Beginilah Penyakit Japanese Enchepalitis Menjangkiti Manusia
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Beginilah Penyakit Japanese Enchepalitis Menjangkiti Manusia

Selasa, 4 April 2017 | 10:06 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta - Japanese encephalitis (JE), penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus Japanese ensefalitis termasuk famili Flavivirus, masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Asia termasuk di Indonesia. Jumlah kasus JE di Indonesia pada 2016 lalu dilaporkan sebanyak 326 kasus. Kasus terbanyak dilaporkan ada di Provinsi Bali sebanyak 226 atau 69,3 persen.

”Tingginya kejadian Japanese Encephalitis di Bali dikaitkan dengan banyaknya persawahan dan peternakan babi di daerah ini,” kata Direktur Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi di Jakarta, Senin (3/4).

Dijelaskan Jane, penularan virus JE tersebut sebenarnya hanya terjadi antara nyamuk, babi, dan burung rawa. Manusia bisa tertular virus JE bila tergigit oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus yang terinfeksi. Biasanya nyamuk ini lebih aktif pada malam hari. Nyamuk golongan Culex ini banyak terdapat di persawahan dan area irigasi. Kejadian penyakit JE pada manusia biasanya meningkat pada musim hujan.

Sebagian besar penderita JE hanya menunjukkan gejala yang ringan atau bahkan tidak bergejala sama sekali. Gejala dapat muncul 5-15 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi virus berupa demam, menggigil, sakit kepala, lemah, mual, dan muntah.

Kurang lebih 1 dari 200 penderita infeksi JE menunjukkan gejala yang berat yang berkaitan dengan peradangan pada otak (encephalitis), berupa demam tinggi mendadak, sakit kepala, kaku pada tengkuk, disorientasi, koma (penurunan kesadaran), kejang, dan kelumpuhan.

Gejala kejang sering terjadi terutama pada pasien anak-anak. Pada pasien dewasa gejala yang timbul terutama sakit kepala dan kaku pada tengkuk. Keluhan-keluhan tersebut biasanya membaik setelah fase penyakit akut terlampaui, tetapi pada 20-30 persen pasien, gangguan saraf kognitif dan psikiatri dilaporkan menetap. Komplikasi terberat pada kasus japanese encephalitis adalah meninggal dunia, terjadi pada 20-30 persen kasus encephalitis.

“Tidak bisa sembarangan menyatakan seseorang didiagnosis JE, selain berdasarkan pemeriksaan fisik atas gejala, juga diperlukan pemeriksaan laboratorium dan tidak bisa dilakukan di laboratorium klinik biasa”, kata Jane.

Hingga saat ini, belum ada obat untuk mengatasi infeksi JE. Pengobatan yang ada bersifat suportif untuk mengurangi tingkat kematian akibat JE. Pengobatan yang diberikan adalah berdasarkan gejala yang diderita pasien (simtomatik), istirahat, pemenuhan kebutuhan cairan harian, pemberian obat pengurang demam, dan pemberian obat pengurang nyeri.

“Pasien perlu dirawat inap supaya dapat diobservasi dengan ketat, sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan bila timbul gejala gangguan saraf atau komplikasi lainnya,” kata Jane.

Sebanyak 85 persen kasus JE yang dilaporkan pada 2016 terjadi pada kelompok umur di bawah 15 tahun. Hal ini menyebabkan JE dianggap sebagai penyakit pada anak. Padahal, sebenarnya JE juga dapat berjangkit pada semua umur, terutama bila virus tersebut baru menginfeksi daerah baru dimana penduduknya tidak mempunyai riwayat kekebalan sebelumnya.

Intervensi yang paling utama dalam penanggulangan JE adalah pengendalian vektor, eliminasi populasi unggas, vaksinasi pada babi, eliminasi pemaparan manusia pada vektor, dan imunisasi JE pada manusia. Imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah JE pada manusia.

Lanjut Jane, pada September 2017 mendatang, Kementerian Kesehatan akan mulai mengampanyekan imunisasi JE di 9 kabupaten dan kota di Bali dengan sasaran sebanyak 897.050 anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun.

Setelah itu dilanjutkan dengan introduksi imunisasi JE ke dalam program imunisasi rutin pada anak usia 9 bulan yang dilaksanakan bersamaan dengan imunisasi campak. Perluasan introduksi imunisasi JE akan dilaksanakan berdasarkan kajian endemisitas wilayah masing-masing.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Penyandang Autisme Punya Kesempatan untuk Sukses

Anak-anak penyandang autis butuh perhatian dari semua pihak.

KESEHATAN | 2 April 2017

Wanita Paling Rentan Alami Anemia

Kekurangan zat besi membuat kadar Hb (hemoglobin) dalam darah rendah.

KESEHATAN | 2 April 2017

Cegah Anemia, Ribuan Peserta Lakukan Senam Anemiaction

Angka penderita anemia di Indonesia masih tinggi.

KESEHATAN | 2 April 2017

Hari Autisma Sedunia, Malam Ini Monas Disoroti Lampu Biru

Tidak hanya di bumi, International Space Station yang mengorbit di luar angkasa juga turut menyalakan lampu biru.

KESEHATAN | 2 April 2017

Masyarakat Digugah untuk Peduli terhadap Autis

Para penyandang autis tidak hanya butuh perhatian pemerintah, namun juga dari masyarakat sekitar.

KESEHATAN | 2 April 2017

Pengujian Vaksin Zika Masuki Tahap Baru

Virus Zika sendiri dibawa oleh nyamuk yang juga membawa penyakit demam berdarah, Aedes Aegypti.

KESEHATAN | 1 April 2017

Denda Rp 50 Juta untuk Perokok di Sembarang Tempat di Bengkulu

Masyarakat merokok di sembarang tempat di Bengkulu, akan didenda Rp 50 juta dan hukuman pidana enam bulan penjara.

KESEHATAN | 1 April 2017

RSON Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Kerja sama dengan BPJS menjadi penting untuk mengakomodir pelayanan atlet, insan olahraga, dan masyarakat umum yang tidak masuk dalam PP tersebut.

KESEHATAN | 31 Maret 2017

Atasi Defisit, Iuran Peserta BPJS Kesehatan Bakal Disesuaikan

Pemerintah tengah mencari solusi untuk mengendalikan defisit BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 31 Maret 2017

Kaum Muda Didorong Ikut Donor Darah

Bintang Toedjoe sengaja melibatkan kaum muda dalam melakukan revitalisasi pendonor.

KESEHATAN | 31 Maret 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS