menjadi modal dasar untuk membangun sektor pariwisata. Untuk itulah, pemerintah daerah mulai konsisten melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan budaya sesuai dengan amanat UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Republik Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengatakan, budaya jangan diartikan sebagai biaya, tetapi investasi. Dengan adanya aktivitas melestarikan, pemeliharaan dan berbagai aktivitas lainnya, merupakan upaya besar agar budaya lokal bisa menjadi daya tarik utama sektor pariwisata Indonesia.

“Budaya jangan diartikan sangat sempit, seperti manuskrip atau tradisi lisan semata. Etos kerja, dan karakter masyarakat pun juga menjadi bagian dari budaya. Jadi, hal apapun dalam pembangunan nasional itu beraspek dari budaya. Akhirnya kita menyimpulkan, budaya menjadi haluan pembangunan nasional,” ujar Ferdiansyah, dalam seminar kebudayaan bertajuk, Pemajuan Kebudayaan di Tengah Peradaban Dunia, di kawasan Garut, Jumat (13/9/2019).

Agar cita-cita tersebut dapat tercapai, maka perlu diciptakan kesadaran dan rasa saling pengertian dalam berbudaya. Sehingga dengan hal tersebut, masyarakat Indonesia dapat terus percaya bahwa keanekaragaman budaya yang ada saat ini dapat terus hidup di masyarakat tanpa khawatir adanya pengaruh globalisasi.

“Garut saat ini memiliki tagline, 'Maju Berbudaya'. Budaya garut adalah budaya gotong-royong dan kesantunan. Ini kita bisa manfaatkan, di setiap kegiatan yang dilakukan masyarakat. Misal melakukan aksi demokrasi dengan cara berbudaya. Kalau ini dikemas baik dan cermat, maka akan menumbuhkan satu atraksi wisata baru yang bisa menarik kunjungan wisata di Garut,” jelasnya.

Senada dengan Ferdiansyah, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, Garut tidak memiliki objek budaya khusus yang ditonjolkan untuk menjadi daya tarik wisata. Hal ini dikarenakan, budaya telah melebur menjadi satu dalam setiap keseharian masyarakat Garut.

“Budaya ini telah dimanifestasikan dengan pencak silat, cara menanggul, dan juga cara menjamu tamu yang datang. Kehidupan masyarakat Garut dengan budaya yang luhur, sudah kita pupuk dan lestarikan mengingat amanat dari UU Pemajuan Kebudayaan,” ungkapnya.

Menurut Rudy, UU Pemajuan Kebudayaan ini menjadi dasar untuk melindungi dan menjembatani hubungan kebudayaan yang hakiki di satu daerah. Perlindungan budaya itu menjadi sebuah hal penting agar tetap bisa terus diwariskan dari generasi ke genarasi yang akan datang.

“Kami ingin melestarikan budaya yang dapat menyesuaikan diri di era globalisasi. Makanya, dengan seperti itu identitas tetap terjaga, dan pergaulan internasional tetap dilaksanakan,” jelasnya.

Salah satunya adalah dengan melakukan memberdayakan dan meningkatkan partisipasi masyarakat menjadi lebih besar lagi. Sehingga peran mereka tidak lagi hanya sebagai “komoditas” pasif yang menjadi tontonan wisatawan, tetapi semakin aktif mengambil peran-peran yang lebih besar dan signifikan dalam pembangunan pariwisata.

“Garut memiliki destinasi wisata berkelas dunia, itu kita lakukan dengan memnafaatkan teknolgi, dengan pasar wisata digital untuk menarik minat para wisman di kalangan milenial. Pasar digital ini, seluruh stakeholder bisa membuat spot menarik dan diunggah ke Instagram. Sedangkan dari pemerintah, kita berupaya untuk pembenahan kawasan obyek wisata agar lebih menarik serta menyediakan sarana dan prasarana yang nyaman,” ungkapnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut meresmikan pasar wisata digital Situ Bagendit, Dayeuh Manggung, dan Situ Cangkuang. Rudy berharap, dengan adanya destinasi digital, ketertarikan wisatawan yang suka berswafoto untuk mengunjungi Kabupaten Garut akan meningkat.

“Pariwisata kita luar biasa, mulai dari wisata alam, budaya, juga buatan. Anggaran Rp 50 miliar per tahun untuk membuat akses pariwisata, sedangkan untuk pembangunan wisata, Garut mengalirkan dana sekitar Rp 8 miliar per tahun,” jelasnya.

Sedangkan untuk melestarikan budaya lokal, mulai 2020 nanti, Garut akan berkomitmen untuk memberikan anggaran Rp 1 miliar kepada para pegiat budaya dan juga sanggar-sanggar. Hal ini dilakukan agar budaya lokal Garut bisa dikembangkan dan dilestarikan dengan baik.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Strategi Guardian Menangkan Pasar Kecantikan

Guardian menghadirkan surga belanja produk kecantikan dan kesehatan untuk perempuan Indonesia.

GAYA HIDUP | 13 September 2019

Presiden Jokowi Batal Hadiri Sail Nias 2019

Presiden batal menghadiri Sail Nias 2019 karena suasana berkabung nasional terkait wafatnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie.

GAYA HIDUP | 13 September 2019

Pico Derma, Teknologi Terbaru Perawatan Kecantikan

Pico Derma dinilai sangat cocok untuk kulit orang Asia.

GAYA HIDUP | 13 September 2019

Jakarta Fashion Week Siap Digelar

Pekan mode terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Fashion Week (JFW), akan kembali dilangsungkan pada 19-25 Oktober 2019 mendatang.

GAYA HIDUP | 13 September 2019

Miss Kurdistan 2018 Jajal Perawatan Tubuh di Indonesia

Pengalaman pertama Miryan Qadir mendaptkan perawatan khas Indonesia.

GAYA HIDUP | 12 September 2019

Inilah Tiga Resep Masakan Rumahan yang Paling Diburu

Inilah tiga resep masakan rumahan yang paling diburu para ibu muda di Indonesia.

GAYA HIDUP | 11 September 2019

Riset: Orang Indonesia Punya Kebiasaan Tidur yang Buruk

Kondisi tidur tidak cukup adalah masalah umum karena 1 dari 3 orang Indonesia tidak mendapatkan tidur cukup.

GAYA HIDUP | 11 September 2019

Galakkan Kegiatan Fotografi, 80 Fotografer Hunting Foto Bersama

Acara pemotretan yang mengajak model-model profesional dari Adam Eve seperti Valentino ini memang menggunakan desain busana internasional.

GAYA HIDUP | 10 September 2019

The Grand Signature Hadirkan Piano Upright Berdesain Mewah

The Grand Signature Piano menghadirkan jajaran produk piano Irmler tipe upright dengan desain yang mewah dan artistik. Acara launching merek piano dari Jerman tersebut digelar di Jakarta pada Senin (9/9/2019).

GAYA HIDUP | 9 September 2019

Banyak Ekspatriat, San Miguel Ekspansi ke Cikarang

Potensi besar wilayah Cikarang ternyata mengundang banyak pelaku usaha menanamkan bisnisnya di sana. Apalagi, saat ini sudah banyak ekspatriat di sana.

GAYA HIDUP | 9 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS